ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 143 # Penasaran


__ADS_3

"bener-bener tipe aku banget, sudah ganteng, macho jago berantem lagi" batin Niken


Malam semakin larut, Rembulan bersinar terang menerangi kota Jogjakarta yang sebagian besar penduduknya sudah terlelap. Suara jangkrik menambah syahdu malam yang bertabur gemerlap bintang.


Meski malam ini langit begitu indah tapi tidak begitu dengan Niken, gadis itu tampak gelisah, matanya tak dapat terpejam karena masih memikirkan seseorang yang masih mengganjal pikirannya.


"kenapa sampai sekarang dia tidak nelpon aku juga sih, diih benar-benar cowok yang aneh, biasanya semua cowok yang bertemu dengan aku langsung meminta nomorku tapi dia enggak, biasanya kalau sudah ku berikan nomorku pasti pada nelponin aku mulu, tapi Al boro-boro, apa aku telpon dia duluan ya?" tanya Niken


"isshh!, kenapa aku jadi penasaran banget sama dia,?" ucap Niken


Akhirnya lama-kelamaan Niken tertidur pulas karena kantuk yang mulai menyerang.


Minggu pagi yang cerah Alfian dan kawan-kawannya menuju ke Alun-alun untuk berolahraga pagi sekaligus mencari kuliner pagi disana.


"ahhh!, zegaar!!" Ryan meneguk sebotol air mineral dingin setelah berlari mengitari alun-alun, tubuh atletisnya terlihat jelas karena ia hanya mengenakan singlet dan celana boxer saja.


"awww!!" seorang wanita jatuh tersandung didepannya, ia segera membantunya untuk bangun


"kau tidak apa-apa?" tanya Ryan


"gak papa, terimakasih ya" ucap wanita itu


"Miss Zahra?? " Ryan kaget ternyata ia bertemu dengan wanita yang selama ini ia rindukan


"eeh kamu Rey, ngapain di Jogja?" tanya Zahra


"lagi liburan miss, miss sendiri kenapa sendirian??, suaminya mana?" tanya Ryan


"oh mas Bayu lagi dinas diluar kota, jadi ya aku pulang kampung dulu untuk melihat ayah dan ibuku" jawab Zahra


"jadi..miss orang Jogja toh, boleh dong nanti Rey main ke rumah miss?" matanya berbinar ketika mendengar Zahra memiliki rumah si Jogja


"oh ya Miss, Rey gak sendirian lho ada Ferdan, Alfian, Noval dan Lulu juga" Rey sangat bersemangat


"senengnya lihat kalian selalu akur, yaudah miss duluan ya" Zahra seperti orang yang buru-buru


"kenapa buru-buru miss, gak mau ketemu anak-anak dulu, mereka ada disana" Rey menunjuk kearah teman-temannya yang sedang berkumpul


"lain kali saja ya, miss lagi buru-buru soalnya" jawab Zahra


"eh tapi miss sehat kan?" Ryan memperhatikan wajah Zahra yang terlihat pucat


"iya dong, memangnya aku terlihat seperti orang sakit ya?" tanya Zahra


"iya, miss pucet banget" jawab Ryan


"oh...mungkin karena kurang tidur kali, yaudah aku duluan ya, assalamualaikum" Zahra meninggalkan Ryan dengan langkah gontai


"sepertinya ada yang tidak beres dengan miss?" gumam Ryan


Ia kemudian menghampiri teman-temannya yang masih asyik bercanda.

__ADS_1


"pulang yuk" Ryan mengajak teman-temannya pulang


"makan dulu lah kita, baru pulang" ucap Alfian


"yaudah kuy" ucap Ryan menarik lengannya


"aku gak ikut ya gengs, aku mau berduaan dulu ama ayang beb, nanti baru nyusul kesana" ucap Lulu


"iyeh, santuy" jawab Ferdan


Mereka kemudian berjalan ke arah kedai soto yang memang tidak jauh dari alun-alun.


"lo kenapa Rey kok kaya lagi mikirin sesuatu?" tanya Alfian


"gue tadi ketemu Miss, tapi dia kaya lagi ada masalah gitu, wajahnya pucat terus tatapan matanya kosong" ucap Ryan


"dimana?!" tanya Ferdan


"disini tadi" jawab Ryan


"oh..kirain di mimpi Rey, hihihi" goda Ferdan


"suee lo" kata Ryan


"hahahah!!, serius amat lo" ledek Ferdan


"eh gue tinggal beli rokok bentar ya" Ryan memisahkan diri dari teman-temannya


"bukannya itu mas Bayu, suaminya miss ya, kok ada disini sih, katanya lagi diluar kota, trus cewek yang sedang sama dia siapa??, kok mesra banget?" tanya Ryan dalam hati


Ia berjalan mendekati pasangan kekasih yang sedang duduk tak jauh darinya.


