
Jumat ini, Airin sudah mulai menikmati masa cutinya. Ia menggunakan waktu dua hari ini untuk melakukan perawatan di salon jelang pernikahannya di lusa. Mulai perawatan rambut, wajah hingga tubuhnya. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, tak ada yang terlewat untuk dilakukan treatment.
Meskipun ini bukan pernikahan pertama bagi Airin, namun ia ingin terlihat cantik dan fresh di hari pernikahan keduanya kali ini. Apalagi yang akan dia hadapi nanti adalah kerabat dari pihak Gagah, yang notabene masih keturunan keluarga ningrat.
Airin diantar supir pribadi keluarga Om Fajar, pergi ke salon, ditemani Tante Mira dan juga Luna. Sementara Airin melakukan perawatan di salon, Tante Mira membawa Luna menunggu di arena permainan anak, karena salon yang dipilih Airin berada di sebuah mall yang tidak jauh dari rumah Om Fajar.
Airin memejamkan mata, merasakan kehangatan yang menyeruak ke dalam tubuhnya dari rendaman air rempah. Racikan tradisional itu dipercaya baik dilakukan untuk calon pengantin, selain untuk menyegarkan tubuhnya, juga untuk memancarkan aura positif calon pengantin saat pelaksanaan akad nikah nanti.
Meskipun belum mempunyai rasa cinta di hatinya, Airin tetap harus mempersiapkan diri untuk melayani Gagah sebagai seorang istri, termasuk jika Gagah menginginkan menjalankan aktivitas in tim suami istri.
Bulu roma Airin seketika meremang, saat dirinya membayangkan harus menjalankan aktivitas hubungan in tim bersama Gagah. Bersentuhan fisik, walau hanya dengan menggenggam tangannya saja, sering menimbulkan detakan jantung tak beraturan, apalagi jika dia harus bersentuhan secara lebih in tim dengan Gagah.
Airin teringat saat secara refleks memeluk Gagah ketika di pemancingan. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh pria itu kini mulai familiar dalam penciuamannya, bahkan dapat dia bayangkan aromanya, meskipun saat ini Gagah tidak sedang bersamanya. Hingga ia membayangkan, dalam pelukan pria tampan itu menghadirkan rasa nyaman di hatinya.
"Ya ampun, kenapa aku sudah membayangkan hal seperti itu?" Airin mengerjapkan matanya, mencoba menyadarkan dirinya agar tidak memikirkan hal yang berhubungan dengan keintiman suami istri.
Airin segera keluar dari bathtub setelah terapis masuk ke dalam ruangan dan meminta Airin untuk segera keluar dari bathtub.
Setelah melakukan perawatan lainnya dan menyelesaikan pembayaran, Airin pun meninggalkan salon untuk menemui Tante Mira dan Luna yang berada di arena permainan anak.
"Terima kasih atas kunjungannya Kak. Kembali lagi di lain waktu." Pegawai salon mengucapkan terima kasih kepada Airin sambil membukakan pintu untuk Airin yang akan keluar dari salon.
"Sama-sama, Mbak. Terima kasih." Airin membalas lalu melangkah ke luar dari salon. Namun langkah Airin terhenti, saat dia melihat sepasang manusia di hadapannya hendak masuk ke dalam salon yang akan dia tinggalkan.
"Airin?" Rey, salah satu dari orang yang ada di hadapan Airin menyapa mantan istrinya itu tanpa berkedip. Aura kecantikan calon pengantin itu terlihat jelas di wajah Airin yang terlihat semakin cantik di mata Rey.
"K-kamu ada di sini? Kamu tidak ke kantor?" Melihat Airin mengenakan dress selutut dengan rambut panjang tergerai, Rey terheran. Karena ini adalah hari kerja, biasanya Airin beraktivitas dan bank pun tidak libur.
Tatapan tajam Airin arahkan pada Rey, bergantian pada wanita yang selama usia pernikahannya dengan Rey menjadi pemuas ranjang Rey selain dirinya. Terlihat Joice pun menatap dan tersenyum sinis ke arah Airin, seakan meledek. Mungkin dalam pikiran Joice, Airin masih menyimpan cinta pada Rey, dan Joice merasa senang karena telah memenangkan Rey dan membuat Airin cemburu.
"Honey, buat apa kamu perduli sama dia lagi? Aku yakin, dia itu sudah selingkuh di belakang kamu dengan menjadi simpanan pria itu," sindir Joice dengan bergelayut manja memeluk Rey. Joice masih saja menuduh jika Airin sudah berkencan dengan Gagah ketika Airin masih menikah dengan Rey.
Hati Airin merasa terba kar, bukan hanya karena melihat adegan mesra yang dilakukan Joice pada pria yang dulu begitu dicintainya.Tapi, pada ucapan Joice yang memfitnahnya.
__ADS_1
"Dia benar. Untuk apa Mas tanya, sedang apa aku di sini? Kenapa aku tidak bekerja? Daripada Mas ingin tahu urusan aku, sebaiknya Mas urus saja selingkuhan Mas ini! Agar mulutnya dijaga, jangan asal bicara!" Merasa dadanya ingin meledak karena rasa cemburu dan emosi, Airin memilih segera berlalu dari Rey dan Joice.
