
"belati ini!!!" kata Arkadewi sambil melotot memperhatikan sebuah belati yang ada dihadapannya
"kenapa benar-benar mirip dengan belati yang ku pesan, dan juga tanda dibelatinya sama seperti yang aku disain, kali ini aku berhadapan dengan seorang yang sangat berbahaya, aku harus lebih waspada. Tapi apa Seno terlibat, karena hanya dia satu-satunya orang kepercayaan ku" batin Arkadewi
Arkadewi segera membalikan badannya, belum sempat ia melangkahkan kakinya, tangan Yudha menariknya.
"mau kemana sayang?" tanya Yudha
"aku mau menemui orang yang sudah memfitnah ku" jawab Arkadewi
"bahaya kalau Dewi sudah mengetahui siapa pemilik belati itu, aku harus mencegahnya" batin Yudha
" jangan pergi dulu sayang, aku masih ingin bersamamu" ucap Yudha untuk menahan Arkadewi pergi
" maaf Yud, aku harus menyelesaikan masalah ini, aku sudah tidak sabar untuk menghabisi nyawa orang yang sudah membuat hidupku tidak nyaman" jawab Arkadewi
Arkadewi kemudian pergi meninggalkan Yudha, sementara Yudha hanya tertunduk lesu karena ia tidak bisa menghentikan Arkadewi.
Sean kembali masuk ke bangsal perawatan Yudha ketika Arkadewi sudah pergi meninggalkan ruangan itu.
"apakah Regi masih ada didepan?" tanya Yudha
"tante Regi sudah pulang yah" jawab Sean
"aku kira ia belum pulang" kata Yudha
" memangnya ada apa yah?" tanya Sean
"oh tidak papa, ayah tadi ingin meminta bantuannya untuk menemui teman ayah" jawab Yudha
"apa perlu Sean telpon tante Regi untuk kembali lagi kesini?" tanya Sean
"tidak usah, sekarang kamu mending balik kekafe, ayah khawatir kafe jadi tak terurus karena kamu menemani ayah terus disini" kata Yudha
"baik yah" jawab Sean sekalian berpamitan kepada ayahnya
Yudha segera mengambil ponselnya dan menghubungi kembali anak buahnya.
"masuklah, semuanya sudah pergi" kata Yudha
Beberapa menit kemudian dua anak buahnya masuk kedalam ruangan perawatannya .
"dari mana kamu yakin kalau dia pelakunya?" tanya Yudha
" kami sudah menyelidikinya dan menemukan bukti-bukti kalau dia pelakunya, jadi kami sangat yakin kalau dia pelakunya tuan" jawab salah seorang anak buahnya
"tapi apa motifnya melakukan semua ini" kata Yudha masih tidak percaya
"kalau untuk itu, tuan bisa menanyakannya langsung pada beliau" ucap anak buahnya
"baiklah sekarang aku mau kalian awasi dia, kalau bisa cari tahu apa motifnya melakukan semua ini" perintah Yudha
"baik tuan" jawab keduanya
__ADS_1
***********
Arkadewi segera menghentikan mobilnya didepan ruang kerja Arga Seno, ia kemudian masuk untuk menemui orang kepercayaan nya itu.
"Seno !!!" teriak Arkadewi memanggil namanya
"ada apa yang mulia datang kemari mencari hamba" kata Argo Seno
Arkadewi berjalan mendekati Argo Seno, ia langsung menarik kerah bajunya.
