ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 109 #Drama Alfian


__ADS_3

Lulu menundukkan kepalanya ketika berjabat tangan dengan kepala bengkel itu.


"dia Lulu, yang akan menjadi guide bapak hari ini untuk lebih mengenali showroom ini" kata Pak Margo


Lulu kemudian mengangkat kepalanya dan melempar senyum kepadanya.


Ada yang berbeda ketika netra mereka saling bertemu.


"Lulu!!" teriak Alfian


"Alfian!!" jawab Lulu


"apa kalian saling mengenal?" tanya Margo


"tentu, dia mantanku pak" kata Alfian sambil mengerlingkan matanya pada Lulu


"diih!!, sok kenal!" dengus Lulu seraya meninggalkannya


Alfian mengejar Lulu yang masuk kedalam showroom.


"Lulu!!, tunggu!!" teriak Alfian


"anda salah orang pak Alfian, aku bukan Lulu temanmu" kata Lulu ketus


"aku tidak akan salah Lu, lagian siapa coba yang bilang kamu temenku, kan tadi aku bilang kamu mantanku" kata Alfian


"diih najong!" cibir Lulu


"tuh, kan mana ada orang Jogja yang bilang najong kecuali Nuzulul Hidayah yang aku kenal, dan tidak ada orang yang begitu mirip di dunia ini Lu, bahkan anak kembar identik pun ada perbedaannya" ucap Alfian


"Aku tahu kalau kabar yang beredar menyatakan kalau kau sudah meninggal di Jepang, tapi aku tidak pernah percaya sebelum melihat jasadmu, kau tidak perlu berbohong padaku Lu, sebenarnya ada apa hingga kau tak mau kembali ke istana ceritakan semuanya padaku, aku janji akan menjadi pendengar setiamu" kata Alfian


"maaf anda salah pak aku bukan Nuzulul Hidayah, aku Lulu " jawabnya terus menutupi identitasnya


Alfian hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Lulu, karena ia sangat gemas dengan tingkah Lulu Alfianpun langsung memeluknya.


Lulu kemudian menyikutnya, dan Alfianpun langsung melepaskan pelukannya.


"tidak salah lagi, bahkan sikutanya masih sama seperti lima tahun yang lalu" ucap Alfian sambil meringis menahan sakit


**brughh!!!


Alfian jatuh tidak sadarkan diri, Lulu segera berlari mendekatinya.


"Al, bangun Al!!, bangun!!" kata Lulu sambil menepuk-nepuk wajah Alfian


"Al, bangun!!, maafkan aku, aku tidak tahu kalau kau akan pingsang, iih bangun dong Al, jangan membuatku khawatir" kata Lulu sambil berusaha membangunkan Alfian


Lalu tak berapa Lama pak Margo pun datang.


"pak Alfian kenapa Lu, kok pingsang?" tanya Margo


"iya aku cuma menyikutnya pelan, tapi dia malah pingsan" jawab Lulu


"duh!!, kenapa kamu masih tetap seperti preman sih, kan sudah aku bilang jadilah feminim untuk hari ini saja, tapi kau malah mengacaukan rencanaku!!, sekarang ambil obat P3K!!" titah Margo


Lulu segera berlari untuk mengambil kotak P3K, dan menyerahkannya pada pak Margo.


"kamu ambil minyak kayu putih terus oleakan ke hidung dan pelipisnya" titah pak Margo


Lulu langsung melaksanakan semua perintah pak Margo.


"kau tunggu dia sampai siuman ya, aku ada tinggal dulu karena ada tamu dari pusat" ucap Margo

__ADS_1


Lulu kemudian membuka jemari Alfian yang mengepal kemudian ia membalurinya dengan minyak kayu putih karena tangannya sangat dingin.


"kamu sebenarnya sakit apa sih Al sampai pingsan segala" kata Lulu sambil terus memijat-mijat telapak tangannya.


**Grep!!!


Tiba-tiba tangan Alfian menggenggam jemari Lulu.


"kalau kamu bukan Lulu temanku, tidak mungkin kau sekhawatir ini padaku" kata Alfian


"kamu sebenarnya pingsan beneran atau bohongan sih?" tanya Lulu kesál


"kamu harusnya tahu mana yang bohongan mana yang beneran?" Alfian balik bertanya


"kamu kenapa sampai pingsan gitu?" tanya Lulu


"lo jawab dulu kamu beneran Lulu kan?" tanya Alfian


"iya!!, udah puas sekarang!" gerutu Lulu


"iya aku lega sekarang karena tidak sia-sia aku minta mutasi ke Jogja, hanya untuk bisa bertemu dengan mu dan ternyata menjadi kenyataan. aku sangat bahagia Lu, bisa ketemu lo lagi" kata Alfian


