Istrinya Pak Guru ?

Istrinya Pak Guru ?
Punya loe bangun !


__ADS_3

Sekilas info !!!!


Taukah kalian, jika lapar menyebabkan lupa daratan, lupa ingatan, bahkan lupa kalo kamu lagi bersama seseorang yang kamu sayang, dan itu terjadi pada little momy satu ini.


Mimin Sin berkata !!!!


 *****


Arka mencangklok tas miliknya dan Shania. Pamit pada yang lain dan menyerahkan poin penting yang akan di sampaikan saat rapat dengan dewan wakil rakyat.


"Thanks Ka, say thanks juga buat Shania," ujar Vian dan yang lain, Shania memang jujur, entah apa tanggapan anggota dewan yang terhormat saat menyaksikan video berdurasi 20 menit yang berisi keluh kesah dari seorang ibu muda tentang harga sembako mencekik, dan sindirannya untuk para tikus kantor yang masih berlindung di dalam kekuasaan pemerintahan. Juga rayuan pulau kelapa bak rayuan Dilan untuk Milea dari seorang Shania, dijamin para bapak-bapak berdasi sana baper di gombalin cewek secantik Shania. Sebenarnya Arka meminta bagian gombalan Shania dicut, tapi tidak ditanggapi Vian, biar saja...itu akan menjadi penilaian tersendiri, bahwa kepintaran mahasiswa bukan hanya dari segi akademik saja tapi dalam segi bicara. Tingkat kecerdasan seseorang bukan hanya dari berapa nilainya dalam hal pelajaran atau yang biasa disebut kecerdasan Intelektual, tapi bisa dilihat dari kecerdasan Verbal Linguistik, atau kecerdasannya dalam kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi.


***


Dan disinilah si cantik, momy-nya Gale terdampar. Berebut botol saos dengan Guntur dan Leli.


"Sha, jangan terlalu pedes !" pinta Arka mengambil botol saos yang baru saja direbut Shania dari Leli.


"Iya mas, cuma dikit biar lidah Sha bisa mencecap rasa lagi, tadi mah kelu ! Nih punya mas," gadis ini menyodorkan semangkuk mie ayam milik suaminya. Masih inget Sha ? 🤣


Hanya duduk di bawah pohon rindang tanpa tenda biru seperti di acara hajatan, tanpa ada meja ataupun kursi, mereka makan dengan nikmatnya, entah karena sudah terlalu lapar. Bahkan kini posisi mereka tidak beraturan.


Guntur, Roy, Deni dan Ari sudah berjongkok diatas jalanan beraspal, sedangkan para perempuan duduk di tembok pinggiran pos satpam sebuah bangunan. Shania dan Arka duduk di samping para gadis dekat dengan si mamang tukang mie ayam.


Shania sudah melahap mie terakhirnya berikut baso yang ia tambahkan, kenikmatan yang hakiki.


"Mau tambah ?" tanya Arka.


Shania menggeleng, "kasian dedek di rumah, nunggunya kelamaan !" jawab Shania.


"Udah kenyang ?"


"Alhamdulillah,"


"Harus, karena kamu harus nyimpen energi buat hukuman nanti !" posisi Shania yang sedang meneguk air, kini terhenti di udara demi mendengar kata hukuman dari pria berjuluk suami di sebelahnya.


"Hukuman ?!"


Glekkk ! air itu lolos dengan susah payah melewati kerongkongan yang tiba-tiba menyempit ukurannya. Teman-teman perempuannya menggeser duduknya jadi dibawah bersama para cowok, meninggalkan Shania dan Arka yang menyelesaikan masalah rumah tangganya.


"Hukuman atas apa ya ? Emang Sha salah apa mas, ko Sha amnesia ?!" kilahnya, bukan hanya Arka yang tertawa tapi teman-temannya ikut terkekeh. Bravoo, mak ! Pura-pura lupa memang senjata terampuh terakhir yang biasa orang-orang gunakan di kala terjepit. Tapi sayangnya, Arka tak akan dapat tertipu.


"Mau mas ingatkan lagi, berapa jumlah aturan yang kamu langgar ?" tanya Arka.

__ADS_1


"Mmmhhh, mantap tuh !" ujar Deni, membuat Shania menyipitkan mata.


"Mie ayamnya...mantapp !" lanjutnya ditertawai Guntur sampai terbatuk-batuk.


"Sorry mak, kali ini Malin ridho mak kutuk. Karena Malin masih sayang nyawa !" tawanya.


Sehati betul persahabatan mereka, memang sahabat sejati, dikala senang duduk bersama di kala sedih mereka memisahkan diri.


"Biasanya nih guys, kalo yang udah nikah apalagi manten baru yang lagi anget-angetnya kaya mereka, hukumannya ga jauh-jauh dari adegan 21 plusss," bisik Roy.


"Omg !!! 3na-enna, an gitu !" jawab Niken berbisik.


"Tapi mas, kan Sha ga salah-salah amat. Yang maksa Sha buat maju kan dari pihak kampus, ini tuh namanya maju kena mundur kena !"


"Satu, kamu ga ada di barisan paling belakang. Dua, kamu ganti baju kamu. Tiga....biar nanti saja mas jabarkan di rumah, ini masalah pribadi !"


