
"plaakkk!!!
Sebuah stik bambu melayang kepantat Lulu. Karuan saja Ia langsung menjerit kesakitan.
*awww!!! teriak lulu kesakitan
Semakin Lulu menjerit kesakitan semakin keras wanita tua itu memukulkan stik bambu itu kepantatnya.
Lulu melihat seorang gadis cantik memberinya kode untuk diam, dan segera Lulu menghentikan teriakannya, menahan rasa sakit itu.
"murid baru saja sudah banyak tingkah, apalagi sudah jadi Ratu" kata bu Retno
Lulu hanya terdiam dan menunduk.
Walaupun wanita itu sudah menua tapi kecantikannya masih terpancar jelas diwajahnya. Ia bahkan masih terlihat gagah dan berkharisma.
"sekarang duduk!, dan ingat tidak boleh telat dijam saya!! " perintah bu Retno
Lulu kemudian duduk dibangku paling depan. Melihat gaya Lulu duduk, wanita itu kembali memukulkan stik bambunya ke paha lulu.
"duduk yang benar!, apa kau tidak bisa duduk dengan benar hah!! " teriak bu Retno kesal
Lulu melirik kanan kirinya, ia memperhatikan gaya duduk teman-temannya satu persatu. kemudian ia segera mengikuti gaya duduk mereka.
Dalam hati Lulu menjerit, ingin sekali cepat keluar dari kelas ini yang menurutnya seperti neraka.
😩😩😩😩😩😩😩
Jam pelajaran telah selesai, Lulu segera melanglahkahkan kakinya meninggalkan kelas.
Baru saja ia sampai dibibir pintu Bu Retno menarik tangannya.
"kau ini sebenarnya dari mana, kenapa begitu payah, sampai jalan saja seperti preman pasar" kata Bu retno sambil menepuk jidatnya.
sedangkan Lulu hanya tersenyum mendengar ucapan bu Retno.
"maaf bu itu sudah bawaan Lulu dari lahir " jawab Lulu
"jangan alasan, sekarang kau harus belajar berjalan dengan benar, kalau kau sudah bisa baru boleh pulang" perintah bu Retno.
"tapi..." kata Lulu kaget
"tidak ada tapi-tapian atau kau mau stik bambu ini melayang lagi dikakimu!" kata Bu Retno mengancam
__ADS_1
"baik bu" jawab Lulu yang ketakutan
"sekarang kau harus berjalan lurus mengikuti garis ubin ini, tidak boleh keluar dari garis itu, dan tatapan matamu harus kedepan, jangan menunduk, ingat batasnya cuma satu ubin. jika kau melangkah melebihi satu ubin atau keluar garis maka siap-siap terkena pukulan stik bambu ini!! " kata Bu retno memberi aba-aba
"oh Tuhan apalagi ini, gue harus jalan hanya disatu ubin dan tidak boleh keluar garis, memangnya aku ini model harus belajar berjalan pula... akhhhh!!!, kenapa sial banget hari ini" teriak Lulu dalam hati
"maaf, bisakah ibu mencontohkannya terlebih dahulu" kata Lulu dengan santun
"baiklah, lihat baik-baik!, karena saya hanya akan mencontohkannya sekali " kata bu Retno
"baik ibu" kata Lulu
Kemudian bu Retno berjalan dengan sangat anggun didepan Lulu.
"kamu sudah melihatnya kan?, sekarang lakukan! " perintah bu Retno
Kemudian Lulu mencoba berjalan dengan hati-hati dan tenang, ia berusaha melakukannnya sebaik mungkin agar bisa cepat pulang. Saat ia sedang menikmati langkahnya yang mulai santai, Ganendra melintas melewati kelasnya. Ia menoleh kearah Lulu yang sedang berlatih berjalan sambil tersenyum. Melihatnya tersenyum kearahnya, membuat konsentrasi Lulu langsung buyar, ia terus saja menatap kearahnya.
