
"Mama, om itu baik ya?"
"Iya, Sayang. Nggak ada kok orang jahat di dunia ini,"
"Ada." ucap Zeline dengan cepat, Stella tersenyum dan mengerutkan dahi nya kepada sang anak.
"Siapa?"
"Tante amalah,"
"Sayang, kamu nggak boleh begitu ya? Tante Amara itu adik nya mama, dia juga Tante kamu. Tante Amara itu orang yang sangat baik."
"Telselah mama aja." ujar Zeline yang tak ingin berdebat dengan sang mama, Stella pun membawa anak nya masuk ke dalam rumah.
"Sayang, besok mama akan mulai bekerja. Sekarang, mama akan mendaftar kan Zeline ke sekolah ya nak? Zeline mau kan?"
"Mau, mama."
"Anak mama memang pintar." Stella mengecup kening anak nya.
Stella rasanya begitu letih namun ia harus mengerjakan pekerjaan rumah lagi, dan memasak untuk makan anak dan adik-adik nya. Rani datang, dan mengatakan jika diri nya sudah membersihkan rumah dan memasak.
__ADS_1
"Kakak sebaiknya istirahat saja dulu."
"Tidak, Rani! Kakak harus pergi mendaftar kan Zeline di sekolah TK nya."
"Kakak terlihat lelah, sebaiknya kakak tidur saja sebentar, Satu jam lagi aku akan membangunkan kakak. Atau kakak makan lah dahulu, aku sudah memasak."
"Kakak masih kenyang, tadi teman kakak mengajak makan di cafe tempat kakak bekerja." ujar Stella. Ia mengingat jika diri nya lupa meminta kepada Zidan untuk merahasiakan segalanya dari Aska.
"Bagaimana jika mereka bertemu dan mengatakan jika Zeline anak nya." Stella terburu-buru, ia ingin kembali ke cafe karena diri nya tidak memiliki nomer Zidan. Stella pun teringat, jika Zidan akan pergi ke cafe nya yang lain. Stella tidak tahu di mana alamat cafe Zidan yang lain. Stella pun hanya bisa pasrah dan berharap jika Zidan tidak melakukan kesalahan dengan mengatakan yang sebenarnya.
Tanara dan Amara sudah pulang sekolah, Stella meminta kedua adiknya untuk berganti pakaian dulu lalu makan, Tanara mengiyakan ucapan kakak nya, sedangkan Amara berlalu pergi menuju kamar dan mengabaikan ucapan sang kakak. Tanara memandang kepergian Amara yang menaiki tangga. Stella pun tidak mengambil hati dengan sikap sang adik. Tanara pun meminta izin kepada sang kakak untuk mengganti pakaian dahulu, Stella pun mengiyakan sang adik.
Sedangkan Zeline dan Rani sudah terlebih dahulu di meja makan, Stella pun berkata pada Rani untuk menyuapi Zeline, Stella ingin mandi dan mengganti baju setelah itu pergi mendaftarkan Zeline ke sekolah TK. Rani memberikan makan Zeline makan, Rani ingin menyuapi Rani, namun Zeline menolak.
"Baik lah, makan lah yang banyak ya. Dan jangan merepotkan Mama mu. Mengerti?" Zeline pun mengangguk, menuruti ucapan Rani. Tanara dan Amara yang sudah berganti pakaian pun turun ke bawah, menuju ruang makan. Amara duduk di samping Tanara, diri nya enggan duduk di sebelah atau pun berhadapan pada Rani, dan juga Zeline.
Amara mengambil piring dan meletakan makanan di piring itu, sesendok makanan masuk ke dalam mulut nya, tak berapa lama. Amara memuntahkan makanan tersebut, di dalam makanan terdapat udang. Amarah alergi dengan udang, ia mengira jika Stella sengaja melakukan ini padanya. Begitu juga dengan Tanara yang mulai salah paham dengan kakak nya, Tanara berteriak memanggil nama kakak nya Stella.
