JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG

JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG
Salah Paham


__ADS_3

Guratan di kening Gagah nampak jelas ketika mendengar Gadis mengatakan adik iparnya sedang tebar pesona, berusaha menarik perhatian karyawati di perusahaan milik Bintang Gumilang itu. Senyuman seketika mengembang saat Gadis menyebutkan jika Haikal sudah mempunyai kekasih,


Gagah mengendus gelagat kecemburuan dari laporan yang diberikan Gadis padanya. Dia tidak tahu dari mana Gadis mendapat informasi jika Haikal sudah punya pacar? Padahal yang ia dengar dari Haikal sendiri jika adiknya itu tidak mempunyai kekasih dan Gagah yakin Haikal tidak mungkin berdusta padanya. Gagah langsung mengambil kesimpulan jika Gadis sedang menyelidiki kehidupan Haikal sampai menduga-duga Haikal punya pacar.


"Haikal punya kekasih? Dari mana kamu tahu Haikal punya kekasih? Apa Haikal bilang ke kamu?" tanya Gagah dengan mengembangkan tersenyum meledek.


Gadis terkesiap, Gagah sepertinya menyadari jika dirinya sedang mengawasi Haikal, sampai tanpa sadar dia mengatakan jika Haikal sudah punya pacar.


"Mati aku ..." Gadis menggigit bibirnya, keluguannya sebagai remaja belia yang belum pernah mengenal cinta sebelumnya membuatnya bersikap kekanakkan bahkan sampai mempermalukan dirinya sendiri.


"Apa diam-diam kamu sedang menyelidiki Haikal?" Gagah bertanya dengan nada meledek.


"Tidak! Memangnya dia itu siapa sampai harus menyelidikinya!?" tepis Gadis melipat tangan di dadanya dan membuang pandangan tak ingin menatap Gagah, sebab dia tak ingin ketahuan sedang berdusta.


"Lalu dari mana kamu menebak Haikal sudah punya pacar?" tanya Gagah lagi. Gagah dapat mengerti apa yang sedang terjadi pada Gadis. Dia menduga jika Gadis diam-diam jatuh hati pada Haikal, hingga membuat sikap Gadis berubah kekanakan. Hal yang sama pernah ia alami saat mengejar Airin. Akal sehat seakan berhenti bekerja ketika sedang jatuh cinta pada seseorang, cinta memang bisa mematahkan logika.


Gadis memilih diam, jika dia menyebut mengetahui Haikal mempunyai pacar dari akun media sosial milik Haikal, bisa-bisa habis dia diledek oleh Gagah.


Melihat Gadis tak menjawab, Gagah mengambil ponselnya, lalu ia menyambungkan ponselnya itu ke nomer kontak milik Haikal.


"Kal, ke ruanganku sebentar." Setelah mengatakan satu kalimat tadi Gagah langsung mengakhiri panggilannya tanpa memberi kesempatan Haikal untuk menjawab apalagi bertanya.


Gadis membulatkan bola matanya ketika Gagah menghubungi Haikal. Dia yakin jika dirinya akan jadi bulan-bulan dua pria yang terikat hubungan saudara ipar itu. Dia perlu kabur dari ruangan Gagah, dia tidak ingin terlihat bo doh di hadapan Gagah apalagi Haikal.


Gadis terburu-buru berjalan ke arah pintu, dia tidak ingin dipertemukan dengan Haikal di ruangan Gagah saat ini.


"Kamu mau ke mana?" Gagah bertanya ketika melihat Gadis tertangkap mata berusaha kabur.


"Hmmm, aku harus kembali ke ruangan, ada berkas yang perlu aku tanda tangani," sahut Gadis asal menjawab.


"Tunggu sebentar, aku sedang panggil Haikal kemari agar kamu bisa tanyakan langsung padanya orangnya, apa yang kamu katakan tadi kepada saya." Gagah bangkit dari kursi dan berjalan mendekati Gadis, berusaha menahan Gadis yang ingin kabur dari ruangannya.


"Aku tidak ingin bicara dengan dia!" tegas Gadis menolak diminta Gagah menunggu Haikal.


"Kamu tadi melaporkan perbuatan Haikal yang kamu anggap sedang berusaha merayu pegawai di sini, kenapa kamu tidak tanyakan langsung kepada orangnya?" Gagah menantang Gadis bicara langsung pada Haikal.


