
Shania memakai deker di lututnya, tepat di bekas luka bekas operasian. Setelah selesai anak voli dan futsal. Kini Shania dan teman teman keluar dari ruang basket. Mata para audiens terlebih siswa baru tertuju pada gadis bernomor punggung 27 bernama 'Shania'.
Dimulai dari Devan dan kawan kawan junior membentuk formasi dua baris saling bersebrangan, melakukan teknik passing dan shotting lalu beberapa nya melakukan free style dengan memutar bola di tangan, mendribble bola, memperkenalkan teknik dasar permainan basket seperti Rebound dan fast break. Shania berada tak jauh dari sana seakan sedang man to man defense dengan Melan dengan melakukan Jab step atau gerakan menipu lawan dan Drag step atau mendribble bola lalu ditarik untuk mendapatkan space untuk melakukan shoot.
Shania bahkan melakukan teknik andalannya, yang tidak semua orang bisa yaitu three point, tembakan dari jarak 3pt.
"Huwaaaa !!! keren !!!"
Riuh tepuk tangan ditujukan untuknya.
"Ga salah emang, kalo ka Shania masuk seleksi Dispora, legend banget !"
"Dia batalin, dia ngundurin diri !"
"Wah, masa ?! sayang banget !"
Begitulah yang terdengar dari bangku audiens.
Begitupun Cakra yang datang langsung mendribble bola lalu melakukan slam dunk, membuat otot otot lengan bisep remajanya tercetak jelas, menggantung di ring, semuanya semakin bersorak. Sebagai penampilan terakhir dan penutup ekskul basket, ini yang awalnya Shania tolak. Tapi demi anak basket yang memaksanya seperti sedang menodong, ia akhirnya mau. Padahal belum sempat ia meminta ijin dan mengatakan iya, tapi Devan dan yang lain sudah berseru duluan.
"Maafin Sha mas, Sha minta ampun," gumamnya, Shania dan Cakra beradu tanding. Man to man defense, membuat kata cie bergema sangat keras. Belum lagi gerakan impulsif keduanya seperti sepasang kekasih yang sama sama hobby basket.
Cakra mencoba merebut bola dari Shania, dengan posisi rawan seperti sedang memeluk. Seketika gosip baru beredar diantara siswa baru, jika keduanya sepasang kekasih.
"Sha, loe kenapa ?" tanya Melan di ruang basket. Shania kini sedang menanti penghakiman dirinya. Ada rasa berdebar, antara tak enak hati, rasa bersalah, dan takut jika Arka tadi melihat aksinya dan Cakra tanpa seijin Arka.
"Engga apa apa Mel, gue cuma laper !" Shania sampai lupa makan siang yang Arka siapkan untuknya. Shania meraih paper bag dan membukanya, ia lebih baik makan dulu, sebelum acara penutup.
"Bunda emang the best deh, gue jadi ngiri. Pengen di bekelin kaya loe !" ujar Melan, yang menganggap bekal ini dari bunda.
"Eh tunggu deh, itu Route 78. Cafe deket sini kan ? Wih mantep !" decaknya.
"Iya," tak ingin banyak bicara, ditambah perutnya yang sudah du geman, Shania memutuskan untuk makan saja.
"Hemm, enak banget ! sambelnya puolll !" sampai peluh deras membanjiri pelipisnya, tapi gadis ini malah semakin bernav su untuk makan. Shania mengembangkan senyumannya saat melihat choco lava.
Favorit kamu..
******
Hari mulai beranjak menuju sore, dimana acara sudah berada di penghujung. Shania beserta ke 9 orang yang menjadi wajah promosi dipanggil untuk mengucapkan salam perpisahan dan selamat untuk siswa baru.
Host acara yang merupakan sekertaris OSIS, Tiara.. mengucapkan selamat pada para adik kelas baru nya karena sudah menjadi bagian dari SMA BAKTI PERSADA.
"Buat adek kelas welcome and join us, with big family SMA BAKTI PERSADA !!"
"Yeee !" sorak sorai.
"Sebagai penutup acara, maka kami persilahkan untuk band ala ala, yang isinya gabungan antara murid dan guru !!! Cie, pada penasaran ngga ?! guru di sekolah kita juga keren keren, ga kalah keren sama anak didiknya loh !"
__ADS_1
"Hayoo tebak siapa aja ?! " suara Tiara dari depan. Shania dan yang lain malahan terkejut, jika ternyata ada band gabungan.
"Gue baru tau loh, ternyata ada band gabungan !" ujar Melan diangguki Riska.
"Gue baru tau barusan, dikasih tau sama Reza, ini juga dibentuk dadakan kemaren katanya, kaya bikin bakwan !" jawab Devan.
