ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 116 #Karena papah Bagas sembuh


__ADS_3

"maafkan mamah sayang, gara-gara keegoisan mamah kamu harus berpisah dengan papah kamu" kata Lulu sambil terisak


Ayumi yang melihat Lulu sedang menangis segera mendekatinya.


"kamu kenapa tidak terus terang saja, Lu?" tanya Ayumi sambil mengusap kepalanya


"kalo aku terus terang kasihan istri Damar yang sekarang bu, apalagi mereka juga sudah mempunyai anak, aku gak tega memisahkan mereka" jawab Lulu


"tapi ini juga bukan kesalahanmu, lagian bukannya para Raja-raja itu memang beristri lebih dari satu ya" kata Ayumi


"iya benar, aku yang tidak mau dimadu, aku tidak rela kalau harus berbagi suami dengan wanita lain, jadi biar Lulu yang mengalah bu" kata Ayumi


" tapi apa benar kalau Damar itu sudah menikah lagi?" Ayumi balik bertanya


"benarlah bu, buktinya dia kemarin beli kado buat ulang tahun anaknya namanya Ayu" jawab Lulu


"coba kau tanya dia langsung, jangan mudah percaya sebelum ada buktinya" ucap Ayumi


"aku malu bu" sahut Lulu


"apa ibu yang tanya sama Damar?" kata Ayumi


"tidak usah bu, biar nanti Lulu aja, tapi bukan sekarang" jawab Lulu sambil mengusap air matanya


********


Tama segera melesatkan mobilnya menuju ketempat Alfian.


***ciiit!!!


Tama menghentikan mobilnya didepan showroom sebuah mobil ternama.


"halo bro apa kabar?" sapa Alfian yang menyambut kedatangan Tama


"baik, kamu gimana Al" tanya Tama


" Alhamdulillah, aku juga baik. Ayo masuk!!" ajak Alfian


Tama segera masuk kedalam ruangan kerja Alfian.


"tambah ganteng aja lo bro?" kata Alfian


"bisa aja kamu" sahut Tama


"keren kamu sekarang Al, udah jadi bos" kata Tama


"gak juga, kamu tuh yang keren" kata Alfian


" aku kan belum kerja masih kuliah, keren darimananya coba" ucap Tama


"kabar anak-anak yang lain gimana?" tanya Tama


"baik, semuanya" jawab Alfian


"oh iya Damar kabarnya gimana?" tanya Alfian


"baiklah" jawab Tama


"maksudnya setelah ditinggal Lulu, apa dia udah nikah lagi??" tanya Alfian


"belum, emangnya kenapa?" tanya Tama


" whaaat!!!, beneran belom nikah?" Alfian balik bertanya


"iya, masa aku bohong, btw aku butuh bantuan mu Al buat nyelidiki seseorang" kata Tama


"busyeet, ternyata Damar belum nikah, gue harus kasih tau Lulu nih" batin Alfian


"siaap mas bro, gue udah kangen jadi detektif-detektifan lagi kaya dulu lagi, eh emang siapa yang mau diselidiki?" tanya Alfian


"cewek yang mirip Lulu, aku takut Lulu masih hidup. Karena cewek ini bener-bener mirip, bahkan pukulannya juga sama" kata Tama

__ADS_1


"memangnya kamu ketemu dia dimana?" tanya Alfian


"di alun-alun, tapi dia udah punya anak, makanya aku ragu juga" kata Tama


"jangan-jangan Tama memang ketemu Lulu" batin Alfian


************


Lulu kemudian kembali ke kamarnya ia melihat Damar tertidur disamping Bagas sambil memeluknya. Ia tak mau kehilangan memori kebersamaan ayah dan anak yang tidak akan pernah terulang itu. Lulu segera mengambil ponselnya dan mengambil gambar keduanya.


**ceklik...ceklik


"semoga foto ini bisa jadi kenangan buat Bagas saat ia dewasa nanti" gumam Lulu


Lulu kemudian membantu Ayumi untuk menyiapkan makan siang di dapur.


" hari ini ibu masak apa?" tanya Lulu


"sop ayam kesukaan Bagas, mungkin kalau aku masakin itu dia mau makan" kata Ayumi


"yaudah aku bantuin yah" ucap Lulu


"bukannya kamu harus ngerjain tugas kuliahnya Damar?" tanya Ayumi


"iya sih, tapi aku males bu" jawab Lulu


"udah kamu kerjakan saja tugas itu, kasian Damar, dia udah bantu kita, sekarang gantianlah kamu bantuin dia" ucap Ayumi


"baik bu" jawab Lulu


Ia kemudian masuk kedalam kamarnya dan mengambil laptop didalam tas kerjanya. Lulu langsung menggerakkan jari jemarinya diatas home key laptop warna putih itu.