"Kalau aku yang menegur sendiri, untuk apa gunanya ada karyawan di sini?" ujar Gadis menegaskan dirinya sebagai seorang penguasa di perusahaan itu berhak memerintah siapa pun untuk melakukan apa yang dia suruh.


"Kamu tidak penasaran tentang pacar Haikal? Sebab Haikal pernah bilang ke saya jika dia belum punya kekasih." Gagah sengaja memberi info soal Gagah yang masih berstatus single pada Gadis agar Gadis makin penasaran pada Haikal.


Gadis melirik ke arah Gagah. Sudah pasti dirinya merasa terkejut mendengar informasi yang disampaikan Gagah kepadanya soal status Haikal. Jika memang benar Haikal belum punya kekasih, lalu siapa wanita yang ia lihat di akun media sosial itu? Apakah Haikal berbohong kepada Gagah? Tapi, apa mungkin Haikal berbohong kepada Gagah? Kalau Haikal benar tidak punya kekasih, benar-benar malu dirinya saat ini.


Merasa posisinya berada di pihak yang salah dan terjepit, Gadis segera menarik handle pintu ruangan Gagah dan berhambur melarikan diri.


Buuugghh


"Aaakkhh ...!"


Tubuh Gadis yang sedang berlari keluar menabrak Haikal yang akan masuk ke dalam ruang kerja Gagah.


"M-maaf, Mbak." Haikal yang menyadari telah menabrak Gadis menyampaikan permintaan maafnya.


"Kalo jalan lihat-lihat, dong!" Gadis menggerutu karena tubuhnya terhuyung ke belakang, apalagi saat ia tahu jika yang menabraknya adalah Haikal.


"Maaf, Mbak. Saya tidak tahu kalau Mbak ada di belakang pintu." Haikal berusaha membela diri karena saat ia hendak mengetuk pintu tiba-tiba pintu terbuka dengan Gadis yang muncul di hadapannya hingga benturan antara dirinya dengan Gadis tak terelakkan.

__ADS_1


"Kalian berdua duduklah dulu." Melihat kedua muda-mudi di depannya terlihat akan bersitegang, Gagah menyuruh mereka duduk untuk menjelaskan kesalahanpahaman yang terjadi.


"A-aku masih banyak pekerjaan, Kak!" Gadis menolak dan tetap memilih ingin pergi.


"Duduk dulu, Gadis! Bukanlah kamu yang membutuhkan penjelasan dari Haikal?" Gagah menatap serius memberi perintah agar Gadis tidak menentang apa yang diminta olehnya.


"Kamu juga duduk, Haikal!" Haikal pun mendapat perintah yang sama dari Gagah.


"Baik, Kak." Tak seperti Gadis, tak ada bantahan dari Haikal, dia justru menuruti apa yang diperintah oleh kakak iparnya.


Kedua orang itu akhirnya duduk sementara Gagah tetap memilih berdiri menyandarkan tubuh di tepi meja seraya melipat tangan kekarnya di dada.


"Haikal, kenapa kamu berbohong pada kakak iparmu ini? Apa kamu tidak menganggap aku sebagai suami dari kakak kamu?" Pertanyaan Gagah ditujukan kepada Haikal, yang dia anggap sebagai sumber masalah bagi Gadis.


Haikal dibuat bingung mendengar pertanyaan Gagah, sebab ia tidak tahu maksud dari pertanyaan kakak iparnya itu.


"M-maksud Kak Gagah?" tanyanya kemudian.


"Kemarin kamu bilang kalau status kamu saat ini belum punya kekasih, tapi ..." Gagah menoleh ke arah Gadis, terlihat Gadis menggigit bibirnya sendiri, sebab kekepoan Gadis terhadap Haikal akan ketahuan oleh orang yang bersangkutan.


"Tapi Gadis bilang kamu sudah punya pacar dan sekarang kamu sedang berusaha mendekati pegawai wanita di sini." Gagah menjelaskan apa yang dilaporkan oleh Gadis padanya.


Haikal terbelalak mendengar tuduhan Gadis yang disebutkan Gagah tadi. Dia spontan menoleh pada Gadis, yang langsung memalingkan wajah tak ingin ketahuan sedang merona menahan malu.


