Istrinya Pak Guru ?

Istrinya Pak Guru ?
Barakallah fii umrik, Mabruk Alfa Mabruk


__ADS_3

Dug...dug..dug...!!!


Suara bedug dan adzan maghrib terdengar.


"Alhamdulillah !!!!" seru cs akhlakless Shania, tanpa aba-aba mereka berebut takjil seperti orang yang sudah tak makan setahun termasuk Arga, Dimas dan Lukman.


"Oy, biasa aja bisa kalee ! Itu masih banyak, ga akan sampe keabisan,"


"Malu gue Sha, malu !!" keluh Melan.


"Kalo ada yang nanya nanti, bilang aja gue ga kenal mereka !" tunjuk Niken pada keempat pemuda di sampingnya.


"Ga apa-apa silahkan," ujar Arka.


"Sayang banget bunda sama ayah ga disini ya mas," Shania tersenyum getir.


Arka tersenyum dan mengacak rambut belakang Shania.


"Solat magrib berjamaah dulu, biar nanti makannya nyantai !" ajak Arka. Mereka semua digiring menuju ruang tengah dan menggeser-geser kursi beserta barang yang ada disana agar bisa cukup untuk dipakai solat berjamaah, Galexia yang masih terjaga ikut di dudukkan di baby bouncernya, seakan tau bayi gemoy itu anteng dan kalem.


Arka bukan hanya imam keluarganya, ia menjadi imam dalam solat magrib kali ini.


Shania terlihat khusyuk berdo'a seraya memejamkan mata dan menengadahkan kedua tangannya ke atas, entah apa yang ia keluhkan atau suarakan pada Tuhan.


Ia membuka mukenanya dan meraih punggung tangan Arka. Selesai salim takzim ia baru menyadari jika kawan-kawannya sudah tak ada di barisan shaf.


"Pasti langsung makan, cih..rakus !" Shania hendak meraih putri gemoynya.


"Sha, biar si cantik ibu yang pegang !"


"Tapi kan ibu mau buka, ibu aja dulu ! Kaya biasa, biar Galexia di stroller aja bu," jawab Shania.


"Sha, tolongin Melan Sha !!!" tiba-tiba terdengar suara ribut dari arah teras belakang, semua ikut geger termasuk family Route 78 yang berhamburan memasuki teras belakang.


Tapi baru saja Shania menjejakkan kakinya memasuki halaman berumput, sesuatu yang basah, lengket, dan pekat tersiram ke arahnya.


"Byurrrrrr !!!"


"Happy besdey Shania !!!!!"


Ceplokkkk !"


Refleks Shania melindungi kepalanya.


"Anj r*rriiiittt !!!"


"Hahahah ! Masih jaman kaya beginian !" Arga tertawa bersama yang lain.


"Wish u all the best Sha,"


"Semoga jadi mama sexy nya Gale, sayangkuh !"


"Semoga jadi istri budiman !"


"Kimvrittt, Shania bininya pak Arka, kenapa jadi budiman..."


"Loe be*go diabisin sendiri ih !" sarkas Leli pada Guntur.


Dengan baluran tepung, telur dan air satu ember, badannya basah kuyup dan lengket mirip adonan kue pastel.


"Semoga apa yang loe harapkan tercapai Sha, "


"Semoga hari-hari loe ke depan bakalan terang dan kinclong kaya senyum pep s*odent, "


"Kita sayang loe Sha !" ucap mereka.


"Njirr, mata gue kelilipan oyy !" ujar Dimas.


"Alah bilang aja hati loe melow !" cibir Lukman.


Tes...


Tes....


Shania menitikkan air matanya memeluk Niken, Leli, Melan dan Inez.


"Sha, loe bau ihhh !" Shania malah semakin mengeratkan pelukannya.


Di tengah-tengah pelukan hangat mereka, Arka sudah duduk di kursi sana dengan gitar dan stand microphonenya.

__ADS_1


Terdengar alunan melodi yang merdu.


# Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu.


Tentang apa yang membuatku mudah, berikan hatiku padamu.


Takkan habis sejuta lagu, untuk menceritakan cantikmu.


Kan teramat panjang puisi, tuk menyuratkan cinta ini.


Telah habis sudah, cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia.


Karena telah kuhabiskan, sisa cintaku hanya untukmu.


Aku pernah berfikir tentang, hidupku tanpa ada dirimu.


Dapatkah lebih indah dari, yang kuajalani sampai kini.


Aku slalu bermimpi tentang, indah hari tua bersamamu.


Tetap cantik rambut panjangmu, meskipun nanti tak hitam lagi.


Bila habis sudah, waktu ini tak lagi berpijak pada dunia.


Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu.....


(Surat cinta untuk Starla_ Virgoun)


Arka berdiri dari kursinya diiringi tepukan tangan dari yang lain.


"Pak Arka so sweet sumpah ! Kalo tau kaya gini dulu ikutan gombalin pak Arka di sekolah, gue juga mau jadi Shania. Biar kejebak di kamar mandi sekolah seminggu juga ga apa-apa !" jelas Niken.


"Yang masuk, bukan pak Arka, tapi mang Wawan !" jawab Deni, ditertawai cs mereka.


"Cih, ogah !" desis Niken.


Arka memberikan sebucket bunga untuk Shania.


"Maaf mas ga bisa lebih romantis dari ini, ini aja nyontek dari guugel," jujurnya.


