
Amara masih terdiam, dia tidak tahu harus memberikan keputusan apa.
Dia sudah berjanji pada diri nya setelah ini tidak akan mau masuk ke dunia gelap seperti ini. Namun, ia juga tidak memiliki uang sebanyak itu untuk mengganti kerugian uang.
Tidak ada pilihan, Amara pun mengiyakan permintaan Darren, lagipula. Darren tidak akan menyentuh nya sekarang, Amara hanya perlu bekerja keras untuk mengganti kerugian Darren. Setelah itu, ia akan terlepas dari pria aneh ini.
Pria itu pun tersenyum penuh kemenangan, ia juga mengatakan kepada Amara akan memberikan Amara uang bulanan sebesar seratus juta.
Hal itu tentu membuat mata Amara terbelalak. Ia pun menelan ludah nya dengan kasar.
Apakah pria ini tidak salah bicara? Seratus juta itu kan bukan lah uang yang sedikit. Astaga, dari mana ia mendapatkan uang itu. Tidak, pasti dia bercanda!
Amara pun berperang dengan diri nya sendiri.
Sudah lah, darimana pun uang nya aku tidak akan perduli. Aku tidak akan memakai uang nya, biarkan aku kumpul sampai aku bisa mengganti kerugian semua ini. Lalu, aku akan segera terbebas dari nya!
Amara pun mengangguk, Darren menghubungi orang suruhan nya dan meminta berkas yang harus di persiapkan.
Setelah selesai menghubungi orang suruhan nya, Darren meminta kepada Amara untuk segera mengganti pakaian nya itu.
__ADS_1
"Ganti lah pakaian mu, aku tidak selera melihat tubuh mu yang datar ini!"
Amara begitu kesal dengan hinaan Darren. Ia pun mengatakan di dalam hati nya jika diri nya lebih dewasa sedikit, pasti pria yang ada di hadapan nya ini akan tergila-gila dengan kecantikan nya dan juga bentuk tubuh nya.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?"
"Tidak! Memang nya aku tidak bisa melihat? Kan aku punya mata."
Darren hanya terdiam, tak menggubris ucapan Amara.
Jika kau membaca perjanjian itu, kau tidak akan memiliki kesempatan untuk banyak bicara!
Memang, Darren pria yang kaya tapi bukan berarti Darren bisa bersikap seenak nya.
Setelah Amara mengganti pakaiannya, orang suruhan Darren pun datang, memberikan selembar kertas pada Darren.
Setelah itu, ia permisi untuk berlalu pergi. Darren melempar kertas perjanjian tersebut ke atas ranjang..
Ia meminta kepada Amara untuk membaca isi nya lalu menandatangi surat perjanjian tersebut.
__ADS_1
Begitu banyak perjanjian yang di luar nalar Amara. Ia pun tidak mau ambil pusing untuk bertanya dan langsung menandatangi surat perjanjian tersebut.
Darren tersenyum puas, Amara memang orang yang mudah di bodohi jika sifat nya terus menerus seperti itu.
Tanpa memahami isi nya Amara lansung menandatangi surat itu, Amara dengan angkuh nya memberi kan surat tersebut kepada Darren.
"Kau boleh pergi!"
"Memang aku ingin pergi."
Amara berlalu pergi dari kamar tersebut, hanya Amara satu-satunya wanita yang berani bersikap kurang ajar ajar kepada Darren. Wanita lain, selalu mengagumi Darren bahkan memuji dan mengejar-ngejar diri nya secara berlebihan, namun Amara gadis yang berbeda.
Amara begitu lugu, unik dan juga menyebalkan..Semua nya ada dalam diri Amara, namun Darren tidak pernah marah dengan sikap Amara. Jika wanita lain, mungkin Darren akan memperlakukan nya tanpa ampun apalagi dalam masalah ranjang.
Namun, dengan Amara entah mengapa ia merasa tidak tega jika harus menyentuh Gadis yang belum cukup umur itu.
Darren memandangi punggung belakang Amara yang berlalu pergi meninggalkan kamar.
Sedangkan Amara, ia berjalan dengan perasaan yang campur aduk. Kesal, senang, sedih perasaan itu menjadi satu.
__ADS_1
Amara juga menggerutu di dalam hati nya, entah apa yang ia pikirkan saat ini hanya diri nya yang tahu.