
Lulu kemudian bersiap-siap untuk menemui Damar.
"kalau aku ketemu Damar begini dia pasti mengenali aku, terus aku harus gimana?" Ucap Lulu kebingungan
"kalau ada Ayu, pasti dia bisa merubah wajahku menjasi seperti Jukyung Lim" batin Lulu
"kenapa aku gak minta tolong ibu untuk mendandani aku aja ya" kata Lulu
Ia kemudian pergi menemui ibu Ayumi yang sedang menemani Bagas yang sudah tertidur.
"apa ibu bisa make up in aku?" tanya Lulu
Ayumi tersenyum mendengar ucapan Lulu dan kemudian mengangguk pelan.
"apa kau mau kencan?" tanya Ayumi
"tidak bu, aku cuma mau ketemu suamiku" jawab Lulu
"pantesan kamu ingin terlihat cantik" jawab Ayumi
"bukan itu, aku cuma ingin tampil beda agar ia tak mengenaliku" jawab Lulu
"baiklah aku akan merubah mu secantik wanita Jepang" ucap Ayumi sambil terus memoles wajah Lulu dengan make up ditangannya
"sudah selesai" jawab Ayumi
"wow!!, ternyata ibu jago make up juga ya?" Lulu memuji ibunya
"pakai softlens dulu biar terlihat beda" kata Ayumi
"trus itu buat apa bu?" tanya Lulu ketika Ayumi menempelkan sebuah tahi lalat palsu di dagu Lulu
"tuh kan kamu beda banget!!" kata Ayumi
"iya ihhh, hehehehe" kata Lulu sambil terkekeh
" yaudah sekarang kamu bisa pergi, mumpung Bagas tidur, nanti kalau dia bangun minta ikut lagi" kata Ayumi
"iya, tapi aku mau telpon Al dulu, kalau dia gak ngenalin aku berarti Damar juga" kata Lulu sambil mengambil ponselnya
Ia kemudian menghubungi Alfian.
"hallo Al, masih inget aku gak?" tanya Lulu sambil mengerlingkan matanya
"diih, siapa lagi yang kenal lo, pake vc sama gue segala, darimana lo dapat nomor gue?" tanya Alfian ketus
"dih ko kamu lupa sih, bukannya kamu yang kemarin ngasih nomor ke aku ya" kata Lulu mencoba menggoda Alfian
"dasar cewek sarap!!" sahut Alfian yang kemudian matikan ponselnya
Lulu terkekeh melihat ekspresi Alfian.
"yes ternyata berhasil, Al gak ngenalin aku" batin Lulu
"yaudah bu, Lulu pamit ya?" kata Lulu
"iya hati-hati"
Lulu kemudiaan melesatkan motornya menuju ke kampus Damar.
Setelah mencari hampir setengah jam akhirnya Lulu berhasil menemukan kampus Damar juga.
"fiuuh!!, ketemu juga akhirnya!!" kata Lulu
Setelah merapikan penampilannya, Lulu kemudian menghubungi Damar.
"hallo, kamu dimana?, aku udah diparkiran!" kata Lulu
__ADS_1
"yaudah tunggu aja disana, aku akan menemanimu" jawab Damar
Lulu kemudian duduk di motornya sambil menunggu Damar.
"hai!!" sapa Damar
Lulu langsung menoleh kearah suara itu.
"hai !!" jawab Lulu gugup
Ia segera mengeluarkan laptop Damar dari tas ranselnya dan memberikannya pada Damar.
"coba kamu check lagi ketikannya aku takut ada typo" kata Lulu
"baik" jawab Damar
Ia kemudian menyalakan laptopnya dan mengecek satu persatu hasil ketikan Lulu.
"semuanya sudah ok, dan tidak ada typo. perfect!!" ucap Damar
"yaudah kalau gitu aku balik ya" ucap Lulu
"tunggu!, aku mau ngajak kamu makan malam sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantuku" ucap Damar
"gak usah, lagian aku udah kenyang" sahut Lulu
**kruyuk!!
Tiba-tiba tanpa dikomando perut Lulu berdemo karena belum diisi dari siang.
"issh!!, malu-maluin aja ni perut!!" gumam Lulu
Wajahnya langsung merah karena Damar tersenyum mendengar bunyi perut Lulu.