"Yah, si bapak..pake jujur lagi !" keluh Ari.


"Makasih mas, ga apa-apa." Shania refleks memeluk Arka.


"Ekhemmm, mentang-mentang dah buka, peluk peluk ga tau tempat !" ledek teh Mila.


"Teteh sirik aja !" jawab Shania.


"Bukan sirik, teteh ada partner meluk di rumah, nih liat disini jomblo semua, pada suruh meluk pohon bambu !"


"Dede Malin meluk siapa mak ?" tanya Guntur.


"Peluk tuh tiang listrik !" jawab Leli.


"Gue meluk pohon mangga aja lah !" ujar Roy.


"Ngapain meluk pohon, tuh si Inez masih nganggur !" goda Ari.


"Sat !"


"Njirrr !"


"OGAH !!" jawab keduanya bersamaan.


"Barakallah fii umrik nduk, semoga jadi istri sholeha, ibu teladan buat cucu ibu !" do'a ibu mengusap pipi basah Shania.


"Neng, Barakallah ya neng...bi Atun selalu selipin do'a do'a terbaik buat neng, mas Arka, dedek Galexia..."


"Aamiin, bu...makasih. Makasih bi,"


Satu persatu mengucapkan selamat ulang tahun pada Shania.


"Oyy kue bawa di ruang tamu !" pinta Lukman pada Arga dan Sifa.


"Oke uncle !"


"Asikkk, makan besar !"


"Sha, bukan cuma pak Arka yang kasih kado. Nih dari kita-kita, jangan diliat dari harganya ya, tapi maknanya !" Deni dan Melan menyerahkan satu set panci, wajan, spatula, teflon pada Shania.

__ADS_1


Gadis itu tertawa, "loe semua nyuruh gue masak terus gitu ?!"


"Kapan lagi iye kan, kalo boneka, coklat atau voucher makan udah biasa. Ini maknanya dalem Sha, sedalem sumur bor !" jawab Guntur dan Roy, Shania mengangguk-angguk seraya tertawa.


"Sha, met ultah sayang !" Inez memberikan sebuah kotak kado berwarna merah darinya.


"Thanks Nez, selama ini loe selalu jadi temen curhat gue. Mau dengerin semua keluh kesah gue,"


"Thanks, gue sayang loe semua !" Shania menatap teman-temannya satu persatu.


"Taraaaa !!!!! Mbak Sha, ini dari kita !" seru Arga bersama family Route 78, sebuah cake ultah berukuran 3 tingkat bernuansa biru langit dan pink. Mata Shania langsung berbinar.


"Ya Allah, makasih banyak !"


Belum usai euforia, terdengar suara dari arah pintu dalam.


"Assalamualaikum !"


"Waalaikumsalam,"


"Neng, astagfirullah !" bunda datang bersama ayah, sedikit terkejut dengan penampakan Shania yang seperti se tan gembel.


"Bunda !! Ayah !!" Shania menghambur memeluk keduanya.


"Barakallah fii umrik, Mabruk Alfa Mabruk geulis !" ucap keduanya mengecup kening Shania.


"Ayah ga bawa apa-apa. Semua sudah kamu dapatkan di hari jadi ke 18 ini, orang-orang yang sayang, suami, anak, mertua, teman, insyaallah rejeki yang lancar, umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan tentu pelajaran hidup."


"Semua do'a bunda, buat neng Sha, Arka sama Dara."


"Bunda cuma bawa ini, " tunjuknya pada sebuah kotak makan.


"Rendang sunda bun ?" tanya Shania berseru, bunda mengangguk.


"Favorit neng,"


"Makasih bun,"


"Kebetulan karena kita juga baru mau makan, yu barenga aja bun..ayah !" Arka mengajak kedua mertuanya duduk bersama.


Mereka larut dalam euforia ulang tahun Shania.


"Mas, Sha bersih-bersih dulu sebentar. Makan aja duluan !" pinta Shania.


"Iya, mau mas bantuin ngga ?" tanyanya.


"Biar sama bunda aja Ka," tawar bunda.


"Aduhhh, anak bunda meni kaya isian tahu po cong gini, dibalut-balut ku tipung tarigu kieu !" dumelnya menarik gumpalan terigu dan telur yang sudah lengket di rambut Shania dan gadis itu pun tertawa.


(Aduhhh, anak bunda udah kaya isian tahu po cong gini, dibalut-balut pake tepung terigu gini)


Keduanya masuk ke dalam rumah, "Bun, Sha ambil handuk dulu !" tapi belum Shania beranjak, bunda menahannya.


"Neng, bunda mau tanya ?" kini wajah bunda serius.


"Kenapa bun ?" Shania mengerutkan dahinya.


"Rumah tangga neng, baik-baik aja kan ?"


Demi apa, Shania semakin dibuat kebingungan dan setengah syok dengan pertanyaan bunda.


"Kenapa sih bun ? Sha sama mas Kala baik-baik aja, "


"Arka ga selingkuh kan neng ? Neng juga engga punya cem-ceman lain kan ?" wajah bunda terlihat gusar.


Shania menggeleng, "maksudnya apa sih bun ?"


.


.


.


Noted


* Barakallah fii umrik : secara harfiah berarti semoga Allah memberkati umurmu.


* Mabruk Alfa Mabruk : secara harfiah berarti diberkati beribu berkah.

__ADS_1


__ADS_2