
Gadis mengedikkan bahunya sebab rasa dingin angin malam seakan menembus kulitnya. Sweater yang ia pakai ternyata tidak sanggup menahan serbuan angin malam di tubuhnya.
Gadis tak berusaha mengeluh, dengan dia sendiri yang meminta pergi menggunakan motor, padahal ini baru pertama kali ia lakukan. Mungkin jika Mamanya tahu, sang Mama pasti akan menegurnya.
"Kamu kedinginan, ya?" Ketika berhenti di halaman parkir, Haikal menoleh ke arah Gadis. Terlihat wanita itu mendekap erat dan mengusap-usap lengannya sendiri.
"Ah, tidak, kok!" sanggah Gadis berbohong atas apa yang dirasakannya.
"Ya sudah, kita masuk dulu." Haikal meminta Gadys mengikuti langkahnya. Selain bertemu dengan temannya, Haikal juga sekalian ingin menunjukkan kepada Gadis, bagaimana tempat kerjanya dulu.
"Eh, Mas Haikal. Kok' ada di sini, Mas?" Seorang SPG kosmetik menyapa Haikal ketika Haikal berjalan di koridor menuju arah display sepatu di mana Haikal dulu bertugas. Wanita itu bahkan sampai meninggalkan counternya lalu berjalan mendekat ke arah Haikal.
"Duh, yang sudah jadi orang Jakarta, apa kabarnya, Haikal?" Satu wanita lagi ikut mendekat ke arah Haikal juga.
Gadis menatap dengan mata menyipit wanita-wanita yang menyapa Haikal. Gadis yakin, mereka-mereka pasti para penggemar Haikal saat Haikal bekerja di sana.
"Mas Haikal ...!" Sementara dari arah berlainan, pegawai wanita lain menyapa dengan melambaikan tangan ke arah Haikal. Haikal sudah seperti seorang artis yang dielukan penggemarnya.
Haikal hanya mengembangkan senyuman membalas sapaan rekan-rekan lamanya. Matanya melirik ke arah Gadis yang memasang wajah memberengut. Dia yakin jika Gadis tidak menyukai banyak wanita yang menyapa dan berkomunikasi terhadapnya.
"Sebaiknya kalian kembali kerja, kalau bos tahu kalian berkumpul seperti ini, nanti kalian akan kena tegur," saran Haikal karena mereka tidak tahu jika bos besar mereka ada di hadapan mereka tanpa mereka sadari.
"Pak bos jam segini mana mungkin berkeliaran di sini, Mas." jawab SPG kosmetik tadi.
Gadis membulatkan matanya mendengar jawaban SPG tadi, seakan tidak adanya manager di sana membuat mereka bebas berkumpul dan ngerumpi seenaknya.
"Siapa supervisor di sini, Kak?" tanya Gadis ketus berniat melaporkan sikap para karyawan dan SPG itu.
Ucapan Gadis membuat wanita-wanita yang tadi mendekati Haikal menoleh ke arah Gadis dengan tatapan nyinyir. Mereka menganggap Gadis sok belagu dan menganggap Gadis anak kecil yang terlalu ikut campur.
"Sudahlah, tidak usah melaporkan ke supervisor, kita ke sana saja." Khawatir Gadis akan menunjukkan tajinya sebagai pemilik BDS, Haikal mengajak Gadis menuju area sepatu dan sandal.
"Mas Haikal kalau ke sini lagi, sepupunya ditinggal saja di rumah, tidak usah diajak!" SPG kosmetik menduga Gadis adalah Feby yang mereka tahu adik sepupu Haikal, sebab Haikal pernah mengenalkan Feby ketika Feby datang ke BDS Yogyakarta setahun silam.
Gadis yang melangkah mengikuti Haikal sempat menolehkan pandangan ke belakang ketika mendengar SPG berteriak menyebutnya adik sepupu Haikal.
"Tidak usah didengar." Menyadari Gadis terpengaruh dengan kata-kata yang diucapkan oleh SPG kosmetik, Haikal meminta Gadis bersikap tenang, hingga Gadis melanjutkan lanhgkahnya ke tempat yang dituju oleh Haikal.
"Hai, Zul." sapa Haikal kepada Zulkifli, rekan yang bekerja bersamanya ketika masih menjadi pramuniaga.
__ADS_1
"Hai, bro. Kamu ada di sini, Kal? Kapan datang?" Zulkifli menyodorkan kepalan tangannya mengajak fist bump.
"Datang siang tadi, Zul. Aku disuruh antar Mbak Airin pulang, tapi besok pagi mesti balik ke Jakarta lagi." Haikal menerangkan.
Zulkifli melirik ke arah Gadis di samping Haikal, ia pun lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Haikal dan bertanya, "Dia bukan sepupu kamu yang dulu pernah kemari, kan?" Untuk urusan wanita cantik, sudah pasti Zulkifli sangat pandai mengingat, dan merasa yakin wanita yang dibawa Haikal kali ini berbeda dengan sepupu Haikal yang pernah ke sana.
"Bukan," Haikal mengiyakan pertanyaan Zulkifli.
"Apa dia sepupu kamu yang lain, Kal?" tanya Zulkifli kembali, "Yang ini lebih cantik dari sepupumu yang dulu. Sudah punya pacar belum? Boleh dong, kenalin ke aku, Kal." Zulkifli menyeringai.
