Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Tidak Mau Bermasalah


__ADS_3

Amara terdiam, Tanara juga tidak bisa memaksa kan kakak nya. Ia paham, saat usia Amara masih sangat kecil dia harus menjalani hidup yang kuat bahkan mengurus Tanara.


Amara tidak pernah mengeluh mengurus adik nya, usia nya masih di bilang usia yang waktu nya anak-anak bermain. Namun, Amara menghabiskan waktu nya untuk mengurus adik nya Tanara.


"Kak, Tanara berharap agar kakak bisa memikirkan ini dengan baik. Kakak begitu menyayangi kita, dia juga sangat peduli dengan kita kak. Tanara selalu ingin yang terbaik untuk keluarga kita. Saat ini yang kita punya hanya lah kakak Stella. Orang tua kita telah tiada. Jika kita terus-terusan berpencar seperti ini. Ibu dan Ayah tidak akan bahagia di sana."


Amara hanya diam saja, tidak membantah sama sekali.


Tanara yang sudah kehabisan kata-kata pun meminta izin kepada Amara untuk kembali ke dalam kamar.


******


Di dalam kamar, Stella menangis memikirkan adik nya Amara yang semakin hari semakin jauh bertindak.


Ia takut, jika Amara akan mengalami hal yang sama seperti diri nya.


Karena teman yang salah, ia dan Aska pun sampai berbuat hal yang sangat kotor dan tidak bisa di maafkan. Namun, Stella tidak pernah berfikir jika kelahiran Zeline adalah sebuah kesalahan. Ia bahkan bersyukur memiliki anak seperti Zeline.


"Mama, kenapa mama menangis?"


Stella menghapus air mata nya, tersenyum ke arah Zeline.


"Tidak nak, mama tidak menangis."


"Mama jangan belbohong!"


"Mama tidak berbohong, iya mama menangis. Tapi, karena mama sedang pusing saja."


"Mama tidul saja, agal kepala mama tidak pucing lagi. Kan Zeline udah suluh mama istilahat. Om baik juga, makanya om baik suluh Mama pulang."


"Iya, sayang. Mama akan istirahat sekarang."


Rani pun datang membawa bubur yang sudah ia masak tadi, ia menyuruh Stella untuk makan terlebih dahulu agar keadaan Stella segera membaik.


Sebelumnya, Rani sudah mendengar kan pembicaraan antara Stella dan adik nya. Rani sudah berjanji kepada diri nya sendiri untuk tidak akan ikut campur dalam masalah keluarga Stella.


Ia pun memilih untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa.


Kakak menangis pasti memikirkan adik nya, Amara. Kasihan kakak, di saat diri nya sakit dan tidak boleh banyak pikiran. Adik nya justru membuat ulah, aku berharap agar Amara bisa sadar dengan ketulusan yang Stella berikan. Jika, kakak bisa menyayangi ku dan menganggap orang luar seperti keluarga mengapa Amara tidak paham dengan kasih sayang kakak untuk mereka, yang adik kandung nya.


Batin Rani yang bertanya-tanya dengan sikap Amara, ia juga mendengarkan ucapan Amara dan Tanara tadi


Ia tahu, jika Amara begitu kecewa dengan keadaan. Namun, mengapa Stella yang harus di salahkan?


Amara yang kembali ke kamar pun hanya bisa diam, memikirkan ucapan adik nya.


Pikiran nya sangat kacau, bagaimana ia menjelaskan kepada Kimberly dan melunaskan hutang nya yang sebanyak itu.


"Di usia ku yang belum ada tujuh belas tahun, aku sudah berhutang sebanyak itu." gumam nya.

__ADS_1


Anak sekolahan yang berusia belasan tahun sudah memiliki hutang sebanyak itu. Dia yakin, uang yang di berikan Stella juga tidak akan cukup untuk membayar hutang nya kepada Kimberly.


Apalagi, Amara sudah tidak bekerja karena di larang oleh kakak nya dan juga Tanara.


