Istrinya Pak Guru ?

Istrinya Pak Guru ?
Semoga tercapai cita citamu, sayang !


__ADS_3

Arka selalu senang dengan cara makan Shania yang terkesan nikmat, bukan anggun dan elegan. Tapi selalu membuat orang yang melihatnya ikut tergiur. Cocok untuk menjadi food vloger atau host acara makan, selain karena wajahnya yang cantik dan menggemaskan.


"Mangan padhe !!" ujarnya tertawa.


"Jangan cuma diliatin aja mas, atau mau aku suapin ?" tanya Shania menyodorkan sendok penuh dengan nasi.


"Liat kamu makan bikin kenyang, "


"Masa ? irit dong ya, cukup liatin Sha kenyang deh, uang beras utuh !" kikik gadis itu, atau harus diralat (mantan) gadis.


"Abis ini kita kemana mas ?" tanya Shania.


"Cari masjid dulu, belum dzuhur kan ? udah jam satu siang !" Shania mengangguk.


Setelah selesai makan, keduanya melanjutkan pacaran ala ala study tour-nya. Keduanya bahkan sudah menjelajahi Tugu Pahlawan, Taman Bungkul, dan berbelanja oleh oleh khas Surabaya.


Shania memijit kakinya, "mas istirahat dulu disini ahh, capek !"


"Memang mas mau ajak kamu kesini buat penutup hari, " Arka melirik jam di tangan sudah pukul 5 sore.


Inilah alun alun yang sedari awal tidak Shania teliti, dibangun dengan memiliki area atas dan bawah tanah, yang ruangan bawah tanahnya tadi sudah ia eksplore. Meliputi ruangan yang membentang dari Balai Pemuda dan area bawah tanah dari Yos Sudarso hingga ke Persil Jalan Pemuda 17. Untuk area utama dibuat multifungsi dan dapat digunakan sebagai tempat pameran produk tematik.


Gadis ini berdecak kagum, saat lampu lampu menyala. Dengan latar langit senja yang sedikit menggelap, seolah Tuhan sedang memperlihatkan Shania betapa mengagumkannya bangunan yang ada di hadapannya. Bangunan alun alun Surabaya menyerupai gedung berarsitektur Belanda, dengan dominan warna putih bersih dan atap merah bata. Disekelilingnya dihiasi dengan taman bunga dan tumbuhan hijau yang segar. Selain itu alun alun Surabaya ini dilengkapi dengan 2 air mancur kembar yang bisa mengeluarkan asap tipis menyerupai kabut.


"Disini tuh sering diadain pertunjukkan seni, Sha ! cuma kita belom rejeki, datang kesini pas ga ada event apa apa.." Arka ikut duduk di samping Shania merapikan anak rambut Shania yang terbawa angin senja, membawanya ke belakang telinga. Shania selalu indah dimanapun, apalagi di tempat tempat indah macam ini. Entah Arka yang memang sedang falling in love, hingga membuat apa saja tentang Shania akan selalu indah dimatanya. Ia tak tau cobaan apa yang akan menghadang pernikahan mereka ke depannya.


"Eh, " Shania berdecak kagum, saat lampu warna warni menyala mengitari air mancur, terlihat dramatis saat dipadukan dengan kepulan asapnya.


"Sha, mas ga tau apa yang bakalan terjadi kedepannya. Tapi mas harap kalo ada rasa ga suka, kamu bilang. Karena mas bukan tipe laki laki yang peka,"


"Iya. Sha tau, "


"Mau pulang sekarang ?" tanya Arka.


"Iya, besok pulang jam berapa ?"


"Pagi pagi. "


******************


"Hati hati nduk, "


"Sering sering main ke sini, karena kamu sudah menjadi bagian dari Surabaya,"


Shania mengangguk, demi mendapati kehangatan dan welcome nya keluarga Arka, ia akan merindukan ibu, Banyu, belut, layangan, lontong balap dan kawan kawan, alun alun Surabaya, dan ranjang berderit yang legend.


Perjalanannya di Surabaya membawa kesan penuh makna, disinilah ia tau hubungan Retno dan Arka, disini pula ia menjadi istri Arka seutuhnya.


"Sha, udah otewe ?"

__ADS_1


Shania melirik ponselnya, sebuah pesan dari Inez.


"Mau ngapain ? pasti mau nanyain oleh oleh, "


"Dih, tau aja !"


"Coba deh loe liat IG loe, sejak muka loe jadi sampul banner sekolah buat promo, banyak yang kepoin loe ! hati hati !!"


Deg...


