ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 145 # Double date


__ADS_3

Zahra melirik kearah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam, sesekali ia juga melirik ke depan rumahnya menantikan kedatangan Ryan yang sudah sedari tadi ditunggunya.


Ia mengembangkan senyumanya ketika sebuah mobil berhenti didepan rumahnya, buru-buru ia bergegas keluar untuk menyambut Ryan yang sudah turun dari mobilnya.


"kenapa aku jadi deg-degan gini ya" batin Zahra


"maaf miss, telat, hehehe" ucap Ryan


"iya gpp, btw kamu jangan panggil miss lagi, gak enak kedengarannya, pangil Rara aja" ucap Zahra


"Ok"


Ryan segera membukakan pintu untuknya, dan Zahra segera masuk kedalamnya. Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kafe yang disarankan Alfian.


"kita ngopi aja ya miss, kan udah lama juga kita gak ngopi bareng" kata Ryan


"ok"


Keduanya berjalan masuk kedalam sebuah kafe yang memang ramai dipenuhi oleh muda-mudi pecinta kopi.


Rey mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alfian, dia melihat Alfian duduk dipojokkan bersama seorang gadis manis sambil menikmati secangkir kopi.


"dasar jendral kancil, lo garang kalau lagi berantem ... giliran sama cewek aja lo takut" batin Ryan tersenyum sinis kearah Alfian


"hallo bro, lagi marahan lo" ledek Ryan


"gak kok" jawab Alfian dengan mimik serius


"kok duduknya jauh-jauhan sih, deketanlah biar orang gak ngira lo lagi marahan sama Niken" Ryan sengaja menyuruh Alfian duduk dekat dengan Niken agar ia juga bisa duduk disamping Zahra


"assalamualaikum " sapa Zahra


"waalaikum salam"


"eeh miss, apa kabar miss?" sapa alfian sambil mencium tangan miss Zahra


"baik Al, kamu gimana kabarnya?" tanya Zahra sambil duduk disebelah Ryan


"Alhamdulillah baik miss, seneng bisa ketemu miss lagi, oh ya miss kenalin Niken temen Al" Alfian memperkenalkan Niken pada Zahra


"Niken"


"Zahra"


"kamu mau pesen apa Ra?" tanya Ryan


"ehem!!, ehem!! " Alfian berdehem sambil melirik ke arah Ryan


Ryan yang tahu Alfian sedang menggodanya segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan padanya


**dreet..dreet


"suee!!, brisik lo, ganggu aja" pesan Ryan


"cie...cie..kamu mau pesen apa Ra?, so sweet 😂😂" balas Alfian


"udah lo diem aja, liatin gue aja sekalian lo belajar gimana jadi cowok romantis " pesan Ryan


"wew.. sejak kapan lo jadi romantis" balas Alfian


"sejak kenal ama Rara" pesan Ryan


"siapa Rara???🤔🤔🤔" balas Alfian


"miss lah" pesan Ryan

__ADS_1


"gile lo, gak sopan banget manggil miss ..Rara " jawab Alfian


"orang miss yang minta kalau aku suruh manggil dia Rara" pesan Ryan


"wew..😲😲" balas Alfian


"wow...keren kan?? 😊😚😚😘" pesen Ryan


"diih najong" balas Alfian


"🤣🤣🤣🤣🤣" pesan Ryan


"Rey...Rey.." Zahra memanggil-manggil Ryan, tapi Ryan masih asyik membalas chat Alfian


"samain aja mbak pesenannya, dua ya" Zahra akhirnya memesan kopi tanpa persetujuan Ryan


"nih cowok, bukannya ngajak ngobrol malah asyik WhatsApp an" batin Niken yang sebel karena merasa dicuekin Alfian


"awww!!" Alfian berteriak kesakitan karena kakinya diinjak oleh high heels Niken


"kenapa Al?" tanya Ryan


"kaki gue diinjek, sepatu kuda" jawab Alfian


Zahra dan Ryan tertawa mendengar ucapan Alfian, sedangkan Niken mendengus kesal.


"maaf Al gak sengaja" Niken pura-pura minta maaf


"cie...cie...sengaja atau tidak disengaja" goda Ryan


"apan sih nih cowok satu, nyebelin banget" guman Niken


"beneran aku gak sengaja Al" Niken mencoba meyakinkan Alfian


"Masya Allah.. darahnya banyak sekali, lo harus segera berobat bro, kalau tidak gawat!!!" ucap Ryan dengan mimik serius


Sementara Al terlihat lemas, membuat Niken panik bukan main. Zahra yang sudah paham keusilan mantan anak didiknya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"becandanya jangan kelewatan Rey, kasian anak orang sampe panik gitu" bisik Zahra ke telinga Ryan


"santuy Ra" ucap Rey ditelinga Zahra


Niken mendekati Alfian yang merebahkan kepalanya diatas meja.