"Bagaimana bisa aku membayar hutang ku?"


********


Lee yang merasa kesal pun kembali ke apartemen nya, ia begitu kesal melihat mama nya yang selalu saja membela Kimberly.


"Apa salahku? Kenapa mama selalu saja membela anak itu, seperti aku bukan lah anak nya. Dan iya, mama hanya bersikap manis jika di depan keluarga Aska saja. Aku sangat membenci kalian!" ujar nya.


Jika tidak karena berkas penting, dia sangat malas kembali ke rumah itu.


"Aku benci kalian!" Lee membanting barang yang ada di sekitar nya, rumah yang di katakan orang lain sebagai tempat pelindung, justru sebalik nya.


Selain pelit, ke dua orang tua nya juga begitu tidak Adil.


Lee ingat, ketika diri nya masih sekolah. Ia harus bekerja sendiri membantu papa nya di kantor untuk bisa membayar uang sekolah. Atau menjaga adik nya agar mendapatkan gaji untuk jajan sekolah nya..


Lee juga tidak mengerti, untuk apa kekayaaan yang di miliki keluarga nya jika anak-anak nya tidak bisa menikmati itu semua.


Walau kedua orang tua nya sangat menyayangi Kimberly, mereka juga sangat berhubungan kepada Kimberly bahkan hanya di berikan uang jajan setiap hari nya hanya lima ribu.


Untung saja, Lee sangat pintar menggunakan komputer dan bahasa Inggris. Jadi, saat masih sekolah pun ia sudah bekerja di kantor papa nya untuk mendapatkan gaji.


Gaji karyawan di kantor papa nya sangat lumayan besar, paling sedikit lima juta. Jadi, Lee akan menggunakan uang gaji nya untuk gaya hidup nya..


Lee juga mendapatkan prilaku yang tidak baik oleh keluarga nya.


Lee tidak pernah mengenal apa yang disebut dengan cinta atau kasih sayang. Sebab itu dia tidak memahami kasih sayang dan perhatian yang Xiu berikan..


Lee menganggap itu hanya lah omong kosong saja, dan kepura-puraan untuk menjaga image keluarga seperti yang di lakukan oleh Mama dan papa nya.


Lee mengingat mantan nya Aska yang bernama Stella. Stella cantik, namun gaya nya sangat biasa saja.


Jadi, Lee tersenyum dan tidak perlu khawatir jika harus bersaing dengan wanita yang memiliki gaya Yang sangat kampungan seperti itu.


Lee tidak tahu, jika Aska mencintai Stella dengan tulus tanpa melihat penampilan.


Lee menganggap, jika Aska begitu mencintai nya karena Aska selalu memberikan apa yang Lee inginkan dan juga selalu bersikap dengan sangat lembut.


Lee mengambil ponsel, menghubungi calon suami nya itu


Namun, Aska tidak mengangkat nya hal itu membuat Lee semakin kesal.


"Kemana dia? Tidak biasa nya dia tidak mengangkat telepon ku?"


Lee kembali menghubungi calon suami nya itu namun juga tidak ada jawaban. Ia pun menghubungi Xiu ibu nya Aska.

__ADS_1


Lee bertanya kepada Xiu di mana keberadaan Aska. Xiu mengatakan jika Aska pergi entah kemana.


Lee pun bertanya-tanya kepada tunangan nya itu pergi.


Apakah ia menemui Stella.? Tidak! Lee tidak yakin dengan itu, jika Aska ingin menemui Stella pasti dia akan mengatakan nya kepada Lee.


Lagipula, kemarin mereka seperti orang yang tidak kenal. Terlihat sekali, jika hubungan kedua nya tidak membaik.


Lee pun merasa penasaran, kemana Aska. Ia memutuskan telepon nya dari calon ibu mertua nya itu


********


Kimberly menghubungi Amara dengan perasaan yang sangat kesal. Bahkan, ia meminta kepada Amara untuk mengembalikan uang nya sekarang.


