ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 150 # Kencan


__ADS_3

"tuh kan sekarang kamu mulai berani pegang-pegang aku!!" goda Niken


"astoge!!, maa.maaf" ucap Alfian sambil melepaskan tangannya dari pinggang Niken


"untung gak pegang yang lain-lainnya, bisa bahaya nih" batin Alfian


"hahaha!!" Niken tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi lugu Alfian


"kok Al, lama ya" ucap Ferdan


"kayaknya, beneran yang datang ibu kos deh, udah samperin Rey" ucap Noval


"iyeh, kasian tuh Al, paling belum gajian Al, gece!!" kata Ferdan


Ryan segera bangkit dan berjalan menyusul Alfian.


"hmmm, pantesan lama..ternyata lagi pacaran toh" ucap Ryan


"kalau mau mojok tuh masuk terus duduk, jangan didepan pintu, pamali ngalangin orang jalan aja!!" gerutu Ryan


"tuh dengerin kata temen kamu!!, masa aku masuk saja dari tadi gak boleh" ucap Niken nyelonong masuk dan duduk di sofa


"gara-gara lo Rey, tuh die main masuk-masuk aje" kata Alfian


" emang kenape??" tanya Ryan


"gue gak enak aja Rey kalau ada cewek di kosan gue, takut menimbulkan fitnah" jawab Al


"kalau gak enak buang buang Al, ngapain bingung" balas Ryan


"buang kemana coba, orang dia datang sendiri" ucap Alfian


"yaudahlah, rezeki jangan di tolak, lagian lumayan cakep tuh cewek, dah sikat aja" sahut Ryan


"sikat..sikat lo kira apaan disikat" ucap Al


"yaudah terserah lo aja, gue tinggal yeh biar kalian bisa lebih enjoy lagi" Ryan langsung masuk lagi ke dalam


"haus ni Al, gak ada minuman apa" ucap Niken


"iyeh bentar, gue ambilin" jawab Al


Alfian segera masuk kedalam untuk mengambil minuman.


"cie..cie...yang lagi dikunjungin ibu kos cantik..."ledek Ryan


"sueee lo"


"hahahaha!!"


"oh ternyata ada temen-temen lo Al, pantesan aku gak boleh masuk, lo pasti takut ya kalau gue naksir sama salah satu teman kamu, tenang aja Al, hatiku cuma buat kamu kok" Niken tiba-tiba muncul ke ruangan dalam karena penasaran


"cie...yang dapat lampu ijo.." ledek Alfian

__ADS_1


"uuunch. ..hatiku cuma buat kamu babang Al" goda Ferdan sambil mencium kening Noval


"aku padamu bang Al" jawab Noval dengan nada gemulai


"diih najong!!" jawab Al


"hahahaa!!!" semuanya tertawa melihat ulah Noval dan Ferdan


"kocak banget temen lo, Al" ucap Alya sambil meneguk segelas air darinya


Niken kemudian duduk disebelah Al, namun Al terus menggeser posisi duduknya karena Niken terus mendekatinya.


"li kenapa sih Al, gak mau banget dideketin aku" ucap Niken sedikit kesal karena Al terus menjauhinya


"kita harus jaga jarak satu meter biar aman, inget Social Distancing yang disarankan oleh pak Jokowi" ucap Alfian


"emangnya aku terkena corona apa" cibir Niken


"bukan gitu ken, kita ini kan bukan muhrim jadi harus jaga jarak, lagian apa lo gak takut sama gue kalau nanti gue jahat sama lo gimana?" tanya Al


"gak papa justru itu yang aku mau diapa-apain sama kamu, hihihi" goda Niken sambil tertawa


"diih dasar cewek sarap" jawab Al


Rupanya Niken mendengar ucapan Al, dan dia merasa tidak senang dengan ucapannya.


"yaudah aku, pulang.. sepertinya kamu gak suka banget sama aku, padahal aku seperti itu karena aku penasaran aja sama kamu, aku juga bukan cewek murahan yang sengaja goadain kamu, aku cuma bercanda karena penasaran aja sama kamu, kamu itu beneran gak suka sama aku atau pura-pura jaim, tapi ternyata aku salah lo emang beneran gak suka sama suka aku, maafin aku kalau sudah buat kamu gak nyaman selama ini" ucap Niken yang kemudian meninggalkan Alfian


"maafin aku ya ken, aku gak bermaksud nuduh kamu cewek murahan kok sumpah!!, maafin mulutku yang suka ngomong ceplas-ceplos ini, maklum orang Betawi suka kaya gitu, jangan diambil hati ya, kamu jangan marah ya" Al berusaha membujuk Niken