Shania dan Arka memang punya sebuah noted di rumah, aturan jika terjadi penalti kewajiban di rumah dengan hukuman berbagai macam. Entah bawaan karena Arka seorang guru, ia terbiasa mendisiplinkan muridnya atau memang hidupnya selalu tertata rapi. Biasanya hukuman yang diterapkan adalah membereskan semua pekerjaan rumah, bukan karena mereka ingin merendahkan salah satu diantara keduanya tapi semata-mata sebagai pendisiplinan diri dan tak terlalu menyusahkan bi Atun. Bi Atun memang seorang asisten rumah tangga, tapi bukan berarti dengan seenaknya mereka melimpahkan semua pekerjaan padanya.


Arka selalu mendidik Shania, untuk bisa menjadi istri sepenuhnya, tanpa mengandalkan asisten rumah tangga.


Bibir Shania mirip bebek.


"Sha, cape atuh mas. Siangnya demo, masa di rumah harus udah olahraga lagi !"


"Kamu sudah mengambil keputusan untuk melanggar, itu berarti kamu sudah tau resikonya !"


"Kalo harus sambil jongkok Sha gempor mas, enakan di mesin cuci ! Sha juga bisa bakar lemak sama getarannya !" sikap absurd Shania yang selalu menempelkan pa_ha dan perutnya di mesin cuci yang menyala saat mencuci, terkadang membuat Arka geleng kepala.


Tapi rupanya obrolan sepasang suami istri ini ditanggapi berbeda oleh teman-teman Shania yang berotak super magic.


"Gila, brooo ! Diatas mesin cuci, dahsyat !" Melan sampai tersedak mie ayam pedas miliknya.


"Kalo di mesin cuci, kurang tuntas Sha, suka masih nempel-nempel, apalagi pas di leher, sama tangannya," jawab Arka.


"Nempel coy, apanya yang nempel, glukkk !" mereka berbisik.


"Gila mamen, di rumah mereka kan ada ibu, bi Atun sama Gale. Di ungsiin kemana dulu tuh orang-orang ?" tanya Leli.


"Kalo Gale sih gampang, tinggal kasih maenan di kamar atau ngga nunggu tidur !" jawab Ari.


"Kalo di mesin cuci, dedek bisa Sha ajak main juga. Dia suka ketawa-tawa mas kalo ikutan goyang badannya,"


"Astagfirullahhhh !!!!"

__ADS_1


"Bawa-bawa ponakan gue, masih orok dah diajak nontonin emak bapaknya bikin adek !" Niken melotot.


Karena tak fokus Roy sampai menumpahkan gelas berisi teh tawar hangat, naasnya mengenai celana Deni yang tengah duduk bersila.


Byurrrr !


"Sattt !!!! Basah njirrrr !" mereka sontak berhamburan dari forum gosip hot plus plus dadakan.


"Loe semua pada kenapa sih ?!" tanya Shania.


"Engga mak," jawab mereka.


"Om Den, punya loe bangun !" tawa Guntur langsung memancing pandangan yang lain ke arah celana Deni.


"Kamvreeettt loe Roy !"


"Kaburrrr !" pekik Roy.


"Oyyy, bayar dulu saravvv !!!"


"Apaan sih heboh banget !" decak Shania.


"Bang, berapa semuanya ?" tanya Arka berniat membayar.


******


"Jangan lupa hukumannya, "


Shania mengangguk sambil mencebik, "iya ahhh !"


"Hukuman yang terakhir itu beda poinnya loh, udah masuk ranah perasaan. Jadi hukumannya juga obat hati," ujar Arka saat mereka sudah masuk ke halaman rumah.


"Masuk angin lagi dong, " ia merutuki dirinya sendiri, kenapa harus membeli jaring laba-laba berwarna hitam itu, yang kini jadi busana favorit Arka untuknya.


"Jatah mas sampai subuh, baru hati yang cemburu bisa terobati," lain halnya Galexia yang akan menghisap sumber kehidupannya, definisi jatah menurut Arka adalah membuat cap dan segel merah di sekitaran area sumber air kehidupan putrinya. Katanya sih karena letak perasaan adanya di da_da, maka obatnya pun disana tempatnya.


"Udah bukan macan tutul lagi ini mah !!!" dumelnya.


.


.


.

__ADS_1


Sebelumnya mimin mau ucapkan terimakasih yang begitu besar buat para pembaca mak Sha_Sha dan mas Kala. Ga nyangka pencapaiannya bisa sampai sejauh ini. Dibandingkan dengan karyaku yang sebelum-sebelumnya, Istrinya pak Guru ? ini bisa melampaui batas, berkat dukungan kalian semua. BIG LOVE ❤ buat keliannn semuanya, tanpa mimin meminta-minta pun kalian sudah memberikan semuanya mulai dari goyangan jempolnya, sebuket bunga, secangkir kopi dan tiket kereta malam !!! Maaf belum bisa kasih crazy upnya karena terbentur kesibukan keseharian mimin, Jangan lupa mampir di karyaku yang baru ya, barangkali suka juga 🤗😘


__ADS_2