Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Mencari


__ADS_3

"Lee sakit namun ada mami, ada papi yang menemani. Bagaimana dengan stella? Dia sendirian! Sudah lah mami, Aska enggak mau berdebat dengan mami, Aska akan pulang ke rumah sekarang dan mengambil barang-barang Stella. Aska juga ingin memberitahu adiknya Stella jika kakaknya masuk rumah sakit, jadi ada yang merawatnya!"


"Mami tetap tidak setuju Aska!"


"Maaf mami, namun Aska tidak perduli dengan semua itu!" Aska yang keras kepala memilih untuk meninggalkan maminya


Xiu sudah mencoba menghalangi anaknya namun Aska tetap keras kepala "Maafin Aska mami, namun saat ini kesembuhan Stella yang lebih penting dari apapun!" Ujarnya dengan perasaan yang masih saja cemas.


Xiu menatap anaknya dengan kesal, walau berusaha apapun ia membuat anaknya melupakan wanita itu semuanya tetap saja sia-sia. Aska tetap keras kepala "Bagaimana caranya agar Aska tidak terpengaruh dengan wanita itu lagi? Dia sangat membahayakan dan jika terus begini pasti akan membuat Aska berpaling. Tidak! Aku tidak akan membiarkan Aska kembali kepada wanita jahat itu!"


********

__ADS_1


Aska mengendarai mobilnya, hatinya gelisah dan kacau. Ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Stella namun semuanya sudah terlambat. Akibat perbuatannya Stella menjadi seperti itu "Semua ini memang salah ku. Mengapa aku begitu jahat kepada Stella? Aku sudah menyakiti wanita yang sudah melahirkan anak ku!"


Aska melajukan mobilnya dengan kencang untuk pulang ke rumah. Ia harus mencari pakaian ganti Stella, namun Aska yakin jika Stella tidak membawa baju ganti kerumahnya sebab itu ia melajukan mobilnya ke arah rumah Stella.


Sesampai di rumah Stella, ia turun. Mengetuk pintu dengan perasaan yang khawatir, tubuhnya juga basah kuyup


"Kak Aska," Tanara yang membuka pintu pun terkejut


"Tanara siapa?" Tanya Amara yang berjalan mendekat ke arah mereka "Kau, untuk apa kakak ke sini?" Amara bertanya kepada Aska, ia merasa geram dengan Aska


"Apa? Masuk rumah sakit?" Tanya Amara dan juga Tanara secara bersamaan, Tanara menangis dan khawatir dengan kakaknya Amara segera menenangkan adiknya itu "Tenang lah Tanara! Jangan menangis seperti ini, sebaiknya kamu tunggu di sini! Kakak akan menyiapkan keperluan kak Stella,"

__ADS_1


Tanara mencengkram kera baju Aska "Kak, katakan apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang terjadi kepada kakak ku?"


Aska menggeleng, ia pun menceritakan semua yang sudah terjadi "Kakak juga tidak tahu,.kakak menemukannya di pinggir jalan dengan kondisi yang memperhatinkan. Saat kakak bertanya, belum sempat Kakak mu menjawab, ia langsung tidak sadarkan diri. Kakak langsung membawanya ke rumah sakit, namun sekarang kakak butuh baju gantinya. Dia kehujanan nanti, dia akan jatuh sakit,"


Amara juga sudah selesai membawa beberapa baju ganti Stella "Kami akan ikut ke rumah sakit, kamu yang akan menjaga kakak kami,"


"Lalu dimana Zeline dan kak Rani?"


Amara kembali bertanya kepada Aska, karena ia tidak melihat keduanya "Kakak juga enggak tahu, mungkin mereka di rumah. Dan mereka tidak tahu kemana Stella berada."


Tidak lama kemudian, ponsel Tanara berbunyi "Ini kak Rani yang menghubungi kak?"

__ADS_1


Tanara menatap kakaknya, Amara meminta adiknya untuk mengangkat panggilan tersebut


Tanara langsung mengangkatnya, terlihat suara cemas dari seberang telepon. Rani bertanya kepada Tanara apakah Stella ada pulang ke rumah, Tanara ingin memberitahu yang terjadi namun Amara menggeleng menandakan jangan memberitahu apapun kepada Rani


__ADS_2