ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 117 # Ikut ke Istana


__ADS_3

"kok ada foto mamah di hp papah" kata Bagas


Damar dan Lulu terkejut mendengar ucapan Bagas keduanya saling berpandangan karena tak percaya dengan ucapan Bagas.


Damar segera mengambil ponselnya dari tangan Bagas.


"oh yang ini maksudnya?" tanya Damar


"iya" jawabnya


"ini namanya tante Lulu, dia istri papah tapi sudah meninggal" ucap Damar


"iya itu mamah" jawab Bagas


"bukan sayang, mamah Bagas kan ada tahi lalat di dagunya dan matanya hitam kalau tante Lulu tidak ada dan matanya coklat" jawab Damar meyakinkan Bagas


"mamah Bagas ga ada tahi lalatnya" kata Bagas yang kemudian mendekati Lulu


"aduhh!!, jangan sampai si Bagas membongkar penyamaran ku" gumam Lulu


Bagas kemudian menyentuh tahi lalat di dagu ibunya dan menariknya.


"awww!!!" Lulu mengerang kesakitan sambil memegangi dagunya


"Bagas sayang tidak boleh seperti itu sama mamah, tuh kasihan mamanya kesakitan" kata Ayumi yang kemudian mengajak Bagas pergi


"Bagas makan aja ya sama omah, omah udah masakin sop ayam kesukaan Bagas lho" kata Ayumi sambil menggendong Bagas


"asyik makan sop ayam" kata Bagas senang


Damar segera mendekati Lulu yang masih kesakitan sambil memegangi dagunya.


"apa masih sakit?" tanya Damar


"iya, masih" jawab Lulu


"tapi yang dikatakan Bagas itu benar juga, kalau kamu itu memang mirip banget sama Lulu istriku, bedanya kamu ada tahi lalatnya dan kamu itu suka dandan. Jujur pertama kali kita ketemu di bengkel aku kira kamu Lulu, karena kalian begitu mirip, dari cara bicara, gaya makan sampai bar-barnyapun sama" ucap Damar


"aku sempat berpikir kalau Lulu itu masih hidup, dan Lulu sedang menyamar untuk menghindari aku" kata Damar


Deg!!, seketika Lulu langsung terbelalak kaget mendengar pernyataan dari Damar.


"kenapa kau masih mengenaliku, padahal aku sudah berusaha merubah penampilanku agar kau tak mengenaliku tapi semuanya ternyata sia-sia. Kau masih mengenaliku dan aku tahu cepat atau lambat kau akan mengetahui identitas ku yang sebenarnya" batin Lulu


"oh gitu ya" jawab Lulu


"kau pasti laparkan??, karena seharian jagain Bagas, kita makan dulu yuk?" ajak Lulu


Damar segera mengikuti Lulu menuju ke ruang makan.


Lulu kemudian menuangkan nasi kedalam piring dan diberikan pada Damar.


"makasih" ucap Damar


"sama-sama" jawab Lulu


"papah!!" teriak Bagas sambil berlari ke arah Damar


"iya sayang" ucap Damar

__ADS_1


"Bagas mau disuapin papah" kata Bagas sambil duduk dipangkuan Damar


"Bagas kan lagi disuapin omah, jadi jangan ganggu papah dulu ya, tunggu sampai papah selesai makan, baru minta suapin ya" Lulu mencoba membujuk Bagas


"gak mau...maunya sekalang" rengek Bagas


"iya sayang... papah akan suapin kamu" kata Damar


"asyik!!" jawab Bagas senang


Setelah selesai makan, Damar pamit pulang.


"papah pulang dulu ya, besok main lagi" kata Damar


"Bagas mau ikut papah" kata Bagas


"Bagas bilang dulu sama mamah ya, kalau boleh nanti papah ajak Bagas kerumah papah" kata Damar


"boleh ga mah"pinta Bagas dengan penuh harap


"jangan dong sayang kasian mamah kalau ditinggal Bagas nanti sedih" kata Lulu


" kan ada omah yang temenin mamah, Bagas janji gak akan nakal ko di lumah papah" kata Bagas


"gimana bu?" tanya Lulu sama Ayumi


"yaudah ijinin aja kasian dia, nanti malam kamu jemput" kata Ayumi


Lulu kemudian menuruti perintah Ayumi.


