
"Welcome XII say goodbye to XI !!!"
Kata senior disematkan di belakang nama Shania. Tapi gadis ini tak pernah peduli. Ia tetap sama, tetap Shania yang murah hati dan gampang akrab dengan siapapun.
"Ka Sha, mau minta tolong !" pinta Devan.
"Min tol apa nih ?"
"Buat ikut demo ekskul basket di acara MPLS, " pinta Devan, yang kini menjabat jadi kapten tim basket SMA BAKTI PERSADA pengganti Cakra.
"Bukannya kalo kelas XII udah ga aktif lagi ya ?" Shania berjalan menuju kelasnya.
"Iya Ka, tapi berhubung ka Shania sama ka Cakra icon nya basket BP, kalian juga kan sempet lolos seleksi Dispora DKI pasti calon siswa baru lebih excited dan berminat buat ikutan ekskul basket di BP. Selain itu ka, banyak juga yang penasaran sama kalian jadinya kita mau mintol buat ngisi acara di MPLS,"
"Waduh, udah kaya artis aja nih gue !" jawab Shania terkekeh.
"Jadi gimana ka, bisa ngga ?"
"Kapan ?"
"Kita rapat hari ini pulang sekolah, buat tampil nanti hari penutupan acara MPLS sekolah, " jawabnya.
"Oh gitu, oke deh. Bisa bisa.." Shania mengangguk angguk.
"Mas, Sha pulang telat. Hari ini mau ikut rapat sama anak basket buat persiapan ngisi acara MPLS."
Orangnya memang tak ada di sini, tapi Shania selalu meminta ijin pada Arka. Meskipun ia akan tau jawabannya apa, jika tidak iya, boleh, oke, sip. Selama ini Arka jarang melarangnya melakukan apapun, asalkan Shania meminta ijin padanya dan selalu berkabar.
"Iya, "
Shania kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Menikmati cimol berbumbu miliknya. Jarang jarang ia bisa jajan sembarangan begini jika ada Arka.
Seragam kebanggaan hitam polet merah menjadi andalan tim basket BP, dari jauh saja sudah terlihat gerombolan semut hitamnya BP.
"Oke temen temen teknisnya gini ya, buat penampil nanti paling pbb anak anak basket semua, yel yel juga, terus beberapa bikin freestyle, sama teknik basket juga. Gue minta ka Shania sama ka Cakra buat tampil unjuk gigi, " terang Devan memaparkan teknis pelaksanaan.
"Kita tampilnya kapan Van ?" tanya Riska.
"Jadi sekolah kita tuh mengedepankan karate sama basketnya ibarat kita tuh jadi gong nya, kayanya penutupan deh sebelum karate."
Hampir satu jam mereka rapat dengan diselingi candaan khas anak anak remaja.
"Hay Sha, " Cakra mengambil bangku dan duduk di samping Shania. Pemuda ini sebenarnya tampan dan baik. Sayang, Shania tak pernah memiliki perasaan apapun padanya.
"Hay Cak, "
"Selamat ya Cak, loe keterima di Dispora, kapan mulai ng'asrama ?" Shania mengulurkan tangannya menyelemati Cakra yang sudah berhasil masuk menjadi calon atlet PORDA DKI.
"Mulai minggu depan Sha, thanks ! Gue menyayangkan keputusan loe Sha, sayang banget..padahal kita bisa sama sama. Tapi apapun itu, gue tau loe pasti punya alasan, " jelas Cakra tersenyum.
Shania balas tersenyum, "bukan Shania namanya kalau ngikutin alur lurus Cak, " selorohnya.
Cakra tertawa, "ini Shania yang gue suka,"
"Sorry ya Cak, gue ga bisa bales perasaan loe."
Pemuda itu tersenyum walaupun getir, "ga apa apa Sha, we still friend ?" tanya nya.
"Friend !" jawab Shania mengangguk pasti.
