
Lulu berjalan menuju kedai soto langganannya, ia memesan dua mangkuk soto plus jeruk anget. Ia terus memandangi fotonya bersama Damar yang terpasang dikedai itu.
"andaikan kita masih bersama mungkin sekarang saat yang menyenangkan untuk kita karena sebentar lagi kita akan punya anak sayang" batin Lulu
"hey, mbaknya mirip sekali dengan putri Lulu yang sudah meninggal" kata seorang pemilik warung soto
"cuma mirip saja pak" jawab Lulu
"hmmm, beneran seperti pinang dibelah dua" kata pemilik warung itu lagi
"oh ya pak, kalau daerah sini ada rumah yang disewakan atau dikontrakkan tidak?" tanya Lulu
"kalau disekitar sini tidak ada mbak, kalaupun ada ya harganya mahal. Kalau mbaknya mau, cari aja di dekat rumah saya nanti saya minta anak saya untuk mengantar mbaknya ke sana" ucap laki-laki itu
"oh iya ..terima kasih banyak pak" jawab Lulu
Setelah selesai makan Lulu diantar oleh anak dari pemilik warung soto untuk mencari kontrakan.
"hmmm, akhirnya dapat kontrakan juga!!. Walaupun kecil, setidaknya cukup untuk kita berdua ya bu" kata Lulu
Ayumi mengangguk mendengar ucapan Lulu.
"sekarang kamu istirahat, kasian bayimu" kata Ayumi
"iya ibu" kata Lulu
Ia kemudian merebahkan tubuhnya ke ranjangnya.
"apa aku harus memberi kabar pada ibu dan Ayu kalau aku masih hidup?" batin Lulu
"tapi nanti mereka sedih lagi kalau mereka tahu aku masih hidup terus lagi hamil, tapi Damar udah nikah lagi. sudahlah mending aku gak usah ngabari mereka, aku akan memulai kehidupan baru bersama calon anaku dan juga ibu Ayumi disini" kata Lulu lirih
***Tiga tahun Kemudian
Hari ini Lulu sengaja tidak masuk kerja karena harus mengantar ibu Ayumi untuk berobat.
"sayang tunggu disini dulu ya sama oma, ibu mau ambil obat dulu" kata Lulu pada Bagas
Ia kemudian berjalan menuju ke apotek untuk menebus obat, tapi betapa terkejutnya ia ketika ia kembali Bagas sudah tidak bersama Ayumi.
"Bagas kemana bu?" tanya Lulu pada Ayumi
"tadi dia disini, tapi tadi ibu ngantuk jadi maaf ibu tidak tahu dia dimana" jawab Ayumi
Lulu segera berkeliling ruangan untuk mencari Bagas.
"kamu dimana nak" kata Lulu sedih
"ibu kenapa?" tanya seorang office boy
"saya sedang mencari anak laki-laki berumur dua tahun dengan rambut ikal sebahu, apa bapak melihatnya?" tanya Lulu
"oh iya, tadi aku melihatnya masuk keruangan dokter spesialis anak" jawab office boy
"dimana ruangannya?" tanya Lulu lagi
__ADS_1
"ibu lurus saja, terus mentok belok kiri" jawabnya
Lulu segera berlari menuju keruangan itu.
Benar saja ia mendapati Bagas sedang mengacak-acak ruangan kerja dokter spesialis anak.
"Bagas ayo pulang!!" panggil Lulu
"tidak apa-apa ibu, biarkan saja ia bermain" kata seorang laki-laki yang baru selesai memeriksa pasien
"maaf ya dok, anak saya sudah membuat berantakan ruangan dokter" kata Lulu sambil membereskan meja kerja yang berantakan
"tidak apa-apa ibu, wajar saja anak seumuran dia memang lagi aktif-aktifnya " kata dokter itu sambil membantu Lulu merapikan meja kerjanya.
"papah, aku mau itu" kata Bagas sambil menarik-narik baju dokter Rama dan menunjuk sebuah boneka beruang
Rama kemudian menggendongnya dan memberikan boneka beruang padanya.
"kamu lucu banget sih, apalagi rambutnya yang ikal nambah bikin gemes" kata dokter Rama sambil menciumi Bagas dengan gemasnya
Ketika Lulu ingin mengambil Bagas dari gendongan dokter Rama, matanya menatap intens lelaki yang ada dihadapannya. Begitu juga Rama yang tak berkedip melihat wanita dihadapannya.
"ka Gaga!!, dia mirip sekali dengan ka Gaga, tapi tidak mungkin ka Gaga sudah lama meninggal" batin Lulu
"Lulu!!" kata Rama
"bagaimana dokter bisa tahu namaku?" tanya Lulu
"hmmm, wajahmu begitu mirip dengan putri Lulu " kata Rama
"dokter juga sangat mirip ka Gaga, eh maksudnya pangeran Ganendra" kata Lulu
Ia kemudian mengambil Bagas dari gendongan Rama dan segera keluar dari ruangan itu.
