
"Halo, boleh kenalan gak?" tanya Cindy
"aku??" tanya Lulu
"iyalah kamu masa siapa lagi?" kata Cindy
"aku suka sama kamu, kayaknya kamu orangnya asyik jadi boleh dong kita temenan mulai sekarang" ucap Cindy
"ok, gue Lulu" Lulu mengulurkan tangannya
"Cindy"
"Nilam"
"btw lo itu pacarannya ka Tama ya, kok nempel terus sama ka Tama?" tanya Cindy
"bukan kok ....Tama itu adik gue dan dia itu masih jomblo loh, hihihihi" ucap Lulu sambil tertawa kecil
"oh .. syukurlah..aku kira kau pacarnya, hahaha" ucap Cindy senang
"Alhamdulillah... berarti masih ada kesempatan buat aku bisa deketin Tama" gumam Cindy
"btw kalau kamu adiknya pasti tahu dong makanan kesukaan ka Tama apa ?" tanya Cindy
"nasi goreng"
"itu doang?"
"iyups"
"terus kalau kriteria cewek yang disukai oleh ka Tama gimana?"
"yang pasti baik, gak matre, apa adanya dan juga smart" jawab Lulu
"ok ..thanks ya Lu, kita balik ke kelas dulu ya" jawab Cindy
Lulu hanya mengangguk, Cindy dan Nilam kemudian pergi meninggalkan Lulu.
"wait!!, bukannya itu ka Tama ya, kok sama ka Ira sih" Cindy mencoba menguping pembicaraan Ira dan Tama.
"ada yang gak beres nih kayaknya antara Ira dan Tama" kata Cindy
"jangan-jangan, mereka selingkuh lagi!" ucap Nilam
**cklik...ceklik!!!
"ngapain lo foto mereka?" tanya Cindy
"ya buat laporin mereka ke ka Anggerlah" balas Nilam
"kalau mereka gak selingkuh gimana?" tanya Cindy
"aha!!, aku ada ide, bagaimana kalau kita gunakan foto ini buat ngancam ka Tama biar dia mau kencan sama lo?" kata Nilam
"good!!, lo emang benar-benar cerdas sis, yaudah kirim foto itu ke aku, biar aku lanjutkan ke ka Tama" kata Cindy dengan Wajah Cindy berseri-seri
**dreet!!...dreett!!!
Tama membuka pesan yang masuk ke ponselnya.
"dari Cindy??, apa maksudnya dia ngirim foto ini??" batin Tama
"kaka harus ngedate dengan aku atau kalau tidak terpaksa aku kirim foto ini ke ka Angger biar ka Ira diputusin sama ka Angger karena selingkuh sama ka Tama" pesan dari Cindy
"ciih!!!, beraninya dia coba-coba mengancam aku" batin Tama
__ADS_1
"buruan Jawab atau aku kirim nih 😠😠😠" pesan dari Cindy
"kalau aku tidak mau gimana?" jawab Tama
"ok, lihat saja" pesan Cindy
Cindy kemudian mengirimkan pesan pada Ira.
Ira tersentak ketika membuka pesan dari Cindy.
"lo harus lakuin sesuatu buat aku Tam" rengek Ira
"aku gak mau diputusin Angger cuma gara-gara foto ini" cicit Ira lagi
Tama menjadi kasihan melihat Ira yang ketakutan jika Cindy benar-benar meneruskan pesan itu pada Angger.
"sepertinya kau sangat mencintai Angger hingga kau begitu khawatir dengan foto yang tidak ada artinya itu" batin Tama
"terus aku harus gimana?" tanya Tama
"tolong ikuti kemauan Cindy" pinta Ira
"baiklah kalau itu bisa membuatmu bahagia akan aku lakukan" ucap Tama
"makasih ya Tama, kamu memang sahabat terbaikku" sahut Ira
Tama hanya tersenyum kecut menaggapi perkataan Ira.
"yaudah Tam, aku balik ke kelas dulu ya, terima kasih sudah mengajariku materi statistik yang begitu rumit" ucap Ira sambil mengembangkan senyumnya
Tama kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Cindy.
