ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 53 # konflik dimulai


__ADS_3

"Damar tunggu!! " teriak Lulu sambil menarik lengan Damar


Damar segera menepis lengan Lulu dan mendorongnya, membuat Lulu jatuh tersungkur.


Seseorang datang dan langsung melyangkan pukulannya kewajah Damar .


***bugghhh!!!


Damar Jatuh tersungkur, dan bibirnya mengeluarkan darah.


"kau memang tak pantas bersanding dengannya, bukannya melindunginya, tapi kau malah menyakitinya, dasar ********!! " kata Ganendra setelah melayangkan pukulannya kewajah Damar Langit


Ia kemudian menghampiri Lulu, dan membantunya berdiri.


"aku memang mencintainya, tapi aku mengalah untukmu, karena aku tahu Lulu hanya mencintaimu" kata Ganendra yang membawa Lulu menjauh dari Damar Langit


Ganendra mengajak Lulu duduk dikursi taman yang tak jauh dari tempat mereka sekarang.


"kamu tidak apa-apa?" tanya Ganendra


Lulu hanya terdiam sambil memegangi Lututnya.


"Tama, tolong ambilkan kotak P3k dimobil!" Perintah Ganendra


Tama yang sedari tadi mematung segera berlari keparkiran mobil dan mengambil kotak P3K.


Gaga segera mengambil betadine dan mengoleskannya diatas lutut Lulu yang berdarah.


"awww!!" Lulu meringis menahan perih


Sementara Damar masih menatap kearah Ganendra dan Lulu, ada rasa sakit yang tiba-tiba menyeruak direlung kalbunya.


"aku mau pulang saja ka" kata Lulu setelah Ganendra selesai mengobatinya


"apa kau sudah baikan? " tanya Ganendra


Lulu kemudian mengangguk pelan.


"baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang" kata Ganendra


"tidak usah ka, aku tak mau menambah masalah lagi" jawab Lulu


Ganendra segera memeluk Lulu.


"maafkan aku Lu, gara-gara aku kau jadi kena masalah" kata Ganendra merasa bersalah


"ini bukan salah kaka" jawab Lulu sambil melepaskan pelukan Ganendra


"pulanglah, jaga dirimu" kata Ganendra melepas kepergian Lulu


Damar masih menatap kearah mereka, matanya semakin memerah menahan amarah ketika melihat Gaga memeluk Lulu.

__ADS_1


Ia juga segera meninggalkan tempat itu ketika melihat Lulu pergi bersama Tama meninggalkan Alun-alun.


Sesampainya divila Lulu langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur dan memejamkan matanya. Ia bahkan tak menghiraukan ponselnya yang terus bergetar.


Pagi hari Lulu sudah bersiap pergi kesekolah.


Tama mengahadang Lulu yang akan pergi meninggalkan vila.


"yang mulia masih belum boleh kesekolah hari ini" Kata Tama


"sampai kapan kita akan bersembunyi, kalau kita sembunyi terus seperti ini kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah! " kata Lulu kesal


"baiklah kalau kamu memaksa, tunggu aku ganti baju dulu" kata Tama


Lulu nematikan ponselnya, hari ini ia ingin fokus menyelidiki kasus yang menimpanya.


Beberapa menit kemudian Tama sudah masuk kedalam mobilnya, dan bersiap melajukannya kesekolah.


Hari ini Lulu sudah berjanji kepada dirinya untuk melupakan sejenak masalahnya dengan Damar, ia akan menjadi Lulu yang dulu lagi, Lulu yang kuat dan selalu ceria, bukan Lulu yang cengeng dan galau gara-gara masalah cinta.


Lulu mendongakan wajahnya dan berjalan masuk kedalam kedalam kelasnya. Banyak mata yang menatap sinisnya kearahnya, namun Lulu berusaha tak menghiraukannya.


"halo my princess, apa kabar? " sapa Sean yang menyambut kedatangan Lulu


"baik sean" jawab Lulu


"kemana saja kau princess, baru kelihatan" tanya Sean


"kamu pasti stress ya dengan pemberitaan yang beredar tentangmu" kata Sean


"iyups, makanya aku butuh refreshing" kata Lulu sambil merebahkan kepalanya dimeja


" bagaimana kalau mampir ke kafeku pulang sekolah " ajak Sean


" boleh juga" Jawab Lulu


"ok deal pulang sekolah ya" Sean memastikan


"yoi bro" jawab Lulu


*********


Kring... Kriiing... kriiing


Bel pulangpun berdering Sean segera bangkit dari tempat duduknya, ia mengajak Lulu keluar menuju kemobilnya.