__ADS_1
"Gue do'ain apapun cita cita loe, semoga dapat terwujud Sha !" ujar Cakra.
"Aamiin, " Shania membuat gerakan membasuh wajahnya.
****
Sebenarnya siswa kelas XI dan XII masih belum belajar efektif, berhubung sekolah masih disibukkan dengan acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS siswa baru.
Hanya saja Shania memutuskan untuk masuk sekolah karena ia memang harus mengikuti serangkaian gladi anak anak basket.
"Mas aku turun sini," kebetulan hari ini Shania diantar jemput Arka, karena hari ini Arka hanya ada satu mata kuliah di kampusnya.
"Iya, mas masuk kalo kamu sudah masuk,"
"Mas ke sekolah dulu ?"
"Iya, kata pak Wildan harus datang, buat perkenalan guru guru sama siswa baru,"
"Terus ke kampus ?" tanya Shania.
"Udah ini, cuma sebentar ko. Kamu masih lama kan di sekolah ? nanti mas jemput pulang dari kampus ?"
"Iya, sampe abis acara, "
"Oke, nanti mas hubungi kalo udah selesai ngampusnya,"
"Oke Sha masuk dulu, assalamualaikum !"
"Waalaikumsalam, semoga lancar demo basketnya, " Shania tersenyum menunjukkan jari oke nya pada Arka, pria itu masih disitu demi melihat istri nakalnya hilang di gerbang sekolah.
Terlihat Shania yang sudah 5 hari ini selalu membawa tas kebanggaannya si ceklis Nike, bertegur sapa dengan teman temannya di sepanjang jalan menuju gerbang. Shania selalu meminta turun jauh dari gerbang sekolah, karena beberapa kali teman teman sekolahnya, memergoki ia diantar Arka.
Situasi sekolah lebih rame dari kemarin kemarin, berhubung hari ini adalah penutupan kegiatan MPLS. Maka, setiap ekskul ingin menampilkan demo terbaiknya, agar menarik minat para siswa baru. Terlihat jelas di gerbang sekolah banner iklan sekolah dengan ke 10 wajah icon sekolah bersama kepala sekolah terpasang di sepanjang gerbang menuju lapangan. Balon biru dan putih sudah diisi helium dan diikat dalam satu ikatan, menyerupai animasi film Up masih diikat di tiang bendera tempat upacara, dengan kain tipis putih bertuliskan
"MASA ORIENTASI SISWA TAHUN 202X BAKTI PERSADA."
Dan kertas krep berwarna warni sebagai wiru wiru penghias dibawahnya. Setiap ruangan ekskul mendadak penuh oleh para siswa sesuai ekskulnya, mereka tak ingin kalah dalam menampilkan demo setiap ekskulnya, mulai dari ekskul tari, band, dance, cheers, drama, pramuka, PMR, voli, futsal, english club, sains club, karate, pencak silat, taekwondo, Rohis, sampai angklung dan kesenian daerah ada.
Terlebih lagi anak anak OSIS sibuk berseliweran dengan jalannya acara, karena merekalah urat nadinya acara.
Shania langsung masuk ke dalam ruangan basket dan mengganti seragamnya dengan baju basket miliknya.
Di lapangan sana sudah dipersiapkan segala persiapan untuk menunjang penampilan. Dan untuk itu anak anak OSIS lah yang sibuk.
Shania dan anak anak basket lainnya melongokkan kepala dan sesekali keluar dari ruangan untuk sekedar menonton.
Promosi sekolah mereka tahun ini dikatakan cukup berhasil, itu terbukti dengan banyaknya siswa baru yang mendaftar dan masuk ke BP, selain karena fasilitas sekolah yang lengkap, akreditasi A, dan BP juga berada di deretan sekolah sekolah ternama lainnya, juga karena wajah wajah icon sekolah yang sudah menorehkan namanya di tingkat olimpiade daerah sampai nasional.