"oh gitu, tapi sepertinya cacing-cacing di perut kamu bilang mereka kelaparan" kata Damar sambil tersenyum
" kita pakai motor kamu aja, tapi aku yang bawa ya?" kata Damar
"baiklah" jawab Lulu yang kemudian memberikan kunci motornya sama Damar
"yaudah ayo kita jalan sekarang" ajak Damar
Lulu segera naik keatas motornya, dan Damar melajukan motornya dengan sangat kencang.
"jalannya pelan-pelan saja!!, bahaya kalau ngebut" kata Lulu
"gak bisa, aku kasian sama cacing-cacing diperut kamu yang sudah kelaparan!!" teriak Damar
"sueee!!" cibir Lulu
"hahaha!!" Damar tertawa mendengar ucapan Lulu
"kamu pasti bukan asli orang Jogja ya?" tanya Damar
"kok tahu?" tanya Lulu
"ya iyalah, dulu istri aku suka ngomong kaya kamu tadi kalau lagi kesel atau marah" jawab Damar
"ternyata lo masih inget kebiasaan gue" batin Lulu
"emang istri kamu orang mana?" tanya Lulu
"Jakarta" jawabnya
Damar kemudian menghentikan motornya didepan kedai soto alun-alun.
"kita makan disini saja ya, kebetulan ini tempat makan favorit istriku " ucap Damar sambil melangkah masuk kedalam kedai itu
__ADS_1
Lulu masih mematung disamping motornya, ia tak menyangka ternyata Damar benar-benar belum melupakannya, walaupun sudah tiga tahun lebih mereka berpisah.
"ayo masuk!!, jangan berdiri saja" teriak Damar di depan pintu kedai
Lulu segera berjalan masuk dan duduk disampingnya.
"itu istriku!" kata Damar sambil menunjuk kearah dinding yang terpasang foto dirinya dan Lulu
"cantik!!, sekarang dia dimana?" tanya Lulu mencoba bersikap tenang
"dia sudah meninggal tiga tahun lalu di Jepang, rencana minggu depan aku ingin mengunjungi makamnya di Jepang" kata Damar sedih
"maaf ya bukan maksud ku membuatmu bersedih" sahut Lulu
"iya tidak apa-apa, oh iya itu pesanannya sudah datang, ayo kita makan!" ajak Damar
Lulu segera memakan soto yang ada dihadapannya.
"ahhh, akhirnya kenyang juga !!" kata Lulu
Damar tersenyum melihat tingkah Lulu.
"kenapa kau begitu mirip dengan Lulu!, bahkan gaya bicara dan gaya makannya pun sama" batin Damar sambil menatap intens wanita disampingnya
Lulu yang merasa diperhatikan tiba-tiba menjadi salah tingkah.
"ada apa?" tanya Lulu ketika Damar hendak menyentuh wajahnya
"ada nasi di bibir kamu" kata Damar sambil menyeka ujung bibir Lulu dengan saputangannya
Lulu buru-buru menepis tangannya.
"udah, biar aku aja" kata Lulu
"oh ya ngomong-ngomong nama kamu siapa?" tanya Damar
"Nunu" jawab Lulu singkat
"aku Damar" kata Damar sambil mengulurkan tangannya
Lulu segera menjabat tangan Damar.
"Nunu"
"namanya Lucu ya" kata Damar
"iya ..banyak yang bilang gitu" jawab Lulu
Setelah selesai makan mereka kemudian berjalan keluar menuju ke parkiran.
"kamu pulang aja duluan, aku akan menunggu Tama yang akan menjemput ku" kata Damar
"oh yaudah aku duluan ya " kata Lulu berpamitan
"iya hati-hati" kata Damar
Lulu kemudian melesatkan motornya meninggalkan Damar.
Beberapa menit kemudian sebuah mobil berhenti didepannya. Damar segera naik ke dalamnya.
"gimana Tam-tam apa kau sudah mendapatkan informasi tentang dokter Rama?" tanya Damar
"sudah, cuma aku masih tidak percaya dengan informasi yang aku dapat" jawab Tama
"maksudnya?" tanya Damar
"jadi menurut data karyawan Rumah sakit, si Rama ini bersekolah di sekolah kita dan lulus bersamaan dengan ka Gaga, tapi disana dia tercatat sebagai seorang yatim piatu" sahut Tama
__ADS_1
"berarti benar dugaan ku, kita haruya mencari bukti lainnya agar bisa membuktikan bahwa Rama adalah Ganendra" ucap Damar Langit