
Hukuman berujung jadi perang bantal, antara Arka, Shania dan anak-anak.
"Mas, udah ahhh waktunya anak-anak tidur !" jawab Shania yang kalah di kungkungan Arka sementara anak-anak memukul-mukul punggung Arka dengan bantal.
"Mas ihhh !" masih sempat-sempatnya pak guru ini mengecup bibir istri nakalnya sekilas.
Shania mengantarkan anak-anak ke kamar dan menina bobokan keduanya, area kamar kini berada di lantai atas, karena lantai bawah sudah beralih fungsi jadi kantor Pawon Kurawa.
Shania menutup pintu kedua kamar anaknya.
"Udah tidur ?" tanya Arka diangguki Shania.
"Kalo gitu sekarang bagian mas yang kamu kelonin," bisik Arka mengedip, hubungan pernikahan keduanya semakin lama malah semakin mesra dan romantis saja.
"Kalo gitu gendong Sha ke kamar !" Shania sudah melompat ke badan Arka, dan menalungkan kedua tangannya di leher Arka, Arka langsung menahan pan_tat Shania.
"Kaya bayi koala," jawab Arka.
"Kirain bayi mo_nyet," kekeh Shania.
Tanpa disuruh atau dikomandoi momy Gale bertindak impulsif dengan mengecup bibir lelakinya itu.
"Pake jaring ya Sha, yang magenta," Shania tertawa mendengar request Arka.
"Kalo gitu mesti lotionan dulu mas, biar licin sama lembut kaya adonan cake.." kekeh Shania.
"Biar mas yang olesin lotionnya," hobby baru Arka sekarang, mengolesi lotion di badan Shania.
Shania dijatuhkan di ranjang, Arka lalu mengambil botol lotion milik Shania.
"Mas pelan-pelan ih, gercep banget kalo buka-bukaan !" ketus Shania melihat aksi Arka yang terkesan terburu-buru membuka pakaian Shania.
Lotion mulai dioleskan dan disapukan ke seluruh permukaan kulit Shania. Tak disangka hanya kegiatan mengoleskan lotion saja, bisa seasyik ini.
"Lama banget ngolesnya !" omel Shania.
"Diolesnya penuh cinta, lovely.." jawab Arka. Padahal Arka memang sengaja melama-lamakannya, pemandangan ini mengalahkan sunrise di pantai Pangandaran.
"Ah...."
Suara itu keluar dari mulut Shania saat titik sensitifnya di geluti Arka, belum ia memasang jaring ikan, baju kebesarannya jika bertempur dengan Arka, tapi lelaki itu sudah membuatnya lemas. Alhasil mereka meraup syahdunya malam tanpa seragam kebesaran.
Suara binatang malam kalah saing dengan indahnya suara Shania di telinga Arka. Perasaan melambung tinggi dan tak ingin kembali, selalu terjadi jika keduanya sedang berlayar.
Wajah cantik Shania dibawah kungkungannya semakin sexy karena berkeringat, hasil pertempuran barusan.
__ADS_1
"Udah ya mas, Sha capek banget !" ucap Shania masih mengatur nafasnya.
"Capek ya," Arka mengecup bibir yang menjadi energi tambahannya di kala letih itu.
"Iya, makanya cabut punya mas ! Itu gagang kunci masih di dalem !" pinta Shania sewot membuat Arka tertawa.
"Udah dikunci Sha," godanya.
"Mas ihhh !" pukul Shania di dada Arka.
Arka menggulingkan badannya di samping Shania, dengan sisa-sisa tenaganya Shania bangun, melilit badannya dengan selimut dan mendekapnya agar tak jatuh.
"Mau kemana ?" tanya Arka melihat Shania membuka lemari meja rias.
Shania berbalik dengan membawa sebuah cake ultah mini dan sebuah lilin.
"Happy birthday mas," ucapnya, Arka tersenyum melihat kejutan manis itu.
"Make a wish," pintanya menghampiri.
Arka meniup lilin, bukannya memotong kue, Arka malah mel_u_mat bibir Shania.
"Terimakasih sayang," ucapnya.
"Aamiin," jawab Arka.