"Kenapa harus bertemu dengan dua orang itu, sih!? Menyebalkan sekali!" Sepanjang perjalanan menuju permainan Anak, Airin terus menggerutu dalam hati.
"Sudah selesai ke salonnya, Rin?" tanya Tante Mira, setelah Airin sampai di tempat permainan anak.
"Sudah, Tante." jawab Airin dengan wajah masam.
"Kenapa, Rin?" Tante Mira merasa ada sesuatu yang tak beres terjadi, sehingga membuat Airin terlihat kesal.
Airin mendengus kasar, seraya mendudukkan tubuhnya di samping Tante Mira.
"Tadi sewaktu keluar dari salon, aku ketemu Mas Rey dan wanita itu lagi, Tante." Kepada Tante Mira, Airin menceritakan apa yang membuat wajah cerianya berubah masam.
"Rey ada di mall ini?" Tante Mira terkesiap.
"Iya, Tante." sahut Airin mendesah.
"Kita pergi dari sini saja, Tante! Aku tidak ingin Luna bertemu Papanya saat Papanya membawa wanita itu lagi." Airin kembali bangkit untuk memanggil Luna yang masih asyik bermainan.
"Ya, sudah. Kamu cari Luna dulu." Tante Mira sependapat dengan Airin. Ia pun menyusul Airin untuk mencari Luna.
***
Di rumah Om Fajar, baru selesai dilaksanakan pengajian jelang pernikahan Airin yang akan dilaksanakan besok di rumah keluarga besar Prasetyo Hadiningrat.
Beberapa kerabat dekat keluarga Airin dan sahabat Airin datang di acara pengajian itu, termasuk Liliana dan Ambar. Kedua sahabat Airin itu nampak bersemangat hingga menarik Airin ke kamar untuk berbincang bertiga di kamar Airin.
"Gimana rasanya mau jadi manten lagi, Rin? Deg-degan tidak?" Ambar sengaja menggoda Airin, yang langsung tersipu malu.
"Saat malam pengantin, kamu harus tunjukkan keahlianmu di atas ranjang, Rin. Biar Pak Gagah lengket terus, tidak mau jauh dari kamu," saran Ambar kemudian.
"Benar itu, Rin. Buat Pak Gagah merasa puas dengan pelayanan kamu yang hot di ranjang. Jangan malu-malu, kalau dia mencium, kamu balas menciumnya, tunjukkan jika kamu pandai dalam hal melayani suami, biar Pak Gagah berga irah lihat kamu, dan tidak punya kesempatan melirik wanita lain di luar sana kayak si breng sek Rey itu." Liliana menambahkan saran yang diberikan oleh Ambar tadi.
__ADS_1
"Aku malu, Li!" tepis Airin.
"Dulu sama Rey kamu malu tidak?" tanya Liliana.
"Bedalah, Li. Dulu aku sama Mas Rey itu menikah karena saling cinta, tidak seperti sekarang ini." Airin beralasan.
"Astaga, Rin! Pak Gagah ganteng kayak gitu, kok. Masa kamu masih belum ada tanda-tanda jatuh cinta?" Bola mata Liliana berputar menanggapi pernyataan Airin tadi.
"Iya, heran, deh! Pak Gagah itu jauh ke mana-mana kalau dibanding sama Rey itu, Rin. Sudahlah, tutup cerita lalu sama si kutukupret itu, buka lembaran baru dengan sang Arjuna. Aku yakin kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan kamu, Rin." Ambar menggenggam tangan Airin.
Airin menatap tangan Ambar yang menggenggam tangannya. Netranya kini menatap Ambar dan Liliana bergantian, hingga sebuah senyuman melengkung di sudut bibirnya.
Airin memang telah salah memilih pendamping hidupnya ketika ia memutuskan menikah dengan Rey. Namun, ia tidak salah memilih Liliana dan Ambar sebagai sahabatnya saat ini, karena mereka selalu mendukung setiap keputusan yang diambil oleh Airin.
"Terima kasih, kalian selama ini selalu membantu dan memberikan support untukku." Airin merasa haru dengan ketulusan hati kedua sahabatnya itu.
"Itulah fungsinya seorang sahabat, Rin. Ada di saat suka maupun duka. Kita tidak akan membiarkan kamu menderita dan bersedih. Kita juga ikut merasakan senang ketika kamu merasa bahagia," sahut Liliana.
"Selama ada kita, kamu tidak perlu merasa khawatir, Rin. Karena kami berdua selalu ada untukmu." Ambar menambahkan.
"Aku bersyukur punya sahabat seperti kalian berdua." Tak tahan untuk tidak mengeluarkan air mata, Airin akhirnya menangis tersedu memeluk kedua sahabat sejatinya itu.
*
*
*
Bersambung ...
Harap sabar, akad nikahnya besok ya😁
Happy Reading❤️
__ADS_1