"tam-tam, bolehkan aku main ke kafenya Sean" Lulu meminta izin kepada Tama


Tama kemudian mengangguk, tanda setuju.


"makasih ya tam-tam " kata Lulu yang kemudian berlari masuk kemobil Sean

__ADS_1


Sean segera melajukan mobilnya menuju kekafe.


Sementara Tama mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan Lulu.


"aku taakan membiarkanmu sendiri dalam bahaya, aku akan melindungimu semampuku" batin Tama


Sementara itu diistana Arjawinangun Tampak Arkadewi yang merasa kesal karena seharian ia merasa ada yang mengawasi gerak-geriknya.


"kurang ajar!!, ini pasti ulah nenek tua dan Danar gumilang yang menyuruh seseorang memata-mataiku! " maki Arkadewi di dalam paviliunnya


Arkadewi menatap kearah Ganendra yang mulai memasuki kamarnya.


"kamu sudah pulang nak, kenapa tak memberi salam terlebih dahulu " tanya Arkadewi


"apakah gosip yang beredar itu, ulah ibu yang ingin mrmisahkan Lulu dan Damar "tanya Ganendra sambil menatap ibunya


"hah, bahkan putraku sendiri menuduhku yang menyebar gosip murahan itu" kata Arkadewi sambil melempar senyum kecutnya


"bukan tanpa alasan aku menuduh ibu, karena Lulu sendiri yang bilang kalau ia menemukan surat itu dikamar Gaga" Ganendra coba menjelaskan


"itu benar nak, tapi percayalah bukan ibu yang menyebarkan gosip itu, ibu memang ingin Damar dan Lulu berpisah, agar kau bisa mendapatkan Lulu, tapi bukan dengan gosip yang merusak nama baikmu juga nak" Arkadewi mencoba menjelaskan


"sama saja, ibu tetap terlibat dalam masalah ini, aku tidak mau tau bu, ibu harus menyelesaikannya, dan Asal ibu tau aku sudah menerima beasiswa dari Universitas diInggris, dan setelah Lulus nanti Gaga akan menetap disana" kata Ganendra


"apa!!!, kau akan meninggalkan ibumu sendiri disini, hah!! " teriak Arkadewi


"iya ibu, aku tak mau terlibat permainan kotormu lagi, aku lebih baik meninggalkan istana ini, dan hidup sebagai rakyat biasa" jawab Ganendra


"dasar kau anak tak tau diri!!, sudah ibu bantu mendapatkan Lulu malah kau akan pergi meninggalkan aku" kata Arkadewi yang kemudian melempar semua kosmetiknya yang ada dimeja riasnya.


"aku memang ingin mendapatkan Lulu, tapi bukan begini caranya, aku ingin mendapatkan cintanya dengan cara yang mulia" jawab Ganendra


"hahaha!!, kau bermimpi nak, pergi saja sana!!, pergi!! " kata Arkadewi mengusir Gaga pergi


Ganendra segera pergi meninggalkan ibunya. Tak berselang lama datang seorang laki-laki menemui Arkadewi.


"selamat sore yang mulia" sapa Pria itu sambil memberi hormat


"ada apa kau datang kemari Raden Mas Argo Seno, apa kau mencurigai aku juga. sebagai dalang dari masalah Damar Langit dan Lulu"


"kau terlalu berprasangka yang mulia, justru ini adalah kabar yang bagus buat pangeran Ganendra" jawab Argo Seno


"apa maksudmu? " tanya Arkadewi


"Kau bisa menggeser posisi putra mahkota dari tangan Damar Langit, karena kecerobohannya yang tak bisa mendidik istrinya, kita juga bisa memanfaatkan elektabilitasnya yang semakin hari semakin menurun, kau hanya perlu mempersiapkan Ganendra untuk maju sebagai calon putra mahkota, dan satu Lagi Ganrndra juga bisa mendapatkan Lulu, tanpa harus mengotori tanganmu " Argo Seno menjelaskan


"kau benar Argo Seno" kata Arkadewi menyunggingkan senyum liciknya


"tapi yang mulia juga harus membersihkan nama baik Pangeran Ganendra dahulu agar kita bisa menarik simpati dari masyarakat" kata Argo Seno


"kau memang jenius, baiklah sekarang cari tahu siapa tikus yang sedang bermain-main dengan Arkadewi, karena selain aku ingin melenyapkannya aku juga ingin berterima kasih kepadanya " kata Arkadewi

__ADS_1


__ADS_2