"Siapa bruh ?!" tanya Naran.
"Kalo ga salah ya, kalo gue ga salah denger ada anak musik si Angga sama Cika, kalo guru ada pak Wahyu, ada pak Nirwa, terus..."
Devan mengerutkan dahi dan mengetuk ngetuk kepalanya demi mengingat nama.
"Sama pak Arka !" seru Devan.
"Hah !!!" pekik Shania kencang, ia terkesiap.
"Seriusan Van ?" tanya Shania.
"Sha, lebay banget sii. Kalo gue sih ga aneh laki laki sekeren, seganteng pak Arka bisa ngeband mah, makin top markotop deh buat pak Arka ! Kalo masih jomblo udah gue uber sampe liang semut ! " jawab Melan.
"Ntar deh liat sendiri, tuh si Tiara mau manggil !" tunjuk Devan.
"Ya udah deh, gue udah dipanggil Reza !" ujar Shania berlari menuju tempat dimana Cakra dan 8 lainnya sudah berkumpul.
"Kita sambut band gabungan SMA BAKTI PERSADA !"
"Ada pak Wahyu, bassist !!!"
"Ada pak Nirwa, Drummer !!!"
Tabuhan drum yang ciamik, membuat seruan semakin bergema.
"Ada pak Arkala, gitarist !!"
Shania semakin menganga dibuatnya, saat melodi dimainkan oleh Arka membuat para audiens bukan hanya siswa bahkan guru guru ikut heboh. Dan ia terpesona...
"Pak Arka !!!!"
"Ada Angga, keyboardist !!"
Para ciwi ciwi seketika jadi fans fanatik Angga, calon calon cowo the most pengganti Cakra.
"Dan Cika, vokalis !!!"
Kini para cowo cowo yang bersuitan ingin memberikan semua yang mereka punya untuk Cika.
Specchless...
Kaya orang gagu...
__ADS_1
Mendadak oon...
Sayangnya Inez si netizen kepo level suhu ijin, jika tidak maka ialah siswi yang pastinya paling heboh.
Lagu pertama yang mereka bawakan adalah lagu Bendera milik Coklat.
"BIAR SAJA KU TAK SEHEBAT MATAHARI, TAPI S'LALU KUCOBA 'TUK MENGHANGATKANMU
BIAR SAJA KU TAK SETEGAR BATU KARANG, TAPI S'LALU KUCOBA 'TUK MELINDUNGIMU...
BIAR SAJA KU TAK SEHARUM BUNGA MAWAR, TAPI S'LALU KUCOBA 'TUK MENGHARUMKANMU...
BIAR SAJA KU TAK SEELOK LANGIT SORE, TAPI S'LALU KUCOBA 'TUK MENGINDAHKANMU....
KUPERTAHANKAN KAU DEMI KEHORMATAN BANGSA,
KUPERTAHANKAN KAU DEMI TUMPAH DARAH, SEMUA PAHLAWAN PAHLAWANKU...
MERAH PUTIH TERUSLAH KAU BERKIBAR...
DI UJUNG TIANG TERTINGGI DI INDONESIAKU INI.
MERAH PUTIH TERUSLAH KAU BERKIBAR...
KU AKAN SLALU MENJAGAMU...."
Para anggota OSIS mengajak mereka berjabat tangan dan berdiri mengitari lapangan di depan podium. Sedangkan Shania sudah memasang pita merah putih di kepalanya. Tiara meminta ke sepuluh orang ini berjabat tangan di bawah podium selama lagu kedua dibawakan.
Percayalah, Shania lebih memilih ditembak di tempat saja oleh beberapa sniper. Apalagi di sebelah kanannya Cakra menanti uluran tangan Shania.
Lagu kedua yang dibawakan adalah Kebyar Kebyar
"INDONESIA
MERAH DARAHKU, PUTIH TULANGKU
BERSATU DALAM SEMANGATMU
INDONESIA
DEBAR JANTUNGKU, GETAR NADIKU
BERBAUR DALAM ANGAN ANGANMU
KEBYAR KEBYAR PELANGI JINGGA...
(..)
Sepanjang lagu Kebyar Shania seperti seorang tahanan yang sudah siap di eksekusi tembak mati, dari belakang ia seperti sedang disoroti oleh ribuan laser, membuat punggungnya panas dan mengepulkan asap.
__ADS_1
Padahal ia tak tau bagaiamana reaksi Arka. Ternyata begini rasanya merasa berdosa, rasanya bersalah, dan rasanya takut, ko bikin lemes ??! paling paling kalo Inez ada dia pasti bilang, terciduk kamu Sha !
Euforia nasionalisme tak berhenti disitu, para audiens ikut bernyanyi bersama bersama vokalis.