JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG

JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG
Wanita Yang Sama


__ADS_3

Setelah menyerahkan STNK motor miliknya Airin bergegas turun dari mobil Gagah dan berlari kecil masuk ke dalam kantor Central Bank sebelum ada orang yang melihatnya, walaupun sudah pasti security yang berjaga di depan pintu melihatnya turun dari mobil Gagah, tapi dia berharap security yang berjaga tidak berpikir macam-macam kepadanya.


" Pagi, Mbak Airin," sapa security membukakan pintu untuk Airin.


" Pagi, Pak." sahut Airin tersenyum lalu berjalan ke arah tangga untuk absensi di lantai tiga. Karena lift di kantor akan berfungsi dari jam delapan sampai jam tiga, sebelum dan sesudah jam itu, karyawan atau nasabah yang berkepentingan di lantai dua dan tiga akan menggunakan tangga untuk naik dan juga turun.


Sementara dari dalam mobil, Gagah mengulum senyumnya melihat Airin yang terburu-buru masuk ke dalam kantor karena takut ketahuan karyawan bank lain. Setelah Airin menghilang dari pintu masuk, barulah Gagah menjalankan mobilnya ke luar dari halaman kantor tempat Airin bekerja.


" Dia itu ..." Gagah kembali mengulum senyumnya membayangkan sikap Airin yang ogah-ogahan terhadapnya. Mungkin jika wanita lain pasti akan senang diantar jemput dirinya, sementara Airin justru menolak bahkan menghindar darinya sampai memberikan alamat yang sudah tidak ditempati oleh Airin.


" Benar-benar nekat dia itu ..." Gagah masih belum bisa menghilangkan senyuman di bibirnya mengingat Airin seperti orang yang ketakutan saat dia dekati.


" Sungguh wanita yang menarik." Gagah menggeleng pelan kepalanya. Dia semakin mengagumi sosok Airin yang dia anggap berbeda dengan wanita lain yang selama ini dia kenal.


Gagah terus menjalankan mobilnya kembali ke rumah. Sesampai di rumah dia menyuruh salah seorang drivernya untuk mengambil motor Airin lalu mengantar ke kantor Airin.


" Ini kunci dan STNK nya. Nanti tolong ke dealer resmi, ganti ban yang baru depan belakang, ganti yang tubles saja bannya. Sekalian aja diservice, setelah itu antar ke Central Bank cari yang namanya Airin. Nanti Pak Birin naik ojek saja." Gagah memberi perintah kepada Sobirin, lalu menyodorkan kunci, STNK dan juga uang untuk Sobirin mengambil, service dan mengantar motor Airin.


" Baik, Mas." sahut Sobirin.


" Nanti di bank bilang saja ke security mau bertemu karyawan yang namanya Airin bagian customer service, Pak." ujar Gagah menjelaskan.


" Baik, Mas." jawab Sobirin kembali.


Gagah lalu melangkah ke dalam rumah setelah mengatur Sobirin mengambil dan mengantar motor Airin yang ada di tukang tambal ban.


" Assalamualaikum ..." Gagah mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumsalam ... kamu sudah pulang, Gagah? Sudah sarapan?" Widya yang menyambut Gagah di ruang tamu. Setelah melepas Prasetyo pergi ke kantor, Widya sengaja duduk di kursi tamu menunggu kedatangan Gagah.


" Aku belum sempat sarapan, Ma." sahut Gagah karena pagi tadi dia memang terburu-buru ingin menjemput Airin.


" Ini sudah jam setengah sembilan, lho!" Widya tahu kebiasaan Gagah selalu tepat waktu dalam menjalankan rutinitas harian, termasuk jam makannya.


" Mama pikir kamu tadi sekalian cari makanan di luar," lanjutnya.


" Tadi repot, Ma. Tidak sempat cari makan," jawab Gagah.

__ADS_1


" Mama siapkan sarapannya, ya? Kamu mau sarapan apa?" tanya Widya.


" Tolong suruh Bibi buatkan aku sandwich saja, Ma." pinta Gagah.


" Nanti Mama saja yang buatkan." Widya ingin menyiapkan sarapan untuk Gagah sendiri.


" Makasih, Ma. Aku mau mandi dan ganti pakaian dulu." Gagah berpamitan ke kamarnya, namun sebelumnya dia memberikan kecupan di pipi Widya sebagai ungkapan terima kasih karena akan membuatkan sandwich untuknya sarapan.


***


Airin sedang melayani nasabah ketika Pak Santo, security yang berjaga di depan mesin antrean menghampirinya bersama seorang pria yang tidak dia kenal.


" Permisi, Bu. Maaf mengganggu sebentar." Pak Santo ijin lebih dahulu kepada nasabah yang sedang dilayani oleh Airin, kerena menjeda waktu Airin melayani nasabah tersebut.


" Ada apa, Pak Santo?" tanya Airin heran.


" Maaf, Mbak. Bapak ini mau ketemu Mbak Airin, katanya ada keperluan dengan Mbak Airin." Pak Santo menunjuk pria di sebelahnya.