"iya selow aja" ucap Niken sambil berlalu pergi


"kok pergi sih" ucap Ryan


"dia marah Rey sama gue, gara-gara gue bilang cewek sarap" ucap Alfian


"hmmm, lagian lo sih, ngomong sembarangan kasian tuh anak orang sakit hati, minta maaf lo" ucap Ryan


"udah Rey, tapi dia jawab selow aja, gitu" jawab Al


"yaudah sabar aje, kalau jodoh gak kemana" balas Rey


"lagian lo sih, udah bagus ada cewek cantik suka sama lo, tapi lo berlaga jaim, makanya rasain tuh sekarang dia ninggalin lo kan" vibir Ferdan


"iya..iya ..aku yang salah, udah puas lo" balas Alfian


"belom lah, sebelum lo kejar dia terus minta maaf sama dia, jangan jadi cowok pengecut!!" sahut Ferdan


"udah Ferdan " jawab Al


"ya lagi lah sampai bener-bener dia maafin lo" balas Ferdan


"baik jendral" jawab Al

__ADS_1


***********


Berkali-kali Cindy, mengganti bajunya karena merasa tidak cocok dengannya.


"ini terlalu terbuka, yang ini cupu banget, terua yang ini warnanya norak!!, duh jadi yang mana dong??" ucap Cindy kebingungan


"kamu mau kemana sih sayang, kok baju di lemari sampai kamu keluarkan semua" ucap ibu Cindy yang menghampirinya


"aku mau kencan bu, dan ini kencan pertama Cindy, jadi aku gak mau kecewain pasangan aku, Cindy mau terlihat perfect dimatanya biar dia terkesan sama Cindy" ucapnya


"yang ini bagus, dan sangat cocok buat kamu" ibunya memberikan sebuah gaun berwarna navy blue yang memang cocok dengan kulit Cindy yang putih.


"makasih ya bu, ternyata aku juga suka gaun ini" Cindy memeluk ibunya


Setelah ia merasa siap Cindy segera memesan taksi online untuk mengantarnya ke Alun-alun untuk menemui Tama.


Sesampainya di Alun-alun, Cindy melihat Tama yang sudah menunggunya.


"aku telat ya ka" sapa Cindy


"gak" jawab Tama singkat


"duuh!! kok ka Tama ganteng banget hari ini, apa dia sengaja dandan habis-habisan kaya aku juga!!, duh kenapa jadi deg-degan gini lagi" batin Cindy


"kamu mau kemana?" tanya Tama


"terserah kaka saja " jawab Cindy


"yaudah kita jalan-jalan saja ya, sambil lihat-lihat pemandangan " jawab Tama dan Cindy mengangguk setuju


Tama berjalan menyusuri Alun- alun sambil sesekali berhenti melihat pertunjukan yang ada disana dan terus melanjutkan perjalanannya lagi hingga mereka sampai di Marioboro.


Cindy yang memakai high heels terpaksa melepaskan sepatunya itu, karena kakinya lecet, setelah berjalan cukup jauh mengikuti Tama.


Dengan nafas yang terengah-engah ia coba mengejar Tama yang berjalan begitu cepat hingga membuatnya selalu tertinggal jauh dibelakang.


Karena kelelahan Cindy beristirahat sebentar dan duduk untuk mengatur nafasnya.


"hufft!!!, ini sih namanya bukan kencan, tapi olah raga iya" keluh Cindy


Tama tak menghiraukan Cindy, hingga ia tersadar ketika sudah kembali lagi ke mobilnya dan tidak melihat Cindy dibelakangnya.


"kok, sepertinya ada yang kurang ya" gumam Tama


"astaghfirullah!!, aku lupa....tadi kan aku sama Cindy, terus dimana dia, hadeeh kenapa aku lupa dan meninggalkan dia" Tama segera keluar dari mobilnya dan berlari mencari Cindy.


Sementara Cindy berjalan sambil berurai air mata karena Tama meninggalkannya.


"ka Tama ternyata jahat, dia tega ninggalin aku disini, hiks... hiks" ucap Cindy sambil mengusap air matanya


Tama berdiri di depan Cindy dan memandangi gadis didepannya yang berjalan sambil menangis dan menenteng sepatu high heelsnya.


"maafkan aku ya" ucap Tama sambil mengusap air mata Cindy

__ADS_1


__ADS_2