
Cake diputar di meja putarnya oleh Shania, seraya tangan yang satunya dengan luwes mengolesi butter cream dasar berwarna putih. Sangat cepat seperti seorang profesional. Setelah dirasa ketebalannya sama rata dan rapi, Shania mencairkan coklat berwarna biru dan putih lalu menyiramkannya di atas cake, membuat tekstur meleleh di atas dasar putih, ia mengambil krim berwarna-warni yang ada di dalam plastik segitiga untuk ia aplikasikan di atas dasar putih itu, berikut boneka plastik hiasan dan pondan yang ia bentuk. Bi Atun yang tertarik ikut memperhatikan dari dekat.
"Wah neng, bibi mau bikin juga buat anak, cucu di rumah kalo ulang tahun. Kalo liat neng Shania yang hias, kaya keliatan gampang gitu, tangannya luwes !" puji bi Atun.
"Bisa ko, bibi juga bisa, kalo hias kaya gini kaya lagi gambar aja bi. Jangan ragu-ragu, hajar aja !" jawab Shania enteng mencolek sisa coklat.
"Resep kuenya bibi ga tau neng,"
"Emang bibi mau bikin kue dasarnya apa ? blackforest, rainbow cake, lapis Surabaya, spons cake, red velvet, brownies, chesse cake atau cake biasa doang ?" tanya Shania menjabarkan satu persatu.
"Waduh, bibi ga tau neng...pusing. Kalo di kampung taunya yang dihias gini ya kue tart ultah !" Shania tertawa.
"Tuh kan Ka, apa bunda bilang !" bisik bunda lagi.
"Ibu baru tau kalo Shania jago soal kue ?!" ibu ikut duduk melihat pekerjaan Shania yang mulai terlihat good looking.
"Engga jago bu, Sha ga suka juga. Ga keren ah, masa jadi tukang kue !" cibirnya.
"Ngeledek ?! For your information, kamu juga jajan sampe bisa beli motor dari uang kue loh !" jawab bunda.
"Uang ayah ah !" bela Shania.
"Jadi sejak kapan istri mas ini pinter soal kue ?" pertanyaan kedua hari ini.
Sejak Belanda jajah Batavia.
"Sha ga pinter mas, diralat ucapannya. Sha cuma cari hobby aja selain basket tentunya kalo lagi gabut. Orang-orang bilang sih, iseng!" jawabnya terkekeh.
"Keisengan kamu dari smp, ngacak-ngacak dapur bunda !" jawab bunda.
Oke ! Catat ! Sejak smp.
"Emang Sha belum pernah bikin kue gitu selama disini ?" tanya bunda.
"Belum pernah bun," jawab Arka ikut mendekat.
"Cih anak ini !"
"Males ah bun, udah eneg bau kue !" jawab Shania.
"Setau mas kamu kurang suka yang manis kan ?" tanya Arka.
"Emang," jawab Shania.
__ADS_1
"Ga terlalu suka karena udah bosen," ralat bunda.
"Takut diabetes, " cibir Shania.
"Done !" ucapnya menggeser hasil karyanya yang ciamik.
Ternyata jika ada acara ultah ataupun peresmian apapun tak perlu repot-repot pesan kue, apalagi jika nanti Galexia ulang tahun ada momy natckalnya yang siap membuatkan cake bertemakan princess (putri) untuknya.
"Tuh kan ! Cantik, kaya yang bikin !" puji bunda.
"Voucher ??" Shania menengadahkan tangannya.
"Heuhhh ! Nih anak mesti disogok dulu baru mau, mesti ada upah !" dumel bunda.
"Asikk !!!" Shania menempelkan dua lembar kertas voucher makan all you can it di jidatnya.
"Lumayan ! Neng ga punya duit buat ngajak akang apel bun, rejeki anak sholeh !" ucapnya sambil mencuci tangan.
"Apelnya ditraktirin bunda oyyy !!" serunya senang mengibaskan kedua voucher di tangannya.
"Bagus ini Sha, bisa jadi lahan usaha !" ujar ibu melihat-lihat kue yang barusan Shania hias.
"Masukkin dulu ke kulkas bun, tapi sebentar, biar fondant-nya kerasan dikit, jangan kelamaan nanti krim sama coklatnya keringetan !"