Seketika kening Haikal berkerut mendengar perkataan Zulkifli, yang minta dikenalkan pada Gadis. Dari gelagatnya, ia mengira Zulkifli mungkin tertarik pada Gadis.
"Dia bukan sepupuku, Zul." sanggah Haikap kemudian.
"Terus siapa? Cewek baru kamu, gitu? Jangan gitu lah, Kal. Kalau aku boleh jadi pacarnya, aku tidak akan macam-macam, kok." Zulkifli sampai berjanji tak akan menyakiti Gadis jika benar mendapatkan kepercayaan menjadi kekasih Gadis.
Sementara Gadis sendiri seketika memutar bola matanya menanggapi pernyataan Zulkifli yang ia anggap hanya suatu modus belaka.
Haikal terkekeh seraya menepuk pundak Zulkifli, dia pun kemudian mengatakan pada Zulkifli tentang siapa Gadis yang sebenarnya.
"Kamu jangan terlalu berangan-angan, Zul. Kalau kepentok bikin sakit." Haikal mencibir Zulkifli.
"Dia itu bos besar kamu, CEO Bintang Departement Store pusat, putri bungsu dari Pak Bintang Gumilang. Masih berani berharap jadi pacar dia?" Haikal menerangkan siapa Gadis pada Zulkifli.
"Hahh??" Zulkifli terperanjat dengan mulut menganga ketika mengetahui orang di hadapannya saat ini bukan orang sembarang.
"K-kamu serius, Kal?" Zulkifli malu sendiri.
"Kapan aku pernah bohong?" tantang Haikal.
Dengan menahan malu, Zulkifli membungkukkan kepala, sebagai tanda menghormati dan meminta maaf.
"Maaf, Nona. Kalau candaan saya tadi keterlaluan," sesal Zulkifli kerena kata-katanya tadi membuat Gadis tersinggung.
***
Jam 2O:55 menit, taksi yang membawa Gagah tiba di rumah mertuanya. Sepulang kerja tadi, Gagah memutuskan untuk menyusul sang istri ke Yogyakarta, sebab ia tak tahan tidur tanpa ditemani istrinya itu.
Menggunakan penerbangan terakhir, Gagah terbang meninggalkan Jakarta sekitar jam tujuh malam. Dan besok pagi, bersama rombongan Airin, mereka akan kembali ke Jakarta dengan maskapai penerbangan yang sama sekitar jam setengah tujuh pagi. Gagah tak memperdulikan ia hanya numpang tidur di Yogyakarta, asalkan bisa bersama dengan Airin dan juga Luna.
__ADS_1
Setelah membayar ongkos taksi, Gagah berjalan ke arah teras rumah mertuanya dan menekan bel dekat pintu. Tak lebih dari dua menit menunggu, pintu rumah Pak Baskoro terbuka, hingga muncullah Ibu Heny dari balik pintu.
"Assalamualaikum, Bu." sapa Gagah mencium punggung tangan Ibu mertuanya yang terperanjat dengan kehadirannya.
"Waalaikumsalam. Lho, Nak Gagah nyusul kemari?" Ibu Heny sampai tercengang melihat kemunculan menantunya itu.
"Iya, Bu. Saya tak bisa jauh lama-lama dari anak Ibu." Dengan mengulum senyuman Gagah mengatakan apa yang sejujurnya ia rasakan.
"Pulang kerja langsung kemari, Nak?" tanya Ibu Heny seraya mempersilahkan Gagah masuk ke dalam rumahnya.
"Iya, Bu." sahut Gagah, "Apa Airin sudah tidur, Bu?" tanya Gagah kemudian.
"Kemungkinan sih, iya. Soalnya dari selesai makan malam dia sama Luna langsung masuk ke kamar, bilangnya mau telepon Nak Gagah." Ibu Heny menerangkan.
"Siapa, Bu?" Pak Baskoro keluar dari ruang keluarga.
"Pak ..." Haikal menghampiri sang mertua lalu mencium punggung tangan Pak Baskoro.
"Lho ..." Pak Baskoro pun sama terkejutnya dengan sang istri. "Kok, Kamu ada di sini?" tanyanya kemudian.
Dengan mengulum senyuman, kembali Gagah menjawab, "Kangen Airin dan Luna, Pak. Saya pamit ke kamar dulu, Pak." Gagah berpamitan karena ingin segera menemui istrinya.
Sementara Pak Baskoro dan Bu Heny saling berpandangan dan melempar senyuman. Mereka memahami apa yang dirasakan Gagah saat ini.
"Airin sudah mendapatkan jodoh yang sesungguhnya ya, Pak?!" Bu Heny merasa bahagia melihat sikap Gagah terhadap anaknya.
"Benar, Bu. Gagah terlihat tulus menyayangi Airin sama Luna." Pak Baskoro memandang punggung Gagah yang makin menjauh. "Sudah jam sembilan, cepat hubungi Haikal, Bu. Suruh cepat pulang. Jangan malam-malam bawa pergi anak Gadis orang," perintah Pak Baskoro pada istrinya, seraya berjalan ke arah kamar.
"Iya, Pak." jawab Bu Heny mengikuti langkah suami karena ia ingin mengambil ponsel yang ia simpan di balas untuk menghubungi Haikal dan meminta anaknya itu segeta pulang ke rumah.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1