"bagaimana bisa kau menghianati aku Seno" kata Arkadewi
"apa maksudmu yang mulia, aku tidak mengerti?" jawab Argo Seno balik bertanya
"hmmm, jangan pura-pura tidak mengerti, aku sudah tahu semuanya, kamu yang memesan belati untuk membunuh Damarkan?, lalu kamu memfitnah aku sebagai pelakunya" jawab Arkadewi
"yang mulia dapat berita hoax darimana, aku saja tidak tahu yang mulia memesan belati itu dimana, dan bagaimana bentuknya aku juga tidak tahu" ucap Argo Seno
"mungkin orang itu sengaja ingin membuat yang mulia hancur dengan cara mengadu domba kita berdua, tapi percayalah aku tak ada niat sedikitpun untuk menghianatimu, karena engkaulah yang sudah membuatku menjadi seperti ini, yang mulia juga yang sudah menolong ayahku dari hukuman mati, aku tak akan bisa membalas semua kebaikanmu yang mulia, makanya aku ingin mengabdikan hidupku untukmu, untuk membantumu, karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu" jawab Argo Seno
"kau benar Seno, kenapa aku begitu bodoh" jawab Arkadewi sambil menjatuhkan tubuhnya disofa
"bagaimana kalau kita menemui empu pembuat belati itu, kita tanyakan siapa yang memesan belati itu selain yang mulia" ucap Seno
"baiklah, besok kita pergi kesana" kata Arkadewi
**********
"yang mulia kalau pangeran atau nenek mengetahui apa yang kamu lakukan, mereka pasti marah" ucap Tama
" ya makannya jangan bilang-bilang mereka, cukup kita berdua aja yang tau" jawab
"sekarang aku juga tahu" kata Ganendra yang kemudian duduk disamping Lulu
"kaka!, kapan pulang?" tanya Lulu kaget melihat Ganendra didepannya
"kemarin" jawab Gaga yang kemudian duduk di sampingnya
"kok pulang sih, emang kenapa?" tanya Lulu
"hanya mau mengambil ijazah dan berkas-berkas penting lainnnya" jawab Gaga
" oh gitu, makanya kamu kesekolah hari ini" jawab Lulu
"iya, sekalian aku juga ingin memberi ucapan selamat padamu karena sudah berhasil menjadi peringkat kedua mengalahkan Lingga" kata Ganendra
" iya makasih ka, aku kan sudah janji akan membuatmu bangga, jadi aku sudah penuhi janjiku itu" ucap Lulu
"iya, sekarang apa kamu akan mentraktirku juga? " tanya Ganendra
"yoi, buat ka Gaga apa sih yang gak" jawab Lulu
"bisa aja nih kamu" kata Gaga sambil merangkul Lulu
__ADS_1
"ehemmm!!" teriak Damar yang sudah berdiri didepan mereka
"eh Damar, kamu mau ikutan juga aku traktir?" tanya Lulu
"emangnya dalam rangka apa kamu mau traktir-traktir mereka?" tanya Damar sambil melepaskan tangan Gaga yang merangkul Lulu
"ada deh" jawab Lulu
"dih gitu sekarang mainnya rahasia-rahasiaan sama aku" kata Damar yang sengaja duduk disamping Lulu menggeser posisi Gaga
Gaga hanya tersenyum melihat tingkah laku adiknya itu.
"iya nanti aku kasih tau, sekarang kita kuy aja ke alun-alun buat makan" kata Lulu
"soto!!!" teriak mereka bertiga bersamaan
"iyups" jawab Lulu sambil memamerkan gigi putihnya
"ayo!!" teriak ketiganya
Sementara Gaga berjalan disamping Lulu,ia sengaja berusaha merangkul Lulu namun usahanya selalu digagalkan oleh Damar.
Ganendra terkekeh karena berhasil membuat Damar cemburu.
Begitu juga saat mereka tiba di kedai soto, Gaga dan Damar saling berebut tempat duduk untuk duduk disamping Lulu. Tama dan Lulu hanya mengankat bahu menyaksikan kedua kakak beradik yang sedang berebut bangku itu.
"baiklah mendingan aku duduk didepan Lulu jadi bisa puas makan sambil memandangi wajah Lulu" kata Gaga sengaja membuat panas hati Damar
"tidak boleh, kalau begitu kita pindah saja ke kursi panjang itu, jadi tidak ada yang duduk berhadapan dengan Lulu, dan yang duduk disamping Lulu hanya aku dan Tama, kaka duduk disamping Tama" kata Damar
Gaga hanya tertawa melihat Damar ysng mulai terbakar api cemburu.
*********
Keesokan harinya Arkadewi dan Arga Seno pergi untuk menemui empu Mahesa.
"apa ada orang dari kerajaan yang memesan belati yang sama dengan miliku?" tanya Arkadewi
"ada, tapi maaf yang mulia aku tidak dapat menyebutkan namanya, karena itu sudah menjadi kode etik kami untuk menjaga kerahasian pelanggan kami" jawab empu Mahesa
"baiklah kalau begitu, aku pamit dulu" kata Arkadewi
Mereka kemudian berjalan keluar dari dalam ruang kerja empu Mahesa.
"kenapa yang mulia tidak melihat buku tamu saja, mungkin orang itu meninggalkan jejaknya disana?" tanya Yudha
"tidak mungkin, mana ada penjahat ceroboh seperti itu" jawab Arkadewi
"tunggu yang mulia!" kata seseorang yang menghentikan langkah keduanya
"maaf yang mulia kemarin jepit rambut anda terjatuh, aku sudah memanggil anda tapi anda tak mendengarnya, jadi kuputuskan untuk menyimpannya" kata seseorang sambil memberikan jepit rambut kepada Arkadewi
Arkadewi tersenyum melihat jepit rambut itu, "akhirnya aku tahu juga siapa yang sudah bermain-main dengan Arkadewi, kamu memang ceroboh dari dulu!!" kata Arkadewi sambil menyunggingkan senyumnya
__ADS_1