"Al maafin aku ya, sumpah aku cuma iseng doang, abisnya lo cuekin aku sih, beneran aku gak nyangka akan jadi kaya gini, yuk kita ke klinik, aku bakal tanggung jawab kok swear, yang penting maafin aku ya, jangan laporin aku ke polisi, please" ucap Niken sambil memohon


"hahahaha!!!" Alfian dan Rey langsung tertawa terbahak-bahak


"kita berhasil Rey" ucap Alfian


Niken kaget mendengar ucapan Alfian dan langsung menjauh darinya.


"lo jahat Al, teganya lo ngeprank aku kaya gitu, padahal aku bener-bener khawatir sama kamu tapi kamu tega ya...ngerjain aku" ucap Niken yang kemudian lari meninggalkan tempat itu


"tuh kan dia marah..kalian sih bercandanya kelewatan, kejar di Al, trus minta maaf" ucap Zahra


"baik miss" Alfian segera berlari mengejar Niken


"Niken!!, tunggu aku!!" teriak Alfian


Niken tak mendengarkan teriakan Alfian, ia malah semakin mempercepat larinya.


"yah, dia nantangin lomba lari ama gue, gak tau apa kalau gue juara lomba lari tingkat Rt" ucap Alfian


Ia menambah kecepatan larinya agar bisa mengejar Niken.

__ADS_1


**grepp!!!


Alfian akhirnya berhasil menangkap Niken dan menarik bahunya, kini mereka sudah berhadapan. Alfian menatap lekat gadis manis didepannya, ia mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap air mata Niken.


"maafin aku ya Ken" ucap Alfian sambil menggenggam tangan Niken


"gitu doang, jahat banget si lo" jawab Niken


"iya aku gak tahu harus ngomong apa lagi ke kamu supaya kamu gak marah lagi sama aku" ucap Alfian


"aku memang bukan cowok romantis yang suka bikin klepek-klepek cewek-cewek, aku juga bukan cowok yang pandai menggombal, yang aku bisa cuma membuatmu aman dan nyaman aja kalau sama gue" ucap Alfian


"hadeeh bingung mau ngomong apa gue, maklum gue bukan cowok romantis kaya Ferdan, Rey atau Gaga" batin Alfian


"yaudah kalo lo ga maafin gue juga gpp kok, aku ngerti kamu pasti sebel banget sama aku" ucap Alfian


"hadeeh baru gitu aja udah nyerah Al, dasar payah" gumam Niken


"aku udah maafin kamu kok" ucap Niken sambil tersenyum


" nah gitu dong ..kan manis kalau kamu senyum" ucap Alfian senang


"emangnya aku gak manis kalau gak senyum" tanya Niken


"manis sih tapi dikit banyakan kalau lagi senyum" ucap Alfian


"iih..kamu jahat" ucap Niken sambil mencubit pinggang Alfian


"aww!!, sakit dong Niken !" kata Alfian


"eeehh, maaf Al"ucap Niken sambil mengelus pinggang Alfian


"masih sakit ga?" tanya Niken


"udah gak kok"


"bener kata si Ferdan nih, gue kuat menahan godaan syetan tapi gak kuat menahan godaan anak perawan, mana dia deket banget ama gue, duh...bikin merinding aje lo Niken" batin Alfian


"kamu sakit Al, kok pucet" ucap Niken sambil mengusap kening Alfian


"tuh kamu keringet dingin juga" ucap Niken yang kemudian melepas kardigannya hingga gaun terbukanya memperlihatkan lekuk tubuhnya


"busyet ni bocah, pake buka baju segala, hadeeeh, tambah nyut-nyutan nih kepala" gumam Alfian


Ia langsung memakaikan kembali kardigan Niken agar menutupi gaunnya yang terbuka.


"lo aja yang pake, gue gak papa kok" ucap Alfian


"ternyata lo sweet banget Al, makin suka aku sama kamu "batin Niken


********


Seperti biasa Gaga mengantarkan Gendis pulang ke rumahnya selepas bekerja.


"mulai besok, aku minta kau berhenti bekerja sebagai dayang" ucap Ganendra


"memangnya kenapa bee?" tanya Gendis


"karena sekarang kamu adalah calon istriku, dan aku tak mau kamu kecapean, aku mau kau fokus berobat agar cepat sembuh dan kita bisa menikah secepatnya" ucap Ganendra sambil memeluk Gendis


"iya bee, aku juga ingin secepatnya menjadi kekasih halal mu" jawab Gendis


Shila menatap Gaga dan Gendis dengan tatapan penuh kebencian. Ia ternyata mengikuti mereka untuk mengetahui dimana Gendis tinggal.


"kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu, dia juga tidak dan aku akan membuat dayang penyakitan itu membayar perbuatannya karena telah merebut Ganendra dariku" ucap Shila sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


__ADS_2