JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG

JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG
Kecewa


__ADS_3

Setelah lima hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Rey sudah melewati masa kritisnya, meskipun dia masih belum tersadar, setidaknya kondisi Rey sudah ada peningkatan, membuat seluruh anggota keluarga Rey merasa bersyukur mengetahui kabar yang disampaikan oleh dokter yang menanggapi Rey.


Meskipun sudah membaik, dan sudah dipindahkan dari ruang ICU, namun Gagah masih belum membiarkan Luna untuk bertemu dengan Rey kembali. Dia khawatir Luna akan syok seperti pertama kali melihat Rey dirawat. Untungnya keluarga Rey dapat memaklumi keputusan Gagah, sebab jika dipaksakan hal itu akan mempengaruhi kondisi psikis Luna yang jadi ketakutan. Sedangkan Gagah tetap memantau perkembangan kesehatan Rey. Bahkan Gagah sudah berbicara dengan kedua orang tua Rey jika dirinya akan membantu Rey agar terlepas dari hukuman penjara jika keluarga Joice menuntut Rey.


Sementara bagi Haikal, hari ini adalah hari pertama dirinya bergabung di kantor pusat. Sedikit grogi saat Haikal akan menginjakkan kaki di kantor itu meskipun ini bukan pertama kalinya dia datang ke sana.


Haikal tidak ingin menunjukkan pada karyawan yang lain jika dia adalah adik ipar Gagah. Dia tak ingin orang akan menilai jika kepindahannya ke kantor pusat memang karena keinginan Gagah.


Di jakarta, Haikal memilih tinggal di rumah Om Fajar dibandingkan ikut tinggal di rumah Prasetyo. Seandainya rumah yang ditempati itui milik Gagah, mungkin Haikal masih bisa menerima, namun karena rumah itu adalah milik orang tua Gagah, rasanya tidak etis saja jika dirinya ikut menumpang di sana.


Gadis memperhatikan seorang pria yang berjalan memasuki kantor Bintang Departement Store kerika mobil yang membawa dirinya berhenti di lobby kantor. Wanita belia itu mengeryitkan keningnya saat ia melihat pria tadi masuk ke kantornya. Dia berpikir, kenapa pria itu ada di kantor pusat? Seketika Gadis teringat ucapan Gagah yang mengatakan jika salah satu pegawai kantor cabang yang ditarik ke pusat berasal dari cabang Yogyakarta. Kenapa dirinya tidak merasa curiga jika Gagah akan membawa adik iparnya bekerja di kantor pusat.


"Jangan-jangan ..." gumam Gadis menerka-nerka.


"Jangan apa, Non?" tanya Pak Abdul, supir yang mengantar Gadis pergi ke kantor.


"Aahh, tidak apa-apa, Pak." Gadis langung turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung perkantoran BDS.


"Siang, Mbak Gadis." Security menyapa santun pada Gadis. Hari ini Gadis memang datang ke kantor siang hari setelah jam makan siang, sebab dia harus bertemu dengan pengacaranya untuk mengurus tanah milik Papanya yang akan dihibahkan untuk membangun sebuah panti asuhan.


"Siang, Pak." sahut Gadis kemudian ia sedikit berlari kecil menuju arah lift. Gadis merasa penasaran dengan kehadiran Haikal di BDS pusat.


Ting


Setelah pintu lift terbuka, Gadis bergegas menuju ruang Gagah. Tiba-tiba ia menghentikan langkah kaki dan memutar arah menuju ruang kerjanya. Dia tidak ingin terlalu memperlihatkan rasa penasarannya di hadapan Gagah, sebab Gagah pasti meledek jika ia sampai menanyakan soal Haikal.

__ADS_1


Gadis masuk ke dalam ruang kerjanya. Tak ingin langsung bertanya kepada Gagah, Gadis memilih mencari informasi tentang karyawan-karyawan cabang yang akan bekerja di kantor pusat melalui Pak Jojo. Sebagai orang yang memimpin divisi HRD, sudah pasti Pak Jojo tahu siapa-siapa saja karyawan yang beruntung bisa berkarir di kantor pusat.


"Pak Jojo, saya minta data karyawan cabang yang ditarik tugas di sini, dong!" kata Gadis pada Pak Jojo. Tentu saja permintaan Gadis tidak mengundang curiga Pak Jojo, sebab menurut Pak Jojo adalah hal yang wajar jika Gadis ingin mengetahui siapa-siapa saja orang bekerja di perusahaan milik Bintang Gumilang itu.