"Apa kamu mengaku masih sendiri agar kamu bebas menarik hati semua pegawai wanita di kantor ini, Haikal?" Tentu saja pertanyaan bernada intimidasi yang terlontar dari mulut Gagah tidak bermaksud menyudutkan Haikal, dia hanya ingin Haikal menjelaskan pada Gadis jika semua dugaan Gadis tidak benar.


"Tidak, Kak. Aku tidak berpikir seperti itu!" tegas Haikal menolak tuduhan yang menyudutkan dirinya,


"Tapi Gadis bilang kamu sudah punya pacar," ujar Gagah kembali melirik pada Gadis," "Jadi, sekarang giliran kamu yang jelaskan Gadis, dari mana kamu mendapat informasi soal Haikal punya pacar?" Giliran Gadis yang ditanya oleh Gagah.


"Lihat saja di akun media sosialnya, di situ ada, kok!" Demi mempertahankan argumennya Gadis sampai menyebut sumber dia mendapatkan bukti soal kekasih Haikal.


Haikal teringat ada postingan fotonya dengan mantan kekasihnya dulu di akun media sosial yang hampir tiga tahun tidak ia buka, bahkan ia sendiri sudah lupa passwordnya. Kala itu, mantan kekasihnya lah yang memposting foto itu, sebab banyak wanita yang mencoba mendekatinya. Mantan kekasihnya dulu takut dirinya akan berpaling pada wanita lain, karena itu mantannya memposting foto mereka berdua lengkap dengan captionnya.


"Apa benar itu, Haikal?" tanya Gagah kembali pada Haikal.


"Dulu aku memang punya akun media sosial, Kak. Tapi sudah hampir tiga tahun ini tidak dibuka." Haikal mengaku dirinya sempat memiliki akun media sosial.


"Apa ada sesuatu di akun kamu itu?" tanya Gagah, sejujurnya Gagah sendiri tidak pernah pernah memiliki akun media sosial selain akun chatting untuk ia berinteraksi dengan keluarga serta kerabatnya.


"Hmmm ..." Haikal malu urusan pribadinya dibahas oleh orang lain. "Iya, di sana ada foto dengan mantan aku, Kak." Haikal menegaskan jika yang dianggap Gadis itu hanya mantan kekasih.


"Mantan?" Gagah menahan tawa mengetahui Gadis telah salah paham terhadap Haikal.


"Benar, Kak." jawab Haikal.


"Apa kamu sudah cukup puas dengan jawaban Haikal, Gadis?" tanya Gagah seraya menyeringai.


Gadis masih belum mau menatap Gagah apalagi Haikal, sebab ia merasa seperti sedang diku liti oleh mereka berdua.


"Apa ada yang masih mengganjal di hati kamu, Gadis? Tanya saja, mumpung ada orangnya di sini." Gagah senang membuat Gadis mati kutu.


Gadis hanya diam, rasa malu makin menguat di dirinya saat mengetahui foto yang ada di akun media sosial Haikal adalah foto lama. Dan bo dohnya, ia tidak melihat waktu foto itu diposting.


"Bagaimana, Gadis? Apa penjelasan Haikal sudah cukup memuaskan hati kamu? Jadi, kamu jangan menduga-duga lagi kalau Haikal itu sudah punya pacar, dia masih jomblo, kalau kamu berminat jadi pacar dia, kesempatan masih terbuka lebar untuk kamu." Gagah berseloroh diakhiri dengan tawa kecil.

__ADS_1


Haikal dan Gadis sama-sama terbelalak mendengar Gagah secara transparan menganggap Gadis menaruh hati pada Haikal.


"Kak Gagah jangan mengada-ada, ya! Siapa juga yang ingin jadi pacar dia!?" Gadis merasa perlu secepatnya kabur dari ruangan Gagah jika tidak, dirinya akan dibully habis-habisan oleh Gagah. Dia pun segera bangkit dan bergegas meninggalkan ruang kerja Gagah tanpa menoleh ke arah Haikal.


Haikal sendiri justru bingung dengan apa yang terjadi. Dia tak mengerti mengapa soal foto di akun media sosialnya sampai dipermasalahkan. Sama sekali dia tidak punya pikiran jika Gadis sebenarnya menaruh hati kepadanya.


