Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Bersumpah


__ADS_3

Stella merasa begitu sedih, Aska menatap bayi mereka dengan penuh kebencian. Namun, apa yang bisa wanita itu lakukan. Ia hanya bisa terdiam, menutupi rasa sakit nya. Stella menoleh ke arah Azriel. Meminta Azriel untuk membawa nya dan Zeline pergi menjauh dari Aska.


"Kita harus pulang, Aku nggak ingin bayi ku terkena mata jahat dari orang lain." ujar Stella, ucapan Stella membuat Aska sangat marah. Mata nya memerah, Dan rahang yang mengeras.


"Apa kau berfikir kau satu-satu nya wanita di dunia ini? Tidak! Aku pastikan keluarga mu ini akan hancur! Bukan karena aku mencintai mu tetapi karena membalas kan rasa sakit ku atas pengkhianatan mu! Di mata ku, kau hanya lah wanita sampah yang tak berguna!"


"Cukup! Siapa kau yang berani menghina kakakku? Apa kau manusia yang lebih baik? Hei! Kau juga pendosa, Tuan! Jika kau merasa lebih baik dari kakakku. Bawa saja kesombongan mu itu di luar! Dasar orang kaya memang menyebal kan. Penampilan mu bagus, aku yakin kau manusia terpelajar. Tapi, etika mu sangat buruk. Apa aku harus mengajari mu cara menghargai wanita? Pria yang terlalu banyak bicara itu tidak layak di katakan pria sejati!" ketus Rani. Stella mencoba menghentikan Rani. Namun, Rani yang merasa sangat emosi mendengar Stella di hina. Bukan nya berhenti, ia semakin mengeluar kan kata-kata yang pedas untuk Aska.


"Hei anak kecil, Diam kau! Kau ini masih anak kecil, mengapa mulut mu tidak seperti di sekolah kan. Apakah orang tua mu tak mengajari mu?"


"Memang! Aku tidak di sekolah kan dan tidak di ajar kan oleh kedua orang tua ku. Ada masalah dengan mu? Lebih baik aku! Aku kasihan sekali dengan orang tua mu susah payah menyekolah kan mu. Tapi, lihat lah kelakuan anak nya. Sangat tidak mendidik dan manja!"


"Sudah Rani! Biar kan saja, mari kita pergi." ucap Stella. Rani menatap Aska dengan penuh emosi, Rani mendorong kursi roda yang di naiki oleh Stella. Melewati Aska dan menginjak sepatu Aska. Aska pun kesakitan


"Itu pantas untukmu!" ujar Rani kembali. Aska menatap kepergian mereka dengan kesal


Sepanjang perjalanan, Rani masih saja mengomel. Ia tak habis fikir ada pria yang begitu sangat tidak baik bersikap dengan seorang wanita. Di luar rumah sakit, Stella menasihati Rani untuk tidak bersikap kurang baik terhadap yang lebih tua.


"Kakak, aku sangat kesal dengan nya. Dia seenak nya menghina mu. Aku akan menghargai seseorang yang pantas di hargai. Pria yang tak bisa menghargai seorang wanita, tidak layak juga di hargai." ujar Rani kepada Stella, Rani pun berkata pada Stella agar tidak terlalu lemah dan diam saja jika harga diri di injak-injak. Stella hanya bisa terdiam dan mengalah. Ia pun mengiyakan ucapan Rani. Azriel yang melihat Stella begitu menurut pada Rani semakin merasa kagum dengan wanita yang ada di hadapan nya.


"Itu Taxi nya, Mari kita naik." Rani membantu Stella untuk masuk ke dalam Taxi. Azriel duduk di samping supir sambil menggendong baby Zeline.

__ADS_1


Sesampai di rumah Stella. Rani membantu Stella untuk turun dan masuk ke dalam kamar. Azriel segera membayar uang Taxi tersebut.


