ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 39 #Midodareni - Ijab qobul


__ADS_3

Sementara Lulu segera masuk kekamarnya, ia kemudian mengambil foto yang ia ambil dari kamar Ganendra.


Dipandanginya foto itu, ia kemudian melihat sebuah kertas yang terselip dalam bingkai foto itu.


"surat?? " kata Lulu


Ia segera menariknya keluar dan membuka kertas tersebut, ia penasaran dengan isi kertas itu. Matanya membelalak ketika membaca isi surat itu.


#Embun pagi nan suci


Penyejuk gundah dipagi hari


Meratap terbuang


Semangat terus berjuang


Menanti surya


Membakar jiwa


Merasuk sukma


Melebur lara


Dear Lulu,


Hadirmu membuatku selalu merindu, kau selalu membuatku tersenyum meski hidupku tak semanis senyumanmu. Mengahadapi berbagai kenyataan sebagai anak yang tak diharapkan, duri yang menjadi penghalang kebahagiaan, kakak yang tak diharapkan.


Engkau penyejuk hatiku dikala gundah menyeruak didada, akankah engkau merasakan hal yang sama denganku. Membalas cintaku yang mungkin tak pantas untukmu. Berbagi suka dan duka bersama, meraih asa yang terpatri dijiwa. Cintaku terus tumbuh untukmu meski raga ini tak bisa memilikimu. Hanya doa yang selalu kupanjatkan untukmu semoga bahagia hidupmu.


Love


Gaga


Bulir-bulir kristal bening mengalir membasahi wajahnya, Lulu tak dapat lagi menahan tangis ketika membaca isi surat itu.

__ADS_1


Matanya terus berkaca-kaca menatap langit-langit kamarnya. Kembali ia menatap foto yang tergelatak disampingnya. Dilihatnya foto dirinya yang sedang bermain air ketika melihat sunset bersama Ganendra.


"maafkan aku ka, aku tak bisa membalas cintamu, tapi percayalah aku akan terus membuatmu tersenyum melupakan pahitnya kenyataan menjadi seorang yang diabaikan" kata Lulu lirih.


Lulu bisa merasakan kepedihan hati Ganendra yang tersirat dalam puisi yang ia tulis.


**tok... tok.. tok!!!


Suara ketukan pintu mengagetkan Lulu yang masih terhanyut dengan isi surat Ganendra. Ia segera beranjak membuka pintu, melihat siapa yang datang.


"hai, mbak Lulu" sapa Ayu dari balik pintu


"kok tumben sore-sore Ibu dan Ayu kesini? " tanya Lulu


"kita mau nemenin kamu sampe pagi, kan malam ini malam midodareni, jadi kami wajib menemani kamu, ibu takut kalo mbak Lulu digondol sama wewe gombel, hehehe " kata Bu Siti sambil tertawa kecil


"mana ada wewe gombel berani nyulik Lulu, yang ada dia ketakutan ngeliat aku bu? " jawab Lulu


"iyalah, wong yang mau diculik mbahnya wewe gombel ya takut.... hahaha" kata Ayu menggoda Lulu


"Hahahaha!!! " tawa mereka bersamaan


*tap.. tap..tap!!


Terdengar langkah kaki seseorang yang mulai mendekati kamar Lulu. Tampak tiga orang dayang istana memasuki kamar Lulu, mereka beetugas merias Lulu, Ayu dan bu Siti yang akan menjalani prosesi midodareni.


Setelah selesai merias Lulu dan keluarganya merekapun pergi meninggalkan kamar Lulu.


Setelah kepergian Dayang istana, Pak Joko datang mengunjungi Lulu, ia akan menjalani proses tatingan (menanyakan kesiapan Lulu untuk menikah dengan Damar Langit).


Suasana haru tampak mengiringi proses tatingan yang membuat Lulu tak henti-hentinya menangis ketika ditanya kesiapannya menikah dengan Damar Langit. Ia tak kuasa menahan tangisnya manakala Ayahnya memberinya beberapa nasihat kepadanya.


Setelah selesai menjalani prosesi tatingan pak Jokopun pergi meninggalkan mereka bertiga.


Kini tinggalah Lulu, ibu Siti dan Ayu yang melanjutkan prosesi midodareni berharap bidadari turun ke bumi, menganugerahkan kecantika kepada Lulu. Hingga Ia menjelma bak bidadari dari kayangan dengan kecantikan yang berseri-seri saat dipelaminan nanti.

__ADS_1


Karena keasyikan bercanda mereka bertiga sampai bergadang hingga tengah malam.


Pagi hari buta beberapa orang dayang istana mengetuk kamar Lulu.


**tok.. tok.. tok!!


Bu Siti segera membuka pintu dan membangunkan kedua putrinya.


Setelah selesai mandi mereka kemudian dirias oleh dayang-dayang istana.


Lulu masih berdiam disebuah ruangan tidak jauh dari tempat Damar Langit melakukan prosesi ijab kabul.


"Damar langit saya nikahkan dan kawinkan engkau, dengan putri saya Nuzulul hidayah dengan mas kawin emas sebesar 200 gram dibayar tunai" kata Pak Joko


"saya terima nikah dan Kawinya Nuzulul Hidayah binti Joko Susanto dengan mas kawin emas sebesar 200 gram dibayar tunai" jawab Damar yang mengucapkan Ijab qobul dengan fasih dan lancar


"bagaimana saksi!! sah! " tanya Penghulu


"sah!!! " jawab semua yang ada didalam ruangan itu


Kemudian acara Ijab qobul diakhiri dengan pembacaan doa oleh penghulu.


Jatung Lulu berdegub kencang ketika seorang utusan istana datang menjemputnya, untuk menemui Damar Langit yang sudah selesai menjalani prosesi ijab qobul.


Ia berjalan menuju ke Kagungan dalem bangsal tempat dimana ia akan dipertemukan dengan Damar Langit. Prosesi ini disebut dengan Panggih yang merupakan prosesi dimana kedua mempelai pengantin dipertemukan pertama kali setelah mereka resmi menikah.


Prosesi ini diawali dengan ngedan atau tarian edan-edan yang biasanya dilakukan oleh para abdi dalem kraton menggunakan baju compang-camping dan dimaknai sebagai keseimbangan dalam hidup yang terus terjaga.


Prosesi diawali dengan balangan gantal atau melempar sirih kemudian dilanjutkan dengan mecah telor.


Prosesi selanjutnya adalah tampa kaya dan dhahar klimah yang dilakukan diksatriyan.


Setelah prosesi selesai, mereka bersiap untuk melakukan kirab pengantin.


Ganendra tampak menyaksikan prosesi pernikahan mereka dari kejauhan dengan perasaan yang berkecamuk.

__ADS_1


__ADS_2