"Sebenarnya kenapa, Kak?" tanya Haikal meminta penjelasan kepada Gagah ketika Gadis sudah tidak ada di ruangan itu.


"Kita bicarakan nanti saja." Gagah melirik ke arloji yang kini menunjukkan pu kul 12.45 menit.


"Kamu kembali ke tempatmu, Haikal." Gagah menyuruh Haikal meninggalkannya, sebab akan ada kunjungan dari relasi bisnisnya jam satu nanti.


"Baik, Kak." Haikal pun meninggalkan ruangan kerja Gagah.


Sementara di ruangannya, Gadis sedang merutuki dirinya sendiri yang dia anggap bo doh, sebab secara tidak langsung telah memberikan kode jika Haikal sudah mengusik hatinya.


Gadis pun membuka kembali akun media sosial milik Haikal, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Haikal, foto itu memang diposting tiga tahun lalu


"Astaga, kenapa aku ceroboh banget tidak melihat tanggal postingnya!?" Gadis menepuk keningnya sendiri.


"Kak Gagah sama dia pasti akan menganggap aku kepo, deh! Mending kalau cuma kepo, pakai bilang aku naksir sama dia lagi, iiihhh ... be go, be go, be go banget sih, aku!" Gadis merasa kesal pada dirinya sendiri.


***


Rey sudah mengetahui apa yang terjadi dengannya sampai mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Dia pun sudah tahu jika Joice sudah meninggal dalam kecelakaan tersebut. Rey ingat apa yang menyebabkan kecelakaan dirinya bersama Joice kala itu. Rasa cemburu dan kemarahannya mengetahui Joice selingkuh di belakangannya membuat ia melajukan kendaraan sangat kencang dan tak terkendali. Dan Rey menyesali karena sikapnya itu justru membuat Joice harus meninggal dalam kecelakaan tersebut.


Rey juga sudah mengetahui soal kondisinya saat ini dari dokter termasuk dengan kelumpuhan yang akan dia derita, Namun beruntung dokter mengatakan jika dia bisa sembuh dari kelumpuhan jika ia rajin melakukan terapi, tapi itu tidak akan bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Perlu waktu berbulan-bulan atau mungkin tahunan untuk dia bisa berjalan normal.


Rey merasa dirinya sedang mendapat hukuman atas perbuatannya terdahulu, yang menyakiti Airin juga karena dosa yang sering ia lakukan, berzi na dengan Joice. Betapa malangnya saat ini, mendapatkan musibah disaat dirinya tidak mempunyai istri yang mendampingi dan merawatnya.


"Ma, apa Airin tahu tentang keadaanku ini?" tanya Rey dengan nada pelan,


"Adikmu sudah memberitahu Airin setelah kamu kecelakaan," jawab Wulan.


"Apa Airin dan Luna datang membesukku waktu aku tidak sadarkan diri, Ma?" Rey ingin tahu apakah mantan istrinya itu masih perduli terhadapnya.


"Iya, Airin dan suaminya juga Luna datang membesuk kamu, Rey." jawab Wulan.


"Ma, aku ingin ketemu Luna." Rey merasa rindu ingin bertemu dengan putrinya.


Wulan mendesah, ia sudah membuat kesepakan dengan Gagah jika Luna akan dipertemukan dengan Rey, saat Rey sudah benar-benar membaik, ketika kondisi Rey tidak membuat Luna ketakutan seperti kemarin.


"Mama harus minta ijin dengan Nak Gagah dulu, Rey " ucap Wulan kemudian.


"Ma, aku ini Papanya Luna, kondisi aku seperti ini, kenapa harus meminta ijinnya?" Rey kesal merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak kandungnya sendiri.


"Luna terakhir lihat kondisi kamu dengan alat medis yang menempel di tubuh kamu, dia menangis ketakutan dan minta pergi dari sini, Rey. Mama dan Nak Gagah tidak ingin hal itu terjadi, Rey. Mama tidak ingin Luna syok lagi." Wulan menjelaskan alasan dirinya dan Gagah membuat kesepakan itu.


"Aku ingin bicara dengan Luna, Ma. Apa Mama bisa sambungkan video call dengan Luna?" Rey ingin berbicara dengan Luna melalui panggilan video call.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2