"terima kasih dok, maaf sudah membuat berantakan ruangan ini" Lulu berpamitan dan pergi meninggalkan dokter Rama
"kenapa dia sangat mirip sekali dengan Lulu, dan juga kenapa ia memanggilku ka Gaga, panggilan ini hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja" kata Rama curiga
"apa dia juga belum meninggal seperti diriku?" tanyanya dalam hati
"syukurlah akhirnya bagas ketemu" kata Ayumi ketika melihat Lulu dan Bagas menuju kearahnya
Mereka kemudian meninggalkan rumah sakit menggunakan sebuah taksi.
Rama yang penasaran dengan Lulu mengikutinya hingga kerumahnya.
"dia tinggal disini rupanya!!, baiklah aku akan segera tahu siapa kau sebenarnya" kata Rama
*********
Sementara disela-sela kesibukannya seorang anak kecil menghampiri Damar Langit.
"Romo!!!" teriak gadis kecil itu
Damar kemudian mengangkat gadis kecil itu kepelukannya.
__ADS_1
"cantiknya Romo udah mandi belum?" tanya Damar
"udah dong, romo tuh yang belum mandi bau tau" kata gadis kecil itu sambil menutup hidungnya
"uhhh, gemes banget sama Ayu" kata Damar sambil menciumi balita itu
"Ayu ayo turun!!, jangan ganggu Romo" teriak Candramaya yang segera mengajaknya meninggalkan Damar
"senengnya kalau punya anak lucu kaya Ayu" kata Damar
"makanya kamu juga buruan nikah lagi!, lagian sudah lama kamu sendiri apa tidak sebaiknya segera mencari pendamping hidup, lagian mana ada Raja duda, kamu harus segera move on bro" kata Sean
"iya sih, tapi entah mengapa aku merasa Lulu masih hidup dan masih menunggu ku" kata Damar Langit
"yaudahlah nanti aku kenalin sama temen aku, cantik banget orangnya " kata Sean
"memangnya aku ini tidak bisa cari sendiri apa sampai harus minta bantuan kamu untuk mencari seorang wanita untuk ku" kata Damar
"maaf kanda, just joke, hehehe" jawab Sean sambil tertawa kecil
Damar kemudian pergi meninggalkan Sean.
"yang mulia, anda harus pergi untuk menggantikan yang mulia raja untuk menghadiri rapat bersama dengan para tetua" kata Danar Gumilang
"baik paman, tapi aku harus mandi dulu, nanti aku akan segera menyusul kesana" kata Damar
"baik yang mulia aku menunggumu disana" jawab Danar Gumilang
Setelah selesai mandi Damar bergegas menghadiri rapat bersama tetua.
"aku bangga padamu yang mulia, semakin hari kau semakin terlihat bijaksana dan berwibawa, aku yakin para tetua akan setuju untuk mengangkat mu menjadi raja kerajaan Arjowinangun menggantikan ayahmu, yang sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merawat Arkadewi" kata Danar Gumilang
"oh iya paman, aku ingin mengajak Tama untuk menjenguk bunda Arkadewi" kata Damar Langit
"tentu saja, kau tinggal menelponnya saja" ucap Danar Gumilang
Damar kemudian segera menghubungi Tama dan mengajaknya pergi kerumah sakit untuk menjenguk Arkadewi.
Semenjak Ganendra meninggal, Arkadewi menjadi terguncang jiwanya sehingga ia harus dirawat di rumah sakit jiwa untuk memulihkan kondisinya.
Sesampainya dirumah sakit Damar melihat Arkadewi dari kejauhan, ia tak mau membuatnya berteriak histeris karena melihat wajahnya. Arkadewi memang masih membencinya bahkan sampai dia gilapun ia tetap membenci Damar Langit.
Mata Damar Langit tertuju pada seorang dokter muda yang dengan setia menyuapi Arkadewi.
"siapa dokter itu, mengapa setiap kali aku datang kesini aku selalu melihatnya sangat telaten merawat Arkadewi dan sangat peduli kepadanya" batin Damar Langit
Damar kemudian mengikuti dokter itu setelah ia selesai menyuapi Arkadewi.
"dokter tunggu!!" teriak Damar Langit ketika melihat dokter itu lewat dihadapannya
"ada yang bisa saya bantu?" sapa dokter itu Ramah
"kaka!!" teriak Damar yang terkejut melihat sosok yang berdiri dihadapannya
"iya ada yang bisa saya bantu yang mulia" kata dokter Rama berusaha bersikap tenang agar Damar tidak curiga
__ADS_1