ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 54 # Titik terang


__ADS_3

"tapi yang mulia juga harus membersihkan nama baik Pangeran Ganendra dahulu agar kita bisa menarik simpati dari masyarakat" kata Argo Seno


"kau memang jenius, baiklah sekarang cari tahu siapa tikus yang sedang bermain-main dengan Arkadewi, karena selain aku ingin melenyapkannya aku juga ingin berterima kasih kepadanya " kata Arkadewi


"baik yang mulia, kalau begitu saya permisi " ucap Argo Seno


"pergilah! " titah Arkadewi


*************


Setibanya dikafe Lulu segera mencari tempat duduk yang nyaman dan menyandarkan tubuhnya disudut sofa.


"princess, kita keruanganku saja, lebih nyaman disana" ajak Sean


Lulu segera bangkit dari duduknya dan mengikuti Sean keruangannya.


"ish!!, ruangan kamu gede banget!! " Lulu berdecak kagum


"kamu istirahat saja dulu, aku akan membuatkan menu spesial khusus buat my princess? " Ucap Sean sembari pergi meninggalkan Lulu


Lulu langsung merebahkan tubuhnya diatas Sofa yang sangat empuk dan nyaman, ia kemudian menyalakan TV yang ada diruangan itu.


"emm, enak banget kalau jadi bos" kata Lulu yang menggeliat disofa


Matanya tertuju kepada sebuah buku kuno yang ada dirak buku milik Sean. Ia kemudian membuka buku itu dan membacanya. Ketika ia hendak membalik halaman selanjutnya ia melihat selebar kertas terjatuh dari buku itu ia kemudian mengambil kertas itu yang ternyata foto Sean bersama ayah dan ibunya waktu kecil.


"ibunya bule, pantesan ia sok-sokan ngomong inggris kalo dikelas" ucap Lulu sambil tersenyum.


Ia kaget ketika melihat Sean segera masuk kedalam ruangan dari balik kaca, buru-buru ia memasukan foto Sean kedalam saku bajunya dan menaruh lagi buku kuno itu dirak buku.


"sorry, lama ya my princess?" kata Sean


"gak kok" jawab Lulu


"ini koffee latte special dan hot sandwich special buat my princess " kata Sean yang menyajikannya diatas meja.


"ada nasi goreng ga, gue gak doyan sandwich, maklum lidah orang kampung, hehehe" kata Lulu sambil tertawa kecil


"well, untuk yang mulia apa sih yang ga, wait a moment please" kata Sean


"ok" jawab Lulu


Sean segera kembali kedapur dan memasakan nasi goreng untuk Lulu.


Sementara sambil menunggu nasi goreng, Lulu keluar menuju balkon melihat pemandangan kafe dari atas.


Pandangannya terhenti ketika menatap seorang yang ia kenal.


"Dayang Asri, tidak salah lagi, ada apa dia datang ke kafe Sean" kata Lulu sambil terus menatap kemanapun Asri pergi.


Lulu kemudian menghubungi Tama.


"Tam-tam, lo dimana? " tanya Lulu


"saya ada dikafe, menunggu yang mulia"


"lo harus sembunyi dan awasi gerak-gerik Dayang Asri yang ada dikafe sekarang" titah Lulu


"baik yang mulia" jawab Tama


Lulu tau ia tak mungkin turun untuk memata-matai Asri, karena Sean bisa curiga.

__ADS_1


Sean kembali lagi keruangannya membawa sepiring nasi goreng.


"my princess nasi goreng sudah siap" kata Sean


"hmmm, yummy !!, makasih ya Sean" kata Lulu


"gimana rasanya? " Sean penasaran


"mantul!!, mantap betul!!! " kata Lulu


Sean terkekeh melihat gaya bicara Lulu yang terlihat bukan seperti seorang menatu Raja, ia diam-diam mengagumi kepolosan Lulu.


Sean mengangkat ponselnya yang berdering.


"sorry my princess, aku tinggal dulu ya, ada telpon penting soalnya" kata Sean


Lulu hanya mengangguk sambil menikmati nasi goreng buatan Sean.


"halo, ada apa kau menelponku " tanya Sean


"temui aku dibawah sekarang!"


