Istrinya Pak Guru ?

Istrinya Pak Guru ?
Dedek Andromeda, penutup kebahagiaan.


__ADS_3

Arka sudah pulang 2 bulan yang lalu. Bukan oleh-oleh yang ia bawa. Tapi setumpuk buku-buku pelajaran yang ia bawa untuk sekolah gratisnya.


Shania yang sudah mengambil cuti melahirkan, kini asyik menyiram tanaman hias dalam pot yang berjejer di teras belakang. Tanaman hias yang sedang viral karena kebolongannya. Beberapa kali ia menarik nafas dan membuangnya, peluh bercucuran dari keningnya.


"Masih belum intens ?" tanya Arka, Shania menggeleng tak yakin. Mendadak ia lupa rasanya melahirkan. Berasa kembali ke nol. Ilmu yang sudah ia dapatkan dari guru terbaik, yaitu pengalaman mendadak seperti hilang tergerus air.


"Mas, kaki Sha udah susah gerak..." ringisnya, niat hati menaruh alat siram, tapi rasa mulas yang terasa makin membuatnya meringis dan menjatuhkan alat siram yang berisi air itu.


Byurrrr...


"Awas licin, jangan gerak dulu. Biar mas ambil lap dulu !" pinta Arka segera mengambil lap pel dan mengelap air yang membasahi teras.


"Mas, sshhhhh..."


"Kita ke klinik sekarang ya," Arka menghentikan ketikan jarinya di laptop dan segera merangkul Shania.


*****


Jam tangan doraemon yang melilit di tangan berkali-kali diliriknya, baju seragam yang sudah keluar menandakan jika bocah ini sudah tak sinkron lagi antara otak dan moodnya, bocah itu lelah menunggu.


Tap..tap..tap...


"Kaka deuyis, maafin oma cantik sayang. Lama ya neng, nungguinnya ? Hampura geulis !" (maaf cantik) ujar bunda meringis menatap cucu sulungnya Galexia, yang sudah menunggu di dekat ayunan.


"Oma lama, kaka pengen liat dedek cepet-cepet oma," pipinya menggembung seperti bapau yang baru saja diangkat dari kukusan.


"Hayuu atuh neng, ayah lagi nunggu momy lahiran di klinik !"


"Makasih bu guru udah nemenin Galexia," ucap bunda.


"Sama-sama ibu, Galexia selamat ya...udah jadi kaka," ucap gurunya.


"Iya bu Intan, Gale pulang dulu bu, ga sabal pingin ketemu dede gemoy yang suka nendangin Gale kalo lagi tidul baleng momy," jawab Galexia.


****


"Allahuakbar !" Shania mengejan untuk kedua kalinya.


Sekuat tenaga ia kumpulkan untuk moment ini, perjuangan seorang ibu memang tidaklah mudah.


"Dorong momy !" pinta dokter Nabila. Kembali dokter ini menangani Shania.


Tarikan nafasnya kali ketiga, membawa serta kelahiran sang bayi laki-laki yang diberi nama Andromeda Putra Mahesa, dengan berat 3,1 kg dan panjang 50 cm.


*****


"Ihhhh lucuuu ! Jadi ini nih yang suka nendangin kaka kalo tiap malem-malem dielusin ?!" ujar Gale bermonolog pada adik kecilnya yang terlelap.


"Ko kaka ga ganti baju dulu ?" tanya Shania yang masih terbaring lemah.


"Tadi bunda kelamaan jemput Dara-nya neng, soalnya macet, terus langsung kesini," jawab bunda.


"Abisnya ga sabal pengen ketemu dedek," jawab Gale.


"Kaka Gale jangan langsung cium dedeknya ya, habis dari luar belum bersih-bersih," pinta Arka.


"Okey ayah," jawabnya.


"Kaka Gale mendingan pulang dulu, ganti baju dulu terus makan," pinta Shania yang sedang mendekap Andro.


Terlihat wajah gemas nan chubby Gale merengut tak mau.


"Nanti kesini lagi," tukas Arka.


"Yu sayang, kita kemon go to home !" ajak bunda.


"Oma cantik bawa puding mangga kesukaan kaka Dara," bujuk bunda.


"Iya oma, tapi janji nanti kesini lagi liat dedek-nya aku ?!" pinta Gale.

__ADS_1


"Iya," jawab bunda.


Arka tersenyum, ternyata Gale cepat paham dan menurut. Padahal biasanya putri sulungnya ini akan selalu mendebat dahulu, sampai-sampai orang dewasa di sekitarnya akan dibuat pusing.


"Mamak !!!!" pekik para makhluk kurang kadar kewarasannya.


"Kaka Galeee !!!"


"Bang..kk." Shania tak meneruskan umpatannya.


"Kalian ini berisik !" tukas Arka.


"Ahhhh, lucunya ponakan baru gue !!!" Melan langsung masuk saja melihat bayi tampan yng ada di dekapan Shania.


"Minggir cik Melan, ga usah terlalu deket. Ponakan baru gue alergi tante tante genit !" kelajar Ari.


"Shittt !" gumamnya mencubit Ari.


"Ompong alelgi itu apa ?" tanya Gale.


"Alergi tuh gatel-gatel !" jawab Ari sekenanya.


"Ohhh, kaya kalo lagi pegang ulet gitu ?!" tanya Gale lagi.


"Iyaaaa ! 100 buat kaka Gale !" seru Guntur.