Ada rasa takut di diri Shania, jika sewaktu waktu statusnya sebagai istri Arka akan diketahui publik, hukum sosial di masyarakat sangatlah kejam. Apalagi ia setidaknya pernah menorehkan nama, akan ada banyak yang tak menyukainya. Shania segera mengecek IG nya. Banyak komentar positif sejauh ini, yang ingin bersekolah di BAKTI PERSADA gara gara adanya Shania disana, akibat video viral saat bertanding, banyak orang yang kagum padanya.


"Mas, "


"Hm,"


"Ko Sha, takut ya mas !"


"Takut kenapa ?"


"Gara gara banner itu, banyak orang yang kepoin Sha. Sha takut kalo nantinya status Sha ketauan. Kaya yang mas bilang, serapi rapinya kita menyimpan bank kai lama lama baunya kecium juga, "


"Selama kamu tidak merugikan orang kenapa harus takut ? Apa ada larangan secara tertulis di peraturan BAKTI PERSADA kalau siswi yang bersekolah disana harus lajang ? lagipula, kamu sekolah disana ga gratis, mas sudah bayar sampai kamu lulus nanti. Bahkan sampai uang wisuda kamu."


"Pak Wildan dan beberapa guru disana pun sudah tau, dan mengijinkan. Kita tutup rapat rapat, setidaknya sampai nanti kamu ujian Nasional, "


"Ini yang kamu dan hampir semua siswa tidak tau Sha, Maya bukan dikeluarkan pihak sekolah. Tapi dia sendiri yang mengundurkan diri dari sekolah, "


"Ko gitu ?!"


"Mungkin karena malu, " jawab Arka.


*******************


Perjalanan dari Surabaya ke Jakarta membuat keduanya lelah. Taksi online yang dipesan membawa mereka kembali ke rumah.


"Huwaaaa ! home sweet home !" melihat gerbang rumah yang sudah 3 hari ditinggalkan.


"Bi Atun belum balik mas ?"


"Besok pagi Sha, " Arka mengeluarkan barang barang keduanya. Koper yang dibawa memang hanya satu, tapi kini ditambah 2 buah kardus oleh oleh yang dibawakan ibu dan mbak Tias, juga paklek Parman dan istrinya, belum lagi tas oleh oleh yang dibeli Shania untuk bunda dan Inez.


"Terimakasih pak, ongkos dan tips sudah lewat aplikasi ya, "


"Iya pak, makasih !" jawab si supir taksi online.


"Kamu buka pintu saja, biar barang barang mas yang bawa, "


"Iya. Eh..kuncinya dimana ya mas ?" kekeh Shania.

__ADS_1


"Di tas kamu kan ?" tanya Arka. Shania segera mengecek tas selempangnya.


"Oh iya,"


Klik !


Pintu terbuka, Shania menyalakan lampu setiap ruangan. Tak menunggu lama, gadis itu langsung saja melempar badannya di ranjang.


Arka membawa semua barang barangnya ke dalam rumah, dan menyimpannya di pojokan dapur, biar nanti bagian bongkar muat menjadi bagian perempuan.


"Mas, pasangin gasnya. Sha mau masak air buat kopi sama air mandi !" Tanpa disadari Shania memang selalu bergantung pada Arka untuk urusan begini. Hero nya Shania...


"Hati hati mas, takut meledak !" gidiknya.


Shania menyeduh air panas, sementara Arka memasang kembali semua yang ia lepaskan saat pergi.


"Nih kopinya, " Shania meraih handuk untuk segera membersihkan badannya dari kotoran dan peluh selama perjalanan, sementara Arka sudah berkutat dengan laptopnya.


"Besok mau pake baju apa mas, langsung pake almamater kuning ?" tanya Shania yang sudah segar dengan rambut basahnya di samping Arka.


"Engga langsung, tapi dibawa aja buat jaga jaga kalo disuruh pake,"


"Mas bakal sibuk banget ya, mulai besok ?"


"Mas usahakan buat selalu pulang tepat waktu," jawab Arka.


"Kamu mulai belajar yang rajin dari sekarang ya, biar nanti bisa lulus SNMPTN ke kampus kuning, biar kita bisa sama sama..."


"Mas, ko Sha pesimis ya. Sha ga pede bisa masuk sana, "


"Harus bisa, kalo ga lulus SNMPTN masih ada SBMPTN, mas bantu siapin modul modul buat menghafal,"


"Kalo Sha disana, mas udah senior dong ?!" Arka mengangguk.


"Mau jurusan apa ?"


"Sha pengen jadi psikolog mas, " jawabnya.


Arka tersenyum,


"Semoga tercapai cita citamu sayang, " Arka mengelus kepala Shania.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2