"Baik, Mbak Gadis." Dari seberang teleponnya, Pak Jojo menjawab.


"Kirim pake pdf ke ponsel saya saja, Pak." sambung Gadis kemudian.


"Baik, Mbak. Segera saya kirim ke ponsel Mbak Gadis," sahut Pak Jojo siap memenuhi permintaan Gadis.


"Terima kasih, Pak." ucap Gadis sebelum mengakhiri percakapan via telepon dengan Pak Jojo.


Ddrrtt ddrrtt


Berselang lima menit ponsel Gadis menerima pesan masuk dari Pak Jojo, pesan berupa file pdf yang dia minta. Gadis segera membagikan file yang diterima dari Pak Jojo ke alamat emailnya, sebab ia ingin melihat apa yang dia cari itu melalui laptop.


Nama. : Haikal Khairul Akmal


Tempat/Tanggal lahir : Yogyakarta, 27 September 1999


Gadis terbelalak mengetahui tanggal lahir Haikal ternyata sama dengan tanggal lahirnya, hanya beda tahun saja.


"Kok bisa samaan tanggalnya?" Kalimat pertanyaan yang terlontar dari mulut Gadis sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Kalimat itu spontan terucap saat melihat ternyata ia dan Haikal mempunyai tanggal lahir yang sama, hanya saja usia Haikal tujuh tahun di atasnya.


Tanpa dia sadari rona merah membias di wajah putihnya saat mengetahui hal tersebut. Tak ia sadari jika sosok pria tampan, adik dari Airin itu sebenarnya sudah menyita perhatiannya. Suatu hal yang lumrah terjadi, ketika remaja belia sepertinya tertarik pada seorang pria yang mempunyai paras rupawan.

__ADS_1


"Ternyata benar dia ada di sini." lengkungan terbentuk di sudut bibir Gadis, bahkan kini dia menggi git bibirnya. Entah mengapa hatinya tiba-tiba saja berdebar-debar. Tanpa dia sadari jika saat ini dia sudah terpesona dengan adik ipar Gagah itu. Sebab, keberadaan Haikal di gedung yang sama dengannya membuat hatinya senang.


"Tenang Gadis, tenang ..." Gadis menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, mencoba menenangkan diri agar dirinya tidak menjadi grogi. Dia lalu memandang foto wajah Haikal yang memang sangat tampan di layar laptopnya.


Gadis seketika mengambil ponsel dan membuka salah satu aplikasi sosial media yang cukup terkenal banyak digunakan orang untuk meng-upload foto dan gambar. Dia pun mengetikkan nama Haikal Khairul Akmal di pencarian, berharap dia menemukan akun sosial media milik Haikal di sana. Hingga ia menemukan akun bernama Haikal yang memasang foto profil Haikal menggunakan pakaian seragam BDS. Dengan cepat Gadis mengklik akun tersebut.


Tak banyak foto yang ada di sana, kurang dari sepuluh foto yang diunggah Haikal. Namun ada satu foto yang sangat menarik perhatiannya. Unggahan Haikal terakhir berupa foto Haikal bersama seorang wanita.



Happy Valentine Day ❤️


Caption di bawah foto itu tiba-tiba saja mengusik hatinya. Tanpa perlu bertanya-tanya, Gadis yakin jika wanita di dalam foto itu adalah sosok wanita yang sangat spesial bagi Haikal.


Gadis mendengus kasar, langsung menutup akun sosial media itu dan meletakkan ponsel di atas meja. Ibarat kata dia tiba-tiba melayang di udara namun tak lama dirinya seperti terhempas jatuh ke bumi. Dirinya pun tak mengerti, kenapa dia begitu kecewa mendapati foto Haikal bersama seorang wanita. Dan untuk apa dia merasa seperti itu? Bukankah Haikal hanya orang lain dan bukan siapa-siapa baginya? Tanya Gadis dalam hati.


Gadis bingung, kenapa tiba-tiba terbawa perasaan seperti ini? Apa diam-diam dia sudah tertarik pada pesona Haikal saat pertama kali bertemu? Gadis mengusap kasar wajahnya. Tidak, dia tidak boleh merasakan seperti ini. Dia tidak boleh memikirkan laki-laki saat ini. Tugas dia yang sangat penting dan butuh konsentrasi adalah menyelesaikan pendidikannya dan terus belajar cara mengelola perusahaan dengan baik, agar dia kelak menjadi seorang pengusaha wanita yang sukses di usia belia.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happ Reading,❤️


__ADS_2