"Ha-ha-ha," tawa Leli dan Niken mendengar Melan disamakan dengan ulet.


"Puas loe ! Gara-gara om pong nih !"


"Om pong ga usah di dengerin sayang. Otaknya aga beku, abis dimasukkin kulkas !" jawab Melan, Gale tertawa, "kaya es klim ya !"


"Udah lah ngaco, nanti cucu bunda kabawa gelo," imbuh bunda ditertawai Inez dan Niken.


"Yoo sayang," ajak bunda.


"Onty, om, Gale mau pulang dulu. Mau ganti baju !" pamit Gale.


"Ga mau ! Nanti puding mangga aku abis sama om Gledek !" jawabnya.


"Sa ae, idihhh kaka Gale mau belajar pelit. Diajarin siapa tuh ? Onty Melan sama onty Leli ya ?!" tanya Guntur.


"Sembarangan !" decak Leli dan Melan.


"Yu ah, bunda sama Gale pulang dulu !" pamit bunda.


"Iya bun, hati-hati."


"Sha, mas anter dulu bunda sama Gale,"


"Pak, biar sama Deni aja !" tawar Deni.


"Bun, yu Deni anter aja !" tawarnya kembali.


"Asikkk dianter om Deni. Gale mau dijajanin coklat ya om !" pinta Gale.


"Kaka," tegur Arka dan Shania, Gale menunduk dan nyengir.


"Ga apa-apa Sha, pak. Oke, come on !" Deni menggendong bocah yang otewe 4 tahun ini.


"Gue anter bunda sama Gale balik dulu, Sha.."


"Iya Den, makasih !" jawab Arka.


"Momy, dedek...kaka pulang dulu ya, nanti kaka kesini lagi ! Bawa puding buat momy sama dedek !" pamit Gale.


"Iya kaka sayang, ganti baju..makan dulu ya," kecup Shania di seluruh permukaan wajah Gale lalu Gale salim pada semuanya dan keluar dari ruang rawat Shania.


"Ini jagoan gue yang baru nih. Ponakan gue nih si Indro !" tunjuk Roy.

__ADS_1


"Njirrr !" Shania melempar bantal kecil pada Roy yang dengan seenaknya mengganti-ganti nama anaknya.


"Andro peakk !" toyor Leli.


"Loe pikir personel warkop !" tawa Guntur.


"Abisnya mirip !" jawab Roy.


"Terus loe sama Inez kapan rencana merit ?" tanya Shania.


Inez mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Ditunggu kedatangannya guys !"


"Wehhhh om mesum akhirnya mau kawin !" seru Guntur dan Ari.


"Selamat Nez, Roy !" ucap Arka.


"Makasih pak, selamat juga atas kelahiran anak keduanya," jawab Inez.


"Semoga bisa nyusul secepatnya," jawab Arka yang duduk di samping Shania.


"Maksudnya di dp in dulu gitu pak ? Hayu lah gaskeunnn !" ujar Roy bersemangat.


"Huuuu !!!!" Inez, Melan bahkan Leli mendorong kepala Roy, sedangkan Guntur dan Ari sudah tergelak diatas penderitaan Roy.


"Dorong aja dorong, kepala gue mah kaya pintu minimarket nasibnya buat di dorong-dorong !" dengus Roy, Inez memeluk Roy sambil tertawa.


"Mak, temen-temen sama tetangga gue banyak yang suka sama kuker (kue kering) loe. Mereka sampe nanya-nanya, loe open order engga ?!" kalimat itu keluar dari mulut Niken. Secara Niken memang handal dalam urusan pemasaran, ia memanfaatkan moment Shania yang iseng-iseng membuat kue dan menawarkannya pada orang-orang sekitarnya.


"Wah ! Sha, lahan duit tuh ! Kenapa ga coba buat terima pesenan kue, kan kalo orang-orang banyak yang suka lumayan tuh !" usul Inez.


Shania melirik Arka, "Why not ? Bukannya kamu suka tantangan ? Mas tantang kamu buat bikin bisnis kue ? Biar mas yang nanam modalnya ?!"


"Gue mau deh Sha bantuin loe, ga apa-apa lah buat sampingan !" Ari menaik turunkan alisnya.


"Gue juga mau !" seru Guntur.


"Loe, om gledek..asuh noh si gemoy Gale ma Andro !" jawab Roy.


"Jangan mau Sha, ntar anak-anak loe ditinggal tidur lagi !" ujar Melan.


"Gimana Sha ? Masalah pemasaran, biar gue sama cik Melan, iya kan Mel ?" tanya Niken.


"Sip !" jawab Melan.


"Tapi anak-anak ?" tanya Shania pada Arka.


"Ada nannynya ko Sha, noh si gledek ma om pong !" tunjuk Leli.


"Si@*lan loe ! nanny...nanny...sejak kapan nama gue jadi nanny...!" jawab Guntur.


"Astogeee, tinggal di belahan bumi mana sih loe, minum air rendeman ca_wat sana biar pinter, nanny tuh pengasuhhhh !" sarkas Melan.


"Kimvrittt, " jawab Guntur.


"So ?" tanya Arka.


"Oke,"


"Tapi mas minta pelan-pelan saja dulu kita rintis. Mas ga mau kamu sampai cape Sha,"


"Iya mas.."


Lengkap sudah ceritanya ya guys. Ini chapter bonus dari mimin untuk mengobati rasa penasaran 😉


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2