"Oh manis sekali" kata Lulu dalam hati
karena hanya terfokus pada Ganendra, lulu lupa kalo ia sudah berada didepan pintu, dan iapun menabraknya.
*Darrrr!!!!
Kini kepalanya menabrak pintu kelas, segera Ganendra menghampirinya.
"aku baik-baik saja" kata Lulu sambil menggosok-gosok dahinya yang masih sakit terbentur pintu.
Melihat Lulu menggosok dahinya, Ganendra segera memeriksa pelipis lulu, ia kini mengusap lembut pelipisnya.
"ohhh, dia perhatian banget, coba lo yang jadi calon suami gue pasti gue semangat ngelakuin apa aja buat lo" kata Lulu dalam hati sambil senyum-senyum sendiri
*plaaak!!!!
Bu Retno memukulkan stik bambunya ke atas pintu, membuat Lulu dan Ganendra kaget dan langsung saling menjauh.
"pergi dari kelasku!, jangan ganggu dia! " perintah bu Retno pada Ganendra
"baik bu" kata Ganendra kemudia ia berlalu pergi meninggalkan Lulu
"selesaikan latihanmu dulu, atau kau tidak akan pulang kerumah!!" ancam bu Retno pada Lulu
Lulu segera melanjutkan latihan jalannnya, dan Akhirnya ia berhasil juga menyelesaikan latihannya hari ini.
__ADS_1
😥😥😥😥😥
Hari sudah menjelang sore Lulu berjalan gontai meninggalkan kelasnya. Sementara Damar Langit masih setia menunggunya diarea parkir sekolah.
Ia mulai menyunggingkan senyumnya tatkala melihat Lulu berjalan kearahnya.
"akhirnya kau keluar juga cewek bar-bar" kata Damar langit sambil membuka pintu mobilnya.
Sementara Lulu sudah duduk dibelakangnya.
"jangan duduk dibalakang, memangnya aku ini sopirmu hah!!" Kata Damar Langit yang kesal sudah membukakan pintu depan, malah lulu naik di kursi belakang.
"cepat pindah! " perintah Damar Langit lagi
Lulu tak mau berdebat lagi dengannya, karena ia sudah sangat lelah, Dia langsung berpindah kekursi depan.
"tumben dia jadi penurut hari ini, apa yang terjadi dengannya" gumam Damar langit bingung
Ia kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan sekolah. karena Kecapaian Lulu akhirnya tertidur didalam mobil.
Sesampainya dihalaman keraton Ia berusaha membangunkan Lulu.
"bangun! kita sudah sampai, ayo cepat turun!" kata Damar Langit sambil menggoyang-goyangkan badan Lulu
" hey banguun!!! " katanya lagi
Namun Lulu hanya membuka matanya sebentar kemudian ia tidur lagi.
"dasar cewek bar-bar, susah sekali kamu dibangunin! " kata Damar Langit kesal
Akhirnya ia berinisiatif untuk menariknya keluar dari mobil, memaksanya berjalan walaupun mengantuk.
tetapi bukannya Jalan Lulu malah terjatuh karena ia masih belum sadar sepenuhnya. Damar langitpun segera membantunya berdiri.
"huh!!, terpaksa aku harus menggendongnya! " katanya lirih
Ia akhirnya menggendong Lulu, membawanya masuk kedalam kamarnya.
Damar Langit kemudian membaringkannya keatas ranjang dan menyelimutinya. Ia memandang Lulu sekilas, menatap wajah Lulu yang terlihat imut saat sedang tidur.
"ternyata kau imut juga kalau sedang tidur bar-bar? " kata Damar Langit sambil mengusap lembut kepala Lulu
Damar Langit segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar Lulu, namun belum jauh ia melangkahkan kakinya Lulu menariknya.
__ADS_1
"jangan pergi" kata Lulu
Damar Langit menghentikan langkahnya.