
Papinya Aska pun memilih mengalah, baginya percuma jika berdebat dengan Xiu. Itu hanya akan membuang-buang waktu saja.
Aska pun berpamitan kepada kedua orang tuanya, Lee sebenarnya tidak ingin Aska pergi ia khawatir jika Aska akan menemui Stella. Namun Xiu meyakinkan menantunya, ia tahu jika Aska tidak akan melanggar ucapannya.
"Sayang, kamu jangan khawatir! Mami sangat percaya jika Aska tidak akan pulang ke rumah! Dia pasti akan mendengarkan segala ucapan mami. Kamu tenang saja!"
Lee diam, ia tahu jika ibu mertuanya benar. Namun entah mengapa sulit baginya percaya
Aska naik ke dalam mobil, melajukan mobilnya mencari restauran yang masih buka di jam segini
"Ini sudah larut sekali, pasti akan sulit mendapatkan makanan!"
Namun Aska tidak pantang menyerah, demi kedua orang tuanya makan. Ia akan mencari di semua sudut kota. Bahkan, tiba-tiba saja hujan deras.
Aska semakin jauh dari rumah sakit, mencari restauran ternama yang masih buka. Matanya tak sengaja melihat seorang wanita yang duduk di pinggir jalan seperti orang ketakutan
Aska berniat membantu wanita itu, segera ia melepaskan sabuk pengamannya. Dan turun dari mobil untuk mendekati wanita itu "Nona, apa yang terjadi," Aska mendekat, ia kaget saat melihat jika wanita itu adalah Stella
__ADS_1
Terlihat Stella ketakutan, dan histeris saat Aska mendekat dengannya "Stella, ada apa?"
"Jangan! Jangan mendekat! Jangan menyentuh ku lagi Aska! Jangan!"
"Tenanglah Stella! Aku tidak akan menyakiti mu,"
Hujan lebat membuat keduanya basah kuyup, Aska mengajak Stella untuk masuk ke dalam mobil namun Stella menolak. Stella bangkit, ia ingin pergi namun saat dirinya berlari belum jauh. Tubuhnya jatuh ke bawah
"Stella!" Aska langsung berlari ke arah Stella yang sedang tidak sadarkan diri, hujan semakin deras bahkan di iringin dengan kilat yang cukup besar.
Aska segera menggendong tubuh Stella masuk ke dalam mobil, ia melupakan kedua orang tuanya yang sedang kelaparan. Saat ini di kepalanya hanya lah keselamatan Stella
Walau ia tahu itu tidak membuat Stella merasa hangat, setidaknya mengurangi rasa dingin Stella
"Jangan, tolong jangan sentuh aku Aska. Aku sudah sangat terhina karna perbuatan mu,"
Aska melihat wajah Stella yang masih tidak sadarkan diri, air matanya menetes
__ADS_1
Perbuatan bejadnya sangat melukai hati dan perasaan wanita yang ia cintai
"Apakah itu yang membuat Stella sangat membenci ku? Bahkan saat tidak sadarkan diri, ia mengingat kejadian itu," gumamnya yang menangis menatap wajah Stella.
Mungkin Aska tidak bisa merubah masa lalu, namun ia berjanji akan menjaga Stella. Ia tidak akan menyakiti Stella lagi
"Maafkan aku Stella, aku berjanji akan menjaga mu, dan anak kita,"
Aska mengecup kening Stella, ia bahkan mematikan AC mobilnya agar Stella tidak semakin kedinginan. Hanya itu saat ini yang bisa ia lakukan.
Aska pun melajukan mobilnya, mengantarkan Stella ke rumah.
*****
"Mami, kemana aska?"
Lee bertanya kepada mertuanya dengan hati gelisah
__ADS_1
Sudah dua jam berlalu namun Aska tidak juga kembali "Mungkin Aska sedang mencari restauran yang masih buka sayang. Kamu jangan khawatir yang berlebihan seperti itu!"
"Namun nyatanya mengapa Aska lama sekali mami?"