"Azriel, terimakasih. Kau sudah banyak membantu ku. Aku begitu sangat berhutang Budi dengan mu. Jika tidak ada kalian, Aku tidak tahu bagaimana aku saat ini. Bersalin dengan seorang diri. Terutama kau, Azriel. Aku berjanji, setelah aku mendapat kan uang. Aku akan membayar hutang ku bersalin padamu."


"Sudah lah! Tidak usah terlalu di fikir kan, Santai saja. Aku ikhlas kok." ujar Azriel, Stella tersenyum. Rani pun mengajak Stella ke kamar, setelah membantu Stella ke dalam kamar. Rani kembali menemui Azriel dan menggendong baby Zeline


"Hati-hati." ucap Azriel, Rani menggendong Zeline dengan sangat hati-hati.


"Kakak duduk lah dahulu, Aku akan membawa Zeline kepada mama nya."


"Tidak usah, Kakak langsung kembali saja. Kakak juga harus mengajar mengaji."


"Sama-sama, jika aku boleh tahu. Apakah kau adik Stella? Soalnya kakak tidak pernah melihat mu sebelum nya."


"Aku adalah anak jalanan yang di bawa oleh kak Stella kesini. Kak Stella mengajak ku kerumah nya, dia wanita yang sangat baik. Sebab itu, aku tak suka jika pria tadi menghina nya. Jika bukan karena kak Stella, mungkin aku masih di jalanan saat ini. Tak ada tempat berlindung,"


Mendengar ucapan dari Rani, Azriel semakin begitu takjub dengan Stella. Ia juga mengerti mengapa ucapan Rani begitu berbeda dengan anak seusia nya.


"Aku harus masuk dahulu kak, Kak Stella juga sangat membutuh kan diri ku."


"Baik lah, Kakak pamit."

__ADS_1


***********


Aska membanting setir mobil nya, Ia merasa sial kenapa harus datang ke rumah sakit ini lagi. Melihat Stella dengan keluarga baru nya membuat hati Aska sakit.


"Aku mencintai mu, Tapi kau dengan tega membunuh rasa cinta ku, Stella! Kenapa?" Aska selalu mengkhayal jika kelahiran Stella adalah kebahagiaan untuk diri nya. Namun, mengetahui jika anak yang di kandung Stella bukan anak nya. Hal itu membuat Aska begitu marah.


"Aku menunggu dan mencari mu selama ini. Tapi, kenyataan pahit yang aku terima." Aska melajukan mobil nya dengan kencang. Ia memerintah kan orang untuk mencari keberadaan Stella dan mengawasi setiap gerak gerik Stella. Namun, ia mengingat janji nya dengan sang ibu, Xiu.


"Untuk apa aku mencari nya? Lebih baik aku kembali ke kota kelahiran ku dan mengurus perusahaan Papi." Aska pun kembali pulang kerumah.


Sesampai di rumah, Aska melihat seorang wanita bertubuh sexy duduk di ruang keluarga. Dahi nya mengerut, Aska tak mengenal wanita itu.


"Aska, Kamu udah pulang?" tanya Xiu yang berjalan mendekati anak nya.


"Kenalin, ini anak nya teman mami. Dia sangat cantik kan?" Aska tak menjawab. Dan berjalan pergi meninggal kan mami nya.


Aska membuang jaket yang ia kenakan ke ranjang tempat tidur nya. Aska masih mengingat kejadian kemarin dan tadi. Saat ia melihat Stella dengan pria lain.


"Kau sudah sangat menyakiti ku, Kenapa aku harus memikir kan mu? Aku sungguh benci kau, Stella! Aku benci!"


Aska mengeluar kan ponsel nya, ia memesan tiket pulang ke kota kelahiran nya. Aska sudah ingin membuang jauh-jauh kenangan diri nya dengan Stella. Ia bersumpah, jika diri nya sudah menjadi CEO terkenal, ia akan membuat Stella menyesal dengan perbuatan nya. Aska akan membuat kehidupan Stella hancur seperti wanita itu yang sudah menghancur kan hati nya.

__ADS_1


__ADS_2