Ketika ia sedang serius-seriusnya mengerjakan tugas kuliah Damar tiba-tiba ia kaget karena seseorang memeluknya dari belakang.


"mamah!!" ucap Bagas yang bergelayut manja dipelukkannya


"kamu udah bangun sayang" ucap Lulu sambil mengusap keningnya


"iya, kalena papah Bagas sembuh" jawab Bagas


"memangnya papah ngapain Bagas?" tanya Lulu


"Bagas mimpi papah pulang telus temenin Bagas tidul, dia peluk Bagas mah" ucap Bags


"ya ampun ternyata Bagas benar-benar merindukan papahnya" batin Lulu


Matanya mulai berkaca-kaca mendengar cerita Bagas.


"iyah, terus papah ngapain lagi?" tanya Lulu sambil mengusap air matanya yang mulai menetes di pipinya


"kata papah dia gak akan pelgi lagi, dia mau jagain Bagas mah" ucapnya polos


Lulu tersenyum mendengar ocehan Bagas yang mulai ceria lagi.


"kamu tidak mimpi nak, papah kamu memang ada bersama kamu sekarang" gumam Lulu sambil memeluknya


Damar berjalan keluar dari kamar Lulu.


"pantesan aku cari gak ada ternyata kamu disini toh Bagas" kata Damar sambil duduk disamping Lulu


Bagas segera turun dari pangkuan Lulu dan berpindah ke pangkuan Damar.


"om ganteng mau tidak jadi papahnya Bagas?" tanya Bagas


"iya om mau kok jadi papahnya Bagas, kamu boleh panggil om papah mulai sekarang" jawab Damar


''yeaah asyik, sekarang Bagas punya dua papah" kata Bagas yang kemudian berlarian mengitari Lulu dan Damar


"jangan lari-lari dong sayang kan kamu baru sembuh" ucap Lulu


Bagas kemudian berhenti dan mendekati Damar.

__ADS_1


"makasih ya om udah mau jadi papahnya Bagas" ucap Bagas sambil memeluk Damar Langit


"sama-sama sayang" jawab Damar sambil memeluk Bahas dan menciumnya


"kenapa aku merasa sangat bahagia sekali ketika anak ini memanggilku papah, dan pelukan ini kenapa terasa berbeda" kata Damar dalam hati


"pah, Bagas boleh pinjem pinjem handphone papah, Bagas mau foto papah sama mamah" ucap Bagas


"buat apaan sayang, lagian pake hp mamah juga bisa kan?" tanya Lulu


"Bagas mau kasih tau teman-teman disekolah nanti kalau papah Bagas ganteng, hehehe" kata Bagas sambil tertawa


Damar ikut tertawa mendengar ucapan Bagas.


"memangnya om dokter gak ganteng?" tanya Lulu


"ganteng juga, tapi om ini lebih ganteng, hahaha" kata Bagas


"udah ni pake hp mamah aja, balikin hp om" ucap Lulu


"gak mau mah, hp mamah kan kamelanya jelek" kata Bagas sambil membawa lari ponsel Damar


"ayo papah sama mamah duduknya deketan" ucap Bagas


Keduanya kemudian menggeser posisi duduknya.


"ok, 1,2,3,action!!" ucap Bagas


***ceklik,,,,ceklik


Bagas kemudian membuka galeri ponselnya tapi tidak bisa karena dikunci.


"pah, Bagas mau lihat fotonya tapi gak bisa" kata Bagas sambil memberikan ponselnya pada Damar Langit


Damar kemudian membuka kunci handphone nya dan memberikannya lagi pada Bagas.


"wow kelen!!" ucap Bagas senang


"coba papah lihat" kata Damar


Bagas memberikan ponselnya pada Damar.


Damar tertawa melihat hasil jepretan Bagas.


"hahahaha!!"


"kenapa?, apanya yang lucu" kata Lulu sambil merebut hp Damar dari tangannya


Lulu langsung membulatkan matanya ketika melihat hasil fotonya.


"Bagas kok gitu cuma ambil gambar mamah separuh doank" kata Lulu sambil menyungutkan wajahnya


"hahahah!!, mama malah, kan Bagas cuma mau ambil gambal papah" kata Bagas


"tapi kenapa nyuruh mamah duduk deketan papah" kata Lulu kesal


"bial mamah seneng aja " jawab Bagas


"dasar sueee" ucap Lulu


"yaudah sini Bagas foto lagi" kata Bagas


"gak usah, nanti kaya itu lagi mamah cuma mata satu" dengus Lulu


"yaudah kalo gak mau" kata Bagas


Bagas kemudian melihat-lihat foto digaleri Damar.


"kok ada foto mamah di hp papah" kata Bagas


Damar dan Lulu terkejut mendengar ucapan Bagas keduanya saling berpandangan karena tak percaya dengan ucapan Bagas.

__ADS_1


__ADS_2