"Tau..tau...!" jawab bunda.
"Bukan contoh visioner," jawab Arka.
"Emang !" Shania menyetujuinya sambil tertawa.
"Aku sama mas jelas bertolak belakang," tambahnya meraih Galexia dari bunda dan menimangnya kembali.
"Dedek mau ikut gen ayah atau momy ??!"
"Ya jelas momy kece lah !" jawab Shania dengan suara dimiripkan dengan anak kecil.
"Biar hidup kita lebih berwarna ya dek, biarkan ayah aja yang menjamin hidup tiap bulan, kita mah cari kejutan dari nasib aja !" tawa Shania berlalu menuju teras belakang.
*****
"Cup !" pucuk kepalanya dikecup Arka.
"Lagi apa ?" tanya nya.
__ADS_1
"Sha ragu-ragu mas, kaya ga punya arah tujuan gini !" jawabnya menggigiti kuku jarinya.
Arka ikut duduk, "kenapa ga coba aja ke almamater hijau? Kalo kamu minta saran mas, ambil jurusan tata boga," Arka melihat Galexia yang mulai menggerak gerakkan tangan dan kakinya.
"Mas sama aja kaya bunda, maksain kehendak !"
"Coba aja dulu, siapa tau nanti kamu suka ! Kaya yang kamu bilang, ga usah jadi visioner, kamu orang yang suka dengan kejutan hidup !" tiru Arka.
Benar kata Arka, takdir hidup memang misteri illahi, tak tau akan seperti apa kedepannya. Hanya Tuhan yang tau apa yang terbaik untuk setiap makhluknya, manusia hanya sebagai perencana, namun Tuhan sang penentu. Seapik apapun manusia itu merencanakan masa depannya, jika memang itu bukan takdir yang digariskan untuknya maka semakin Tuhan akan menjauhkannya. Rencana hidupnya selalu berubah-ubah.
"Berani ambil ngga ? Katanya suka tantangan ?" tantang Arka.
Bermodalkan nekat dan kata bunda juga kata-kata kompor Arka, akhirnya Shania membuat keputusan untuk mendaftarkan namanya di kampus almamater hijau.
"Tapi nanti kita beda kampus dong ?!" tanya Shania menarik kembali jarinya dari laptop.
"Kita ketemu tiap hari di rumah, selalu inget...kalo kamu sudah punya suami dan anak, jangan pake status gadis !" kata kata terakhirnya sangat amat mengandung unsur ancaman.
"Ck ! Itu mah, mas kaliii...yang kaya gitu, ngaku bujangan di kampus ! Apa kabar ka Alya, atau jangan-jangan masih ada ka Alya ka Alya lainnya ? " cibir Shania seraya menyipitkan matanya.
"Here we go, again," gumam Arka setelah mulai berdebat sesuatu yang tak penting, ujung-ujungnya ribut.
Ia log in ke dalam laman pendaftaran online SBMPTN lalu mengetik nama almamater hijau disana,
Muncullah logo berwarna kuning dengan slogan "Building Future Leaders"
Shania mengisi data-data diri, memastikan agar tak ada yang terlewat ataupun salah. Termasuk jurusan yang ia pilih, Fakultas Teknik...dia menscroll Tata Boga (Vokasional seni kuliner). Sungguh hidup sekamvreet ini, anak MIPA ambil Soshum. Kaya orang mau ke Surabaya ambil kereta jurusan Jogja.
.
.
.
Noted
* All you can it : sistem penjualan di restoran, dimana konsumen cukup membayar 1 kali untuk dapat menikmati semua menu yang tersedia.
*Fondant : bahan hiasan kue yang dapat dibentuk dan diwarnai apa saja berbahan gula bubuk dan gelatin.
*Enterpreneur : Individu yang bisa menciptakan bisnis yang baru.
* Monoton: berulang-ulang, selalu sama.
__ADS_1
* Visioner : Orang yang memiliki pandangan atau wawasan ke masa depan. Memiliki rancangan yang matang untuk masa depan.
*Soshum : Sosial Humaniora, program studi yang berkaitan dengan ilmu IPS.