"gila, kenapa lo kekafe gue, bisa bahaya kalau ada yang melihatmu" jawab Sean


"saya tidak peduli tuan, nyawa saya terancam, sekarang tuan harus tolongin aku"


"well, tunggu aku satu jam lagi ditempat biasa" titah Sean


"baik tuan"


Sean segera kembali keruangannya.


"cepat sekali kamu makannya princess" kata Sean


"memangnya my princess mau kemana lagi? " tanya Sean


"gue mau balik ke keraton" jawab Lulu


"what!!, bukannya bahaya kalau kamu kembali kesana, my princess bisa ditahan nanti" kata Sean cemas


"darimana dia tahu gue bakal ditahan kalo balik lagi keistana" batin Lulu


"gak masalah" jawab Lulu


"kok gitu?, jangan nyerah donk my princess, aku selalu dukung kamu kok" kata Sean memberi dukungan


"thanks ya Sean, gue pamit ya" kata Lulu


"aku anter ya? " jawab Sean


"gak usah, gue telpon Tam-tam aja" ucap Lulu


Ada sedikit kekecewaan tersirat dari wajah Sean saat Lulu menolak untuk diantar pulang.


Lulu segera keluar dari ruangan Sean kemudian bergegas menghampiri Tama yang sudah menunggunya didepan.


"kita mau kemana yang mulia" tanya Tama


"pulang ke istana" jawab Lulu


"????" Tama bingung

__ADS_1


"kenapa? " tanya Lulu


Tama kemudian melajukan mobilnya pelan.


"kenapa jalannya jadi kaya keong gini" kata Lulu kesal


"sabar yang mulia saya sedang mencari-cari Asri" jawab Tama


"oh, jadi kamu kehilangan jejak" tanya Lulu


"Tadi sempat aku ikutin dia sampe sini, tapi keburu anda menelpon minta pulang" jawab Tama


"maag ya tam-tam " kata Lulu sambil tersenyum


***ciiitt!!!


Tama tiba-tiba menghentikan mobilnya, ketika ia melihat Asri sedang duduk gelisah ditaman.


Lulu mengusap dahinya yang terbentur dashboard karena Tama mengerem mendadak mobilnya.


"maaf yang mulia, apa anda terluka"tanya Tama


"makanya kalau mau rem bilang-bilang dulu, untung cuma kejedot " kata Lulu menyungutkan wajahnya


"sekali lagi maaf yang mulia" kata Tama


"hmmm" jawab Lulu.


"maaf yang mulia anda harus menunduk" kata Tama yang kemudian langsung membenamkan kepala Lulu dibalik dada bidangnya


"iiihhh, ngapain si lo" kata Lulu yang memberontak dari dekapan Tama


Tama kemudian melepaska Lulu.


Lulu melihat Asri yang berjalan melintasi mobil mereka.


"maaf yang mulia bukan maksud saya kurang ajar terhadap anda, tapi tadi saya takut Asri akan melihat anda jika tidak menunduk" Tama menjelaskan


"hmmm" jawab Lulu


Lulu dan Tama merasa kaget ketika Asri menemui seseorang yang sangat mereka kenal.


"Sean!! " teriak Lulu


"ada hubungan apa Sean dan Asri sepertinya mereka sangat dekat " kata Lulu penasaran


"tetap tenang yang mulia kita lihat saja apa yang mereka lakukan" kata Tama


Lulu kemudian merogoh saku bajunya , ia menarik selembar foto yang ia bawa dari ruangan Sean.


"kenapa aku lupa mengembalikan foto ini" kata Lulu


Tama melirik kearah Lulu dan mengambil foto yang Lulu pegang.


"sepertinya aku mengenal laki-laki ini? " kata Tama


"kau kenal ayah Sean" tanya Lulu


"tapi aku lupa namanya, aku hanya sekali bertemu dengannya tapi dulu waktu aku masih kecil, jadi biarkan aku tanya sama ayah, siapa dia? " jawab Tama


"apa dia orang penting? " tanya Lulu

__ADS_1


"iya, dan mungkin foto ini bisa jadi titik terang untuk kasus anda yang mulia" jawab Tama


__ADS_2