ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 72 # I Love you my prince


__ADS_3

Damar segera menaruh kopernya, kemudian ia segera masuk kekamar Lulu.


"dasar ceroboh, kenapa kamarnya selalu tidak dikunci, apa kamu sengaja menungguku" kata Damar tertawa kecil


Lulu mulai membuka matanya ia terbangun karena mendengar seseorang yang sedang mandi dikamarnya.


Ia segera turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati kamar mandi, ia bersiap menunggu seseorang yang berada dikamar mandi itu keluar.


Ia sudah memasang kuda-kuda, bersiap-siap untuk menghajar orang itu.


***krieet!!!


Damar membuka pintu kamar mandi dan segera melangkah keluar dari sana.


**bugghhh!!!


Lulu segera melayangkan tinjunya tapi sayang kali ini Damar berhasil menepis pukulannya, ia kembali melayangkan tendangannya, namun lagi-lagi Damar berhasil menepisnya.


"iihhh...siapa sih kamu" kata Lulu kesal karena tak satupun dari serangannya yang berhasil mengenai orang itu


"sekarang kamu gak bisa menghajar aku lagi sayang, kali ini biarkan aku yang menghajar mu" ucap Damar


Ia kemudian membopong Lulu dan melemparkannya keatas kasur


"siapa si lo!!" teriak Lulu


Damar segera mendekatinya dan mengunci kedua tangannya sehingga membuat Lulu tak dapat bergerak.


Damar segera mendaratkan ciumannya kebibir ranumnya.


"Damar!!" kata Lulu


"kok kamu pulang gak bilang-bilang sih" kata Lulu


"kenapa sih kamu selalu saja memukulku, kalau aku datang kekamarmu" kata Damar


"maafkan aku sayang aku gak tau itu kamu, aku kira itu orang jahat" jawab Lulu


"lagian kenapa kamu mandi dikamarku" kata Lulu


"air dikamarku mati makanya aku mandi disini. Satu lagi, kunci pintu kalau mau tidur supaya aman" balas Damar


" kecuali kamu memang sengaja tak menguncinya karena menungguku" kata Damar


"ishh apaan sih kamu" kata Lulu sambil mencubit Pinggang Damar

__ADS_1


"tuh kan nyubit-nyubit, tar kalau aku pengin nyubit balik gimana?" tanya Damar


"cubit aja?" jawab Lulu


"beneran??, jangan nantangin?" Damar balik bertanya


Damar kemudian memiringkan tubuhnya menyilangkan kakinya diatas kedua kaki Lulu.


Ia memandangi wajah istrinya dari dekat.


"kenapa kamu manis banget sih!!, pantesan banyak cowok-cowok yang suka sama kamu" batin Damar sambil mengelus rambut Lulu


"sayang aku belum pernah dengar kamu bilang aku sayang kamu " kata Damar


"diih, kok jadi alay " kata Lulu


"aku pengin dengar sayang, aku mau tau kamu benaran nikah denganku karena sayang atau terpaksa" kata Damar


"duh kok jadi ngomong kek gini sih, ya awalnya gue emang terpaksa nikah sama kamu, tapi lama-lama aku jadi suka beneran sama kamu" jawab Lulu tersipu malu


"beneran??" tanya Damar


"iya !!" jawab Lulu meyakinkan


"coba bilang, aku pengin dengar kamu ngomongnya kaya gimana" perintah Damar


"kok ngomongnya sambil nyubit sih, bukannya dicium" kata Damar


"abis aku gemes sama kamu" jawab Lulu


"aku mau peluk" rajuk Damar


Lulu kemudian memeluk suaminya itu


"cium" pinta Damar manja


Lulu segera mencium pipi Damar.


Damar yang gemas karena Lulu hanya mencium pipinya langsung mencium bibir mungil Lulu.


"kenapa sayang?" tanya Damar ketika tangan Lulu menepis tangannya


"aku masih datang bulan sayang" kata Lulu


Damar mendadak lesu dan menurunkan kakinya dari atas kaki Lulu.

__ADS_1


"hufft kok lama banget sih sayang" keluh Damar


Lulu terkekeh melihat ekspresi kecewa Damar.


"tapi boong " kata Lulu sambil menjauh dari Damar


"hmmm, sekarang mulai nakal ya, awas kamu" kata Damar sambil menangkap Lulu yang menjauh darinya


*********


Sudah dua hari nenek Welas pergi namun belum juga kembali. Sedangkan rapat putusan pengangkatan putra mahkota akan dilaksanakan esok hari.


Diruangan khusus sang Raja tampak sedang berdiskusi dengan Paman Danar Gumilang.


"kenapa ibu pergi begitu lama, apa ada sesuatu yang terjadi dengannya?" tanya Panji Aryowinangun khawatir


"aku rasa tidak, mungkin ada sesuatu yang mengharuskan ia harus lebih lama disana" jawab Danar Gumilang


"tapi kenapa ia begitu lama, padahal ia bilang hanya ingin menemui seseorang?" tanya Panji


" lebih baik aku menghubungi saja, dari pada aku khawatir dengannya" kata Panji yang kemudian menelpon ibunya itu


"halo ibu, apa ibu baik-baik saja" sapa Panji


"iya nak, ibu baik-baik saja, hanya saja ibu mendapatkan kendala ketika mencari bukti yang bisa memperkuat posisi Damar sebagai putra mahkota" jawab Welas asih


" ya sudah ibu kembali saja, untuk keputusan itu kita serahkan saja sepenuhnya kepada para tetua" ucap Panji


"baiklah kalau begitu" jawab Welas Asih


********


Welas Asih sebenarnya kecewa karena tidak dapat membawa hasil tes DNA dari pangeran Yudha.


"maaf yang mulia ibu suri, dua minggu yang lalu ada seseorang yang mencuri hasil tes DNA itu" kata seorang perawat


"apa kamu tahu ciri-cirinya?" tanya Welas Asih


" maaf yang mulia orang itu menutupi wajahnya dengan topeng jadi kami tak bisa melihat wajah atau ciri-cirinya" jawab perawat itu


"baiklah kalau begitu aku permisi" kata Welas Asih sambil meninggalkan klinik itu


"tunggu yang mulia, sepertinya aku ingat, ada seseorang dari istana yang memiliki salinan tes DNA itu, cuma saya lupa siapa namanya, ia dulu hanya mengaku sebagai orang kepercayaan yang mulia" kata perawat itu lagi


Welas Asih masih memikirkan siapa pria misterius yang mengambil salinan tes DNA dan mengaku sebagai orang kepercayaannya.

__ADS_1


"apa Danar yang mengambilnya, tapi tidak mungkin, kalau Danar yang mengambilnya, ia pasti akan memberikannya padaku" batin Welas Asih


"lalu siapa dia??" batin Welas Asih masih penasaran


__ADS_2