ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 50 #hari yang melelahkan


__ADS_3

Pagi hari bu Siti datang kerumah sakit, Ia menyuruh Lulu dan Damar untuk pulang kerumah, ia akan bergantian menjaga suaminya.


Lulu segera membangunkan Damar dan pulang kerumah.


Sesampainya dirumah Lulu segera menuju ke meja makan, dibukanya tudung saji diatas meja makan.


"hmmm, hari ini ibu masak sayur asem, sambal, ikan asin, wah!!, ada jengkol juga, yummy!! " kata Lulu yang kemudian menjilat air liurnya


Ia kemudian mengajak Damar dan Tama untuk sarapan bersama.


Lulu segera menuangkan nasi keatas piring Damar, ini kali pertamanya Damar menikmati hidangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"gimana?, enakan? " tanya Lulu


Damar mengangguk sambil terus menikmati hidangan yang ada dihadapannya. Entah karena lapar atau memang enak, Damar menambah nasinya hingga tiga kali. Begitu juga dengan Tama.


"gak nyangka yah ternyata seorang pangeran doyan banget sama jengkol, sampe nambah tiga piring, hahaha" kata Lulu sambil tertawa


"oh yang bulat-bulat dicabein itu namanya jengkol ya, enak banget " puji Damar


"iyups, tapi nanti kamu harus banyak-banyak makan permen, biar gak bau mulut" kata Lulu


Damar kemudian mencoba mencium, nafasnya. Ia langsung menjulurkan lidahnya ketika mengetahui bau nafasnya yang sungguh tidak enak. Ia dan Tama segera berlari kekamar mandi untuk menggosok giginya. Sementara Lulu hanya terkekeh melihat kelakuan Damar dan Tama.


Dreet.. dreeet... dreet!!


Lulu segera mengabil ponselnya.


"halo, bu" kata Lulu


"halo nak, ayo segera kamu kerumah sakit, bapak manggil-mangil kamu terus" kata bu Siti


Lulu segera kembali kerumah sakit.


Ia segera menghampiri ayahnya yang melambai lemah kearahnya.


"Lulu" panggil pak Joko lirih


"iya pak, ini Lulu " kata Lulu sambil mendekat kearah pak Joko


"Bapak nitip Ayu dan ibu, jangan kecewakan bapak" kata Pak Joko Lirih


"iya pak, Lulu akan jalanin semua nasihat bapak" kata Lulu sambil memeluk ayahnya


Tak berapa lama tiba-tiba pak Joko menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Lulu.


"inna lillahi wa inna Ilaihi rojiun" kata Lulu lirih

__ADS_1


Ia kemudian membaringkan tubuh ayahnya dan menutupinya dengan kain putih.


Tangisnya seketika pecah sambil meneluk ibu dan adiknya. Damar berusaha menenangkan Lulu yang sangat terpukul dengan kepergian ayahnya. Tama segera mengurus semua administrasi rumah sakit, sedangkan Damar dan Lulu mendampingi jenazah pak Joko yang dibawa ambulance menuju kerumahnya.


😭😭😭😭


Setelah selesai pemakaman, Lulu kembali kerumahnya. Ia kemudian membereskan semua barang-barang milik ayahnya.


Lulu menatap sebuah foto usang dirinya yang sedang digendong ayahnya ketika usianya masih balita.


"bapak, Lulu janji akan melaksanakan semua nasihat bapak, aku akan buat bapak bangga " kata Lulu lirih


Ia kemudian mengusap air matanya yang mulai jatuh membasahi pipinya. Ia harus terlihat tegar agar ibu dan Ayu juga tegar seperti dirinya.


Keesokan Paginya Lulu, berpamitan kepada Ibunya. Ia harus kembali lagi ke Jogjakarta.


"ibu, Lulu pamit ya? " kata Lulu berpamitan


"iya nak, hati-hati dijalan" jawab bu Siti


Lulu kemudian memeluk ibunya, dan mencium tangannya.


"mbak pulang dulu ya dek, jaga ibu " kata Lulu yang kemudian memeluk Ayu


"iya mbak, hati-hati " jawab Ayu


********************


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Lulu sampai juga di halaman Rumah nenek Welas. Ia segera merebahkan tubuhnya diatas kasur dan melepaskan penat selama perjalanan pulang.


Sementara Damar masih harus mengerjakan semua pekerjaannya yang ia tinggalkan selama menemani Lulu di Jakarta.


Lulu mulai membuka matanya ketika seorang dayang memasuki kamarnya.


"ada perlu apa kau kemari" kata Lulu


Dayang itu langsung tersentak kaget melihat Lulu yang terbangun dari tidurnya.


"aa... tidak yang mulia, saya hanya ingin membersihkan kamar anda saja" jawab Dayang itu gugup


Ia segera pergi dari kamar Lulu, setelah selesai mengerjakan pekerjaannya.


"huufftt!!, untung dia tidak curiga" kata dayang itu sambil melangkah keluar


Lulu segera bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi. Ia berencana mengajak pergi Damar ke Alun-alun, sembari mampir kekedai soto langganannya. Ia kemudian masuk kedalam kamar Damar, dilihatnya Damar yang sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen.

__ADS_1


"kamu sibuk ya? " tanya Lulu yang berdiri disamping Damar


"iya, ada apa? " Damar balik bertanya


"emmm, tadinya aku mau ajak kamu makan diluar, tapi kamu lagi sibuk, jadi gak jadi dech" kata Lulu menyungutkan wajahnya


"kalau aku maunya makan kamu sayang" kata Damar yang mulai mendorong tubuh Lulu kedinding kamar


Ia segera menaruh lengannya disamping lulu, membuat Lulu langsung menyipitkan matanya.


"ingat nanti nenek marah" jawab Lulu


"sudah tau begitu, kenapa kau malah mengodaku" kata Damar yang mulai mendekatkan bibirnya


Lulu langsung memejamkan matanya, ia tahu kalau Damar tidak bisa menerima penolakan.


Baru saja Damar mencium lembut bibir pink Lulu, tiba-tiba paman Danar muncul dari balik pintu.


"upss, maaf " kata Paman Danar yang kemudian mengurungkan niatnya masuk kekamar Damar


Damar segera mengakhiri pagutannya. Lulu segera berlari keluar dengan wajahnya yang masih merona.


"ada apa paman? " kata Damar


"lain kali, tutup pintu dulu kalau mau bercinta" Danar Gumilang memberinya Nasihat


"ohh, itu tadi, aku minta maaf paman" jawab Damar dengan muka merahnya


"untung bukan nenek yang datang, bisa habis dihukum kau" goda paman Danar


"apa dokumennya sudah selesai? " tanya Paman Danar lagi


"belum paman, sebentar lagi" jawab Damar Langit


"baiklah, aku akan menunggunya" jawab Danar Gumilang


Damar segera menyelesaikan pekerjaannya. dan menyerahkannya kepada Paman Danar Gumilang.


**************


Sepulang sekolah Lulu dikejutkan dengan Tama yang langsung menariknya tangannya menuju kemobilnya. Ia segera melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"ada apa sih?, kenapa kamu buru-buru sekali?" kata Lulu yang ketakutan karena Tama mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat.


Lulu melihat ada dua mobil yang berusaha mengajar mobil Tama, sehingga membuat Tama semakin kencang melajukan mobilnya.


***ciiit...!!!,

__ADS_1


Terrjadi kejar-kejaran antara mobil Tama dan dua mobil yang ada dibelakangnya, membuat Lulu terus memegang erat pada kursi tempat duduknya, dia sesekali memejamkan matanya karena takut.


__ADS_2