Semua siswa berpakaian seragam putih biru berkumpul dan berbaris di lapangan, kesemuanya masih memakai name tag dan penampilan khas perploncoan MOS meskipun tak keterlaluan, hanya rambut yang harus terikat 2, dan kaus kaki warna warni.
Pak Wildan maju memberikan sepatah dua patah katanya mengucapkan selamat datang di SMA BAKTI PERSADA Tercinta, dan memperkenalkan satu persatu tenaga pengajar sampai karyawan sekolah.
Arka ikut memperkenalkan diri saat bagiannya. Satu kalimat yang keluar dari mulut para siswa baru yang hampir sama dengan siswi siswi lama, Gurunya ganteng banget.
"Kenalkan nama saya Arkala Mahesa, saya guru Kimia untuk kelas X, dan XII. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan magister di almamater kuning, "
"Woww, " gumam mereka.
"Kalo pasangan pak ?" seloroh pak Wildan. Arka hanya tersenyum tipis," sudah ada, "
__ADS_1
"Yaaaaaa, " terdengar lengkingan menandakan kecewa. Namun, Shania hanya bisa mengulum bibirnya malu malu.
"Pak Arka udah nikah emang ?" tanya teman teman Shania dari arah belakang Shania.
"Ko gue ga tau, gue pikir masih lajang ? dulu setau gue pas awal masuk lagi, dia bilang masih single !"
"Mana gue tau, "
"Sha, loe yang sering les private sama pak Arka tau ngga ?" tanya Melan membuyarkan fokusnya memandangi suami gurunya.
"Udah, doi 'dah merit ! cakep lah bininya, 11 12 sama gue !" kekeh Shania.
"Ahh ga caya gue ! Loe aja yang mirip miripin !" sarkas Melan.
"Dih, ga apa apa ga caya sama gue, jangan juga deh ! 'Caya sama gue mah musyrik jatohnya, percaya lah sama Allah !"
Pak Wildan menutup acara ini dengan memotong tali pengikat balon sebagai simbolis berakhirnya acara MPLS tahun ini, hingga balon itu mengudara membawa kain bertuliskan mpls tahun ini, bersama salah satu perwakilan siswa baru dan salah satu guru, juga memasangkan topi dan lencana SMA BP, di kerah baju siswa baru. Tim dokumentasi dari OSIS memotret setiap moment itu.
"Ihhh keren, " decak Riska
"Tunggu yang lebih kerennya lagi ntar, " jawab Devan.
"Sha, mas ke kampus dulu.."
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel. Namun tak begitu terdengar karena Shania masih fokus melihat acara di lapangan.
Obrolan mereka terhenti saat dari arah lapangan sudah berjejer marching band sma BP memakai seragam khas marching band berwarna putih dan merahnya membawakan lagu Indonesia Raya dan Rumah Kita milik Godbless, sebagai pembuka acara demo. Tepukan tangan dan sorak sorai kagum diberikan untuk penampilan apik mereka. Para murid baru pun sudah berada di pinggiran lapangan untuk mulai menyaksikan demo setiap ekskul. Bahkan murid kelas XI dan XII yang berada di dalam ruangan ikut menyaksikan.
"INDONESIA TANAH AIRKU
TANAH TUMPAH DARAHKU...."
(..)
Iringan pianika, dentuman drum dan alat musik lainnya menggema di satu lapangan. Apalagi saat Rere melempar dan memutar tongkatnya di udara.
"LEBIH BAIK DISINI
RUMAH KITA SENDIRI
SEGALA NIKMAT DAN ANUGERAH YANG KUASA
SEMUANYA ADA DISINI
RUMAH KITA...."
(..)
Ditutup dengan pekikan
SMA BAKTI PERSADA !!!
Strong, Smart, Creative... !!!!
SMA BAKTI PERSADA... WE CREATE OUR FUTURE !!!
.
.
__ADS_1
.