"Kak Stella," teriak Tanara yang panik melihat Amara yang tubuh nya terasa sangat gatal dan memerah.
Stella berlari, menuruni tangga untuk melihat apa yang terjadi, Rani dan Zeline pun bingung mereka saling pandang satu sama lain. Stella mendekati adik-adik nya.
__ADS_1
Tanara yang marah bertanya kepada Stella, mengapa ia mencampurkan gilingan udang ke dalam makanan.
"Kenapa kakak membuat makanan yang tercampur udang, agar kami tidak tahu, kakak menggiling udang itu. Apa kakak sengaja memasak udang biar kak Amara menderita seperti ini?" terlihat tubuh Amara mulai mengelupas perlahan. Stella begitu kaget, ia memandang Rani. Dia juga tahu, ini semua bukan lah kesalahan Rani. Zeline begitu menyukai makanan yang di campurkan dengan udang yang di haluskan. Rani pasti memasak kesukaan Zeline."
"Maafin kakak," ujar Stella, ia tak mau jika adik-adiknya membenci Rani. Stella pun mengajak Amara segera ke dokter, Amara yang tidak tahan dengan rasa gatal nya pun mengikuti perintah Stella. Stella meminta supir mereka untuk mengantar kan mereka ke rumah sakit.
Kini, Amara sudah di tangani oleh dokter dan diberikan obat. Rasa gatal itu mulai hilang, setelah membayar biaya rumah sakit Stella mengajak adik-adik nya pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, Amara begitu sangat marah dengan Stella. Ia mengira jika Stella ingin membalas dendam. Rani pun menyangkal semua itu
"Ini semua bukan kesalahan kak Stella, aku yang memasak nya dan aku tidak tahu jika Amara alergi dengan udang. Maafkan aku, kalian bisa marah padaku tapi jangan pada kak Stella." ujar Rani yang membela kakak nya, Tanara pun terdiam dia sempat berfikiran buruk tentang kakak nya, Stella. Tanara meminta maaf pada Stella karena sudah membentak dan mengatakan hal yang tidak baik. Stella memaafkan adik nya, sedangkan Amara tanpa mengucapkan satu kata pun berlalu pergi naik ke atas menuju kamar nya.
Rani juga meminta maaf pada Tanara atas apa hal yang terjadi, dan sikap kurang baiknya. Tanara juga meminta maaf pada Rani karena sudah bersikap tidak baik padanya kemarin. Kedua nya saling berpelukan satu sama lain. Setelah itu, Rani melepaskan pelukan mereka. Tanara pun kembali ke kamar nya tanpa makan sedikit pun.
"Kak, Maafin aku ya? Karena aku, kakak jadi di marahi oleh mereka. Sungguh kak, aku tidak tahu jika Amara alergi dengan udang."
"Tidak apa-apa, Rani. Bagaimana kau bisa tahu? Kakak juga lupa memberitahu mu apa yang bisa dan tidak bisa di makan oleh Amara dan Tanara. Mereka begitu sensitif, tidak sembarangan makan. Begitu banyak pantangan makanan mereka karena kedua orang tua kami yang selalu melarang nya. Tidak boleh makan pedas, tidak boleh makan terlalu asin, terlalu manis. Jadinya, mereka sudah terbiasa. Kakak yang harus nya meminta maaf padamu, kakak sudah merepotkan mu." Rani pun memeluk kakak nya, sekali lagi ia meminta maaf kepada Stella. Zeline juga memeluk mama dan mami nya itu.
"Kakak nggak jadi pergi?" tanya Rani kembali, Stella melepaskan pelukan mereka. Wajah nya sedikit murung.
"Mama udah nggak ada uang ya?" tanya Zeline dengan polos nya, Stella menatap ke arah Zeline. Ia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Tidak apa, mama. Jika mama belum ada uang, Zeline nanti saja sekolah nya. Lagipula, mama tadi kan udah bawa Tante amala belobat."