"udah sekarang jawab kenapa bisa pingsan?" tanya Lulu


"oh itu, mungkin karena aku belum sarapan kali" jawab Alfian sambil tersenyum


"tidak mungkin, tuh lihat wajahmu sampai pucet kaya gitu!" kata Lulu sambil memberikan cermin pada Alfian


"gue masih ganteng kan Lu?" tanya Alfian


"diih kepedean!" jawab Lulu


"hahaha!!" Alfian tertawa mendengar jawaban Lulu


"udah mendingan kita ke dokter dulu, buat memeriksakan kesehatan mu" ucap Lulu sambil menarik lengannya


"yaudah aku beliin sarapan di kantin abis itu kita ke dokter ya?" ucap Lulu


"iya, aku mau nasi uduk pake jengkol ya" jawab Alfian


"mana ada, udah seadanya ada. Jangan protes!" kata Lulu


Ia segera pergi kekantin untuk membeli sarapan untuk Alfian.


"cepet banget Lu" kata Alfian


"kasian kalo lama-lama, lo bisa mati!" jawab Lulu ketus


"diih jahat banget sih" kata Alfian


"biarin, nih buruan makan !" kata Lulu


"gak mau ah!" ucap Alfian


"makan ga!!, kalau gak mau aku hajar lagi nih!" ancam Lulu


"diih galak banget Lu, aku takut ah" goda Alfian


"buruan!!" teriak Lulu lagi


"aku gak mau makan kalau gak disuapin" kata Alfian sambil memalingkan wajahnya


"kalau bukan lo atasan gue, udah gue bantai lo Al!!" gumam Lulu

__ADS_1


"diih sejak kapan Alfian sang jenderal jadi manja?" tanya Lulu


"mulai hari ini" jawab Alfian dengan senyum manisnya


"ya Allah berilah aku kesabaran untuk menghadapi mahluk ini" kata Lulu


Alfian terkekeh mendengar ucapan Lulu.


Lulu segera mengambil sesendok nasi dan menyuapinya.


"kamu gak makan Lu?" tanya Alfian


"aku udah kenyang melihat akting mu hari ini" cibir Lulu


"akting !!!, emang lo kira gue artis?" tanya Alfian


"iyalah lo kan artis lenong" jawab Lulu


"sueee!" jawab Alfian


Giliran Lulu yang tertawa geli mendengar jawaban Alfian.


Setelah selesai makan menyuapinya, Lulu kemudian mengajak Alfian pergi ke klinik yang tak jauh dari bengkel tempat kerjanya.


Dokter segera memeriksa Alfian, yang sudah berbaring di brankarnya.


"apa kamu sering mengalami kejadian seperti ini?" tanya dokter


"sering dok, bahkan beberapa hari ini aku sering sekali pingsan tanpa alasan" jawab Alfian


"apakah anda seorang perokok berat?" tanya dokter


"benar dok, bahkan aku sudah mulai merokok sejak kelas dua SD" jawab Alfian


"oh pantas, mulai sekarang kamu harus mengurangi rokok dan minuman beralkohol, karena kamu mengalami kerusakan sel hati, dan itu sangat berbahaya jika dibiarkan akan mengakibatkan kematian" kata dokter


"baik dok, aku akan berusaha mengurangi rokok, tapi apa aku masih bisa sembuh?" tanya Alfian


"aku tidak bisa menjamin, tapi cobalah memeriksakan lagi keadaan mu pada dokter spesialis, mungkin kau bisa mendapatkan jawaban untuk pertanyaan mu itu" jawab dokter


"baik dok"


Alfian segera keluar dari dalam ruang pemeriksaan.


"kamu sakit apa Al?" tanya Lulu penasaran karena Alfian diperiksa cukup Lama


"cuma kecapean Lu, kalau sudah istirahat dengan cukup juga pasti sembuh" kata Alfian


"oh gitu, berarti kamu harus pulang dong sekarang?" tanya Lulu


"iya, dan kamu juga" kata Alfian


"kan kamu yang menjadi guide ku hari ini, jadi kalau aku pulang ya kamu harus pulang" kata Alfian


"oh yaudah aku ambil motor dulu di bengkel" kata Lulu


"tidak usah, motormu tinggal saja di bengkel, biar aku yang mengantarmu pulang sekalian aku mau tahu dimana kamu tinggal" ucap Alfian


Mereka kemudian segera masuk kedalam mobil, dan Alfian segera melakukannya menuju rumah Lulu.


"mamah!!!" teriak Bagas saat melihat Lulu turun dari mobil Alfian


Lulu segera menangkap Bagas yang berlari kearahnya dan menggendongnya.

__ADS_1


"dia anakmu Lu?" tanya Alfian


"iya dia anaku" jawab Lulu sambil menciumi buah hatinya itu


__ADS_2