"iya boleh, tapi nanti malam mama jemput ya" ucap Lulu


Damar kemudian menggendong Bagas menuju ke mobilnya.


Sesampainya di istana Damar kemudian berjalan masuk menuju ke kamarnya.


"rumah papah gede banget ya" kata Bagas sambil berlari kesana kemari


"Bagas tunggu di kamar papah dulu ya, papah mau keluar sebentar jangan kemana-mana" ucap Damar


Damar segera keluar untuk menemui ayahnya Panji Aryowinangun.


Karena berada didalam kamar terlalu lama membuat Bagas bosan, ia kemudian keluar dari kamar Damar Langit.


Ia berjalan sambil melihat-lihat pemandangan di sekitarnya. Bagas berhenti disebuah ruangan yang berisi banyak sekali pernak-pernik kerajaan.


Seperti menemukan mainan baru Bagas pun senang bermain berbagai perkakas dan aksesoris yang ada di dalam museum kerajaan itu.


"mainan papah banyak sekali!" Bagas berdecak kagum


Ketika sedang asyik memainkan berbagai macam senjata kerajaan seorang pengawal kerajaan masuk kedalam museum itu.


"anak siapa itu!!, kenapa dia mengacak-acak semua benda-benda koleksi museum, kalau yang mulia tahu bisa bahaya ini" kata pengawal itu


Ia kemudian segera menangkap Bagas dan membawanya keluar dari museum kerajaan. Bagas terus meronta karena masih ingin main disana.


Karena Bagas sudah kehabisan akal untuk melepaskan diri dari pengawal itu, maka kemudian Bagas segera menggigit lengan laki-laki itu hingga ia kemudian menurunkan Bagas dari gendongannya.


"awww !!!, dasar anak sialan!!!" teriak pengawal itu sambil menurunkan Bagas

__ADS_1


Bagas segera berlari meninggalkan laki-laki itu ketika dia lengah.


"hey tunggu jangan lari kamu!!" kata Pengawal itu sambil berlari mengejar Bagas.


Bagas kemudian masuk kedalam kamar disebelahnya.


Ia kemudian segera bersembunyi dibawah tempat tidur, sehingga pengawal itu tidak berhasil menemukannya. Setelah merasa aman Bagas kemudian keluar dari bawah ranjang.


"aaaaa!!!" seorang wanita berteriak kaget saat melihat Bagas keluar dari bawah ranjangnya


"piss tante!!" ucap Bagas sambil berlari keluar kamar itu


"anak siapa sih, berani-beraninya masuk kekamarku" ucap Candramaya


Bagas melihat pengawal itu masih mondar mandir mencarinya, tiba-tiba seorang gadis kecil melambaikan tangannya padanya.


"sini masuk" ucap Ayu sambil menarik lengan Bagas


"kamu siapa?" tanya Ayu ketika Bagas sudah masuk didalam kamarnya


"aku Bagas, kamu siapa?" jawab Bagas


"aku Ayu" jawab Ayu


"kamu kenapa dikejar-kejar pengawal?" tanya Ayu


"mungkin kalena Bagas ngeberantakin mainan kali" jawab Bagas


"oh gitu, yaudah kamu main sama aku aja" ucap Ayu


"ok" kata Bagas


Kemudian dua anak balita itu bermain bersama.


Candramaya masuk ke kamar Ayu untuk mengajaknya keluar.


"sayang ayo kita pergi?" ajak Candramaya


"iya bunda" jawab Ayu


Ia kemudian berjalan mendekati ibunya.


"Bagas main disini saja, nanti Ayu balik lagi" kata Ayu


"Bagas itu siapa nak?" tanya Candramaya


"dia temen Ayu bun" jawab Ayu


Maya kemudian menghampiri Bagas yang masih asyik bermain.


"hey, bukannya dia anak yang tadi bersembunyi dibawah ranjang ku" kata Maya


"Bagas, ibu kamu dimana, biar tante antar pulang yuk, kasian nanti mereka mencari mu?" tanya Maya


"ibu dilumah tante, lagian Bagas sudah diijinin mamah buat main dilumah papah" jawab Bagas


"papah kamu siapa?" tanya Candramaya lagi


"papah Damar?" jawabnya

__ADS_1


"apa!!!, dia anaknya Damar!!, tidak mungkin,,ini tidak mungkin" ucap Maya tidak percaya


__ADS_2