Shania tau, Arka tak suka perayaan ulang tahun, makanya ia hanya menyiapkan kejutan kecil berdua saja.
"Maaf, Sha ga siapin kado buat mas,"
"Ga apa-apa sayang,"
"Mas sudah mendapatkan kado yang sangat berharga dari kamu, rasa cinta kamu, kepercayaan, dan anak-anak."
"Love you mas,"
"Love you more..." peluknya.
"Mas,"
"Hm,"
"Selimut Sha melorot,"
Mereka tertawa bersama, merayakan ulang tahun dengan tampilan sama-sama tela_njangg dan semrawut.
__ADS_1
*******
Arka sudah bersiap bertemu klien barunya. Menjalin kerja sama dengan sebuah toko kue ternama yang booming dengan outlet yang sudah menjamur. Route 78 sudah bersiap menyambut partner bisnis mereka. Roti manis milik toko kue ini sangat laris di pasaran saat ini. Dan Route 78 akan memasangkan roti manis ini dengan coffe andalan mereka sebagai menu.
"Udah dimana kliennya, Ka ?" tanya Dimas.
"Sebentar lagi sampai !" jawab Arka melirik jam di pergelangan tangannya. Arga, Lukman, Mila, dan Sifa pun sudah bersiap.
Sebuah mobil berhenti di depan parkiran Route 78, menurunkan beberapa orang.
"Udah siap ?" tanya pemilik.
"Siap dong !" seru mereka.
Mereka masuk ke dalam, menurunkan kacamata, merapikan blazer dan kemeja senada.
Seorang perempuan maju ke depan sebagai perwakilan dari pihak partner bisnis, berjabat tangan dengan Arka.
"Semoga kedepannya kerja sama kita menguntungkan kedua belah pihak, Arkala Mahesa."
"Insyaallah, Shania Cleoza Maheswari."
Kedua pengusaha itu beradu pandang penuh cinta dan senyum yang merekah.
"Ahhh, udah lah skip-skip...so so'an pengen kaya di film. Loe berdua juga sering jabatan tangan ko !" sergah Dimas.
Entah sejak kapan Leli kini lebih dekat dengan Deni, sedangkan Ari mengejar Mia, lalu Guntur ? ia mengajak seorang gadis yang terlihat berwajah judes tapi manis yang sebenarnya baik, mereka tak sengaja bertemu saat si gadis patah hati dan berniat untuk bunuh diri di pohon nangka yang hampir ambruk. Melan ? tentu saja ia datang bersama Hendra.
"Uncle Luk !" panggil Shania mengangguk diokei Lukman. Lampu ruangan padam, dan sebuah mini film dimulai.
Menceritakan perjalanan kisah cinta Shania dan Arka.
"Aku cinta kamu," Shania menggenggam tangan Arka.
"Always, sampai surganya Allah," jawab Arka mengecup kening Shania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yeeeee, finally !!!! Kisah momy Gale, pak Guru dan kawan kawan Pawon Kurawa benar-benar berakhir ya guys 😍😍🙏
Terimakasih atas dukungannya yang begitu besar sampe mimin kewalahan meluk lope dari kalian, 🤗 mimin sampai terharu, semua komentar mimin baca meskipun ga bisa bales satu persatu.
Min, kalo kangen gimana ? Tenang sajaaa, mimin sudah siapkan season kedua zheyeng dengan si gemoy Galexia, siapa jodohnya min ? Hanya Allah dan mimin yang tau, Ori kah min ? Fatur kah Min ? Atau justru anak mimin yang lainnya ? Tunggu besok ya guys, jangan buang dulu dari favorit karena kisah si gemoy tapi nakal Galexia akan mimin umumkan disini, sekarang sedang proses pengetikan naskah. Terimakasih juga loh buat kalian-kalian yang sudah kasih mimin saran dan kritik, suerr deh mimin sangat terbantu termasuk yang merevisi 🙏💃 Mimin jahat, tega, di the end kan, karena memang mimin ini kurang akhlak 😝
Oke akhir kata mimin ucapkan terimakasih dan tunggu kisah selanjutnya di season 2😉
__ADS_1