Aku tidak mau tahu, Amara! Kakak mu sudah berani mengancam ku dan keluarga ku seperti itu. Jika dia hanya mengatakan hal buruk tentang ku aku bisa terima, tapi tidak dengan keluarga ku. Memang nya siapa kalian? Ha? Yang berani mengancam keluarga kami seperti itu. Aku tidak mau ada alasan, sekarang kau kembali kan uang ku atau besok aku akan membuat mu malu di sekolah. ~Kimberly


Ak-aku mohon, jangan lakukan itu Kimberly. Bukan kah kita ini teman? To-tolong berikan aku waktu, kau tahu bukan jika lima ratus ribu saja aku tidak ada. Apalagi, uang sebanyak itu, aku mohon Kimberly kasihani aku ~ Amara


Aku sudah cukup baik membantu mu bukan? Tapi apa yang di lakukan oleh kakak mu, bukan nya berterimakasih justru kakak mu berani mengambil video ku dan mengancam ku seperti itu, hey! Kalian pikir kalian siapa? Aku bisa saja meminta papa ku untuk menghancurkan keluarga mu, tapi tidak! Karena aku masih menganggap mu teman! ~Kimberly


Kimberly, aku mohon. Dia hanya tidak mengenal mu saja. ~Amara.


Aku juga tidak mengenal nya, siapa dia yang berani berbicara seperti itu kepadaku? Apakah dia orang yang hebat? Hah! ~ Kimberly


Tolong tenang lah Kimberly, baik lah. Aku akan menemui mu di tempat yang ingin kita datangi. Aku akan melakukan kesepakatan awal kita, tapi aku mohon jangan marah. Aku akan segera melunaskan hutang ku pada mu. Aku janji, kakak ku atau siapapun tidak akan melibatkan mu lagi. ~Amara


Oke! Aku akan memberikan mu kesempatan sekali lagi aku akan mengirimkan alamat nya dan kau harus sampai setengah jam lagi. Jika tidak, kau harus tanggung akibat nya dan jangan salahkan aku jika besok teman-teman. ~Kimberly.


Kau jangan khawatir, aku akan sampai tepat waktu. Dan teman-teman tidak akan tahu apapun, aku berjanji kepadamu.~ Amara


Panggilan Terputus.


Amara tidak ada pilihan lain, ia tidak mau malu di sekolah. Amara tidak ingin, jika Kimberly memberitahu teman-teman sekolah nya jika ia memiliki hutang yang sangat banyak kepada Kimberly.


Teman-teman nya akan percaya, karena Kimberly anak orang kaya. Jajan nya juga banyak, barang-barang yang ia pakai juga barang-barang branded yang sangat mahal. Jauh berbeda dari nya, yang hanya berpenampilan biasa saja.


Amara meyakinkan hati nya, tidak ada lagi alasan untuk mundur. Dia sudah mengambil keputusan ini, dan tidak akan ada yang bisa mencegah nya


Amara mengambil tas nya, ia turun ke bawah. Dan meminta supir untuk mengantar nya ke alamat yang sudah di berikan oleh Kimberly.


Ia juga meminta kepada supir mereka untuk tidak memberitahu siapapun kemana ia akan pergi.


Amara juga mengancam supir nya jika berani memberitahu siapapun ia tidak akan segan-segan memecat nya.


Beruntung, tidak ada orang di bawah. Jadi, Amara tidak perlu berhadapan dengan Stella mau pun Tanara lagi.


Kimberly sudah memberikan nya alamat, Kimberly juga mengatakan kepada Amara jika Amara sebaiknya menaiki taxi online saja jangan menggunakan supir pribadi keluarga mereka.


Kimberly bukan anak yang bodoh, ia tahu jika Amara datang menggunakan supir pribadi pasti supir itu kapan saja bisa memberitahu Stella.

__ADS_1


Kimberly tidak mau terkena masalah sama sekali, dan mencuci tangan atas segala perbuatan nya.


__ADS_2