"aku tunggu jam delapan malam di Alun-alun" Tama langsung menutup teleponnya setelah selesai mengatakan itu
"iisshh, nelpon cuma ngomong gitu doank, dasar kulkas!!!" cibir Cindy
"masa ka Tama nelpon cuma bilang kutunggu kau jam delapan malam di Alun-alun. kan sebel gak ada basa-basinya sama sekali, serasa ngomong sama tembok kali" gerutu Cindy
"udahlah Cin, lo harusnya bersyukur dia mau ngajak lo jalan, biasanya kan boro-boro mau, dikacangin iya" jawab Nilam
"iya bener juga sih, yaudah lo harus temenin aku sekarang buat perawatan ke salon sekalian beli baju baru buat nanti malam, aku pengin terlihat perfect dimata Tama, jadi harus prepare dari sekarang" ucap Cindy
"ok, yang penting aku dibayarin juga ya ke salonnya" ucap Nilam
"siiiip!!" jawab Cindy
Keduanya kemudian pergi meninggalkan kampus menuju ke salon.
************
"kita mau pulang besok Al, lo gak mau nitip buat bokap nyokap lo?" tanya Noval
"cepet amat lo, kenapa gak nunggu seminggu lagi gitu, gue masih kangen sama kalian" ucap Alfian
"ya gue kasian juga sama istri gue Icha, apalagi diakan udah bulannya mau melahirkan, gue gak mau dia melahirkan sendirian, sebagai lelaki sejati gue harus jadi suami SIAGA (Siap Antar dan Jaga)" ucap Noval
"ciee yang mau jadi ayah, semangat banget" goda Ryan
"iye dong, gue gak sabar pengin lihat hasil kerja gue sama Icha, hihihi" ucap Noval sambil tertawa kecil
"suee lo!!" jawab Ferdan
"lo juga balik bareng sama Opang, Rey?" tanya Al
"gue masih mau disini, gue mau balik bareng miss, eh Rara" jawab Ryan
__ADS_1
"cieee....yang mau jadian sama miss?" goda Ferdan
" iye dong, gue mau perjuangin cinta gue" jawab Ryan
"semangat bro!!, aku mendukungmu!!" ucap Noval
"yoi, sahabat sejati emang harus saling menyemangati" ucap Alfian sambil melakukan tos ala geng gesrek dengan Ryan yang diikuti Ferdan dan Noval
"kalau lo gimana Dan?"
"gue balik bareng Noval, gue udah bolos dua hari kan??, makanya gue harus pulang, supaya gaji gue gak dipotong banyak, lagian kalian tahu kan gue lagi nabung buat biaya nikah sama Ayu" sahut Ferdan
"ok bro!!!, cemungud!!" balas Ryan
"yoi!!!" jawab Ferdan
***ting nong. .ting nong
"sepertinya ada tamu Al?" tanya Noval
"jangan-jangan lo belum bayar kosan lagi, makannya ibu kos datang kemari buat nagih uang kosan" ucap Ferdan
"santuy, ada anak sultan ini" jawab Alfian
"siapa?" tanya Noval
"tuh yang duduk dipojokan sambil cekikikan bales chatan" jawab Alfian
"suee!!" ucap Ryan
"hahahaha!!" mereka tertawa mendengar ucapan Ryan
Alfian segera keluar untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang kerumahnya.
"hallo Al?" sapa Niken
"darimana lo tahu rumah gue?" tanya Alfian
"ya hanyalah masa gitu aja kaget?" Niken melangkahkan kakinya memasuki kosan Alfian
"kenapa sih aku gak boleh masuk, apa lo udah punya istri ya, terus lo takut istri lo marah-marah gitu?" tanya Niken
"bukan gitu??"
"terus apa dong??" tanya Niken
"udah, pokoknya lo gak boleh masuk, bahaya!!" ucap Alfian
"bahaya kenapa??"
"kita kan bukan muhrim bahaya kalau kita berduaan di dalam bisa terjadi hal-hal yang diinginkan, lagian Rt disini galak banget kan, gue gak mau kita di tangkap hansip gara-gara dituduh yang gak-gak, pokoknya jangan masuk yah..yah..yah" ucap Alfian sambil mendorong tubuh Niken
"asyik dong kalau ditangkap hansip" jawab Niken
"asyik gimana, lo mau dinikahin paksa sama pak RT" jawab Alfian
"maulah kalau nikahnya sama kamu" jawab Niken tersipu malu
"sueee ni bocah, nekat banget" batin Alfian
"tuh kan sekarang kamu mulai berani pegang-pegang aku!!" goda Niken
"astoge!!, maa.maaf" ucap Alfian sambil melepaskan tangannya dari pinggang Niken
"untung gak pegang yang lain-lainnya, bisa bahaya nih" batin Alfian
__ADS_1
"hahaha!!" Niken tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi lugu Alfian