" Sebentar, ya, Tante." Airin pun minta ijin kepada nasabah yang di hadapannya untuk menanggapi orang yang mencarinya itu.


" Ada apa Bapak mencari saya?" tanya Airin ramah, karena dia memang merasa tidak mengenali orang yang datang itu.


" Oh, terima kasih, Pak. Maaf sudah merepotkan Bapak." Airin bangkit dan mengatupkan tangan di depan dadanya sebagai tanda dia berterima kasih karena sudah merepotkan Sobirin.


" Sama-sama, Mbak. Saya permisi kalau begitu." Sobirin berpamitan karena merasa tugasnya mengantarkan motor hingga tujuan telah selesai.


" Silahkan, Pak. Terima kasih banyak, ya, Pak." Airin kembali menghaturkan ucapan terima kasihnya, lalu kembali melayani nasabah setelah Sobirin pergi.


Sementara Sobirin langsung memesan ojek online untuk kembali ke rumah Prasetyo. Sobirin adalah driver di rumah Prasetyo yang bertugas mengantar keperluan ART di rumah Prasetyo jika ingin pergi belanja atau lainnya.


Sesampainya di rumah majikannya, Sobirin langsung menuju dapur untuk mengambil air minum dingin karena dia merasa haus setelah mengantarkan motor milik Airin ke Central Bank.


" Dari mana kamu, Birin?" tanya Bi Darsih, ART senior di rumah Prasetyo, saat melihat Sobirin menghabiskan air mineral satu botol kemasan lima ratus mililiter dari kulkas.


" Habis disuruh Mas Gagah, Bi." jawab Sobirin.


" Oh ..." Bi Darsih tidak banyak bertanya lagi. Dia bersama Bi Junah sedang meracik sayuran untuk menu makan siang nanti.

__ADS_1


" Bi ...."


" Opo?" tanya Bi Darsih melirik ke arah Sobirin kembali.


" Aku tadi disuruh Mas Gagah ambil motor di tempat tambal ban, terus ke dealer ganti ban yang baru lalu antar ke pemilik motornya." Sobirin menceritakan tugas yang diberikan kepadanya, karena dia merasa penasaran dengan sosok wanita di pemilik motor itu.


" Terus?" Bi Darsih masih setengah-setengah menanggapi cerita Sobirin, karena merasa tidak ada yang aneh dengan tugas yang diberi Gagah pada Sobirin.


" Ternyata yang punya motor itu perempuan, Bi. Wonge ayu tenan, lho, Bi. Siapa dia, ya?" Sobirin merasa penasaran dengan sosok Airin.


" Maksudnya kamu mau kenalan sama wanita itu, Birin?" tebak Bi Junah.


" Pikiranmu dangkal, Nah! Awakku wis duwe bojo. Aku cuma penasaran saja, apa mungkin wanita itu pacarnya Mas Gagah? Orangnya ramah, cantik, penampilannya kalem, bicaranya juga santun, cocok kalau jadi menantu keluarga ini." Sobirin menyampaikan pendapatnya sekaligus menepis anggapan Bi Junah.


" Mas Gagah itu 'kan mau dijodohkan sama keponakan temannya Ibu Widya, Birin. Yang kemarin diundang makan malam di sini itu, lho!" ujar Bi Junah. Saat kedatangan Airin dan Tante Mira, Bi Junah dan Bi Darsih ikut melayani di meja makan, sementara Sobirin yang tidak menginap di rumah majikannya tidak tahu soal kedatangan Airin ke rumah itu.


" Iya, keponakan temannya Ibu Widya juga cantik orangnya, santun juga sopan. Tapi, sayangnya Mas Gagah kayak ogah-ogahan." Bi Darsih tidak tahu kejadian di teras rumah ketika Gagah berjumpa dengan Airin.


" Bibi juga bingung, Mas Gagah itu cari calon istri yang seperti apa lagi? Padahal Mas Bagus sama Mas Tegar waktu seusia Mas Gagah sekarang ini malah sudah punya momongan." Bi Darsih menyayangkan sikap Gagah yang masih betah sendiri.


" Iya, ya, Bi. Padahal kalau sudah pada menikah semua, Pak Pras sama sama Bu Widya pasti senang." Bi Junah menambahkan.


" Kalau sama keponakan temannya Ibu menolak, semoga sama yang ini tidak, Bi. Soalnya Mas Gagah seperti perhatian banget sama wanita yang ini." Sobirin berharap jika Airin adalah jodoh untuk Gagah. Dia tidak tahu jika yang wanita yang diceritakan Bi Darsih dan Bi Junah dengan wanita yang dia temui di bank itu adalah wanita yang sama.


" Memang kamu mengantar motornya ke mana, Birin? Kamu ketemu sama wanita itu di mana?" tanya Bi Junah penasaran.


" Di bank, Nah. Wanita itu kerja di bank," sahut Sobirin.


" Siapa yang kerja di Bank, Birin?" tanya Widya yang tiba-tiba masuk ke dapur, membuat semua ada di ruangan itu sama-sama menolehkan pandangan ke arah Widya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2