Bayu menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya, ia segera menatap laki-laki yang berdiri di depannya.


"eeh kayaknya aku kenal sama anak ini " kata Bayu


"tentu saja gue sempat menghajar lo, di kafe tiga bulan lalu" jawab Ryan


"oh iya aku ingat, lo muridnya Za yang naksir sama dia kan?" tanya Bayu


"iyeh, dan gue gak nyangka ternyata lo masih sama kaya dulu, masih suka selingkuh" jawab Ryan


"gimana gue gak selingkuh coba, punya istri tapi gak bisa muasin suami, dia itu cuma kaya pohon pisang kalau di ranjang ga ada gairahnya sama sekali, makanya gue cari kepuasan dari wanita lain, kalau lo mau ambil aja, gue udah cerain dia tadi pagi, gue udah males sama cewek sok suci yang bisanya cuma nangis doang, lo masih suka kan sama dia, ambil tuh bekas gue" ucap Bayu


**buuughhh!!


Ryan langsung menghajar Bayu, hingga lelaki itu jatuh tersungkur di tanah.


"lelaki brengsek kaya lo emang gak pantes buat miss, nyesel gue gak kasih tahu ke dia dari awal kalau lo itu tukang selingkuh" ucap Ryan


"hahaha!!" Bayu tertawa mendengar makian Ryan

__ADS_1


"memangnya gue gak tahu kalau kalian juga berselingkuh di belakang gue, sudah ngapain aja lo ama Za sampe lo bela-belain dia setengah mati, pasti kalian udah pernah ML kan?" ucap Bayu


**buuughhh!!!


Ryan kembali melayangkan tinjunya ke wajah Bayu.


"dasar anj*ng !!" teriak Bayu yang kemudian bangkit dan hendak menghajar Ryan tapi sayangnya Ryan langsung mematahkan tangannya hingga membuatnya mengetang kesakitan


"cowok brengsek kaya lo emang pantesnya sama j*lang bukan dengan bidadari" Ryan berlalu pergi meninggalkan Bayu yang masih tersungkur di tanah


"pantes wajah miss terlihat sedih dan pucat, ia pasti sudah melihat mereka bermesraan, kenapa kisah percintaan miss sangat tragis, harusnya kau pilih aku miss jadi kau tidak akan menderita seperti ini" batin Ryan


"li kenapa Rey, kayanya gak semangat banget?" tanya Noval.


"iyeh, gue mau cari rumah miss habis ini" jawab Ryan


"lo mau ngapain, inget dia udah punya suami, ingat jangan jadi pebinor" Ferdan menasihati Ryan


"dia udah cerai guys" ucap Ryan


"whaaat!!!!, seneng dong lo?" tanya Ferdan


**plak!!


"aduh!! kok nampar gue sih Rey, apa salah ku?" tanya Ferdan


"salah lo tuh karena, mulut kamu tuh lemes.." ucap Ryan


"suee!" jawab Ferdan


"lah ini pada kenapa sih, Al juga gak semangat, Noval apalagi, ada apa dengan kalian bro?, WhatsApp men?" tanya Ferdan


"gimana caranya Dan, supaya bisa move on kaya lo" tanya Alfian


"move on dari siapa Al?" tanya Ferdan.


"masa lo gak peka sih" ucap Alfian


"astoge!!!, jadi lo masih belom bisa move on dari Lulu??" tanya Ferdan sambil menepuk jidatnya


"iyeh, gak tahu susah banget lupain dia, apalagi kalau lihatin dia sama Damar kaya tadi hati gue gak rela banget, padahal aku udah berusaha ngelupain dia tapi tetep gak bisa, cuma dia satu-satunya cewek yang bisa buat aku jatuh cinta, gue pengin kaya lo Dan, bisa move on dari dia terus nikah deh biar bisa ngerasain kaya Noval " ucap Alfian


"hmmm...yes I see" jawab Ferdan


"terus lo kenapa pang?" tanya Ferdan lagi


"gue kangen ama Icha, udah hampir empat hari gue gak dapet jatah kan, kasian adek gue" ucap Noval


"sueee" jawab Ferdan


"hahahaha!!!" mereka tertawa setelah mendengar jawaban Noval

__ADS_1


__ADS_2