
Setelah selesai mengobrol, Zidan dan Laras pun berpamitan untuk kembali ke cafe
sekali lagi setelah mengucapkan selamat kepada Zidan dan Laras atas rencana pernikahan mereka, telah sudah tidak sabar untuk menunggu hari baik itu.
Laras pun memberitahu kepada Stella jika nanti malam dia dan keluarga Zidan akan mengadai pertemuan antara keluarga untuk membahas hubungan yang lebih serius.
Zidan memang memiliki niat yang serius kepada Laras sehingga dia langsung meminang wanita yang ia cintai itu.
setelah keduanya pulang barulah Rani turun ke bawah menemui kakaknya, dia merasa sangat bosan di rumah terus
Rani mengatakan Jika ia ingin menghubungi Azriel menggunakan ponsel Stella karena jika menggunakan ponsel Rani pria itu pasti tidak akan mengangkatnya seakan Azriel menghindar dari Rani.
Stella bingung harus berbuat apa, Iya mau menghubungi Azriel namun Stella tahu jika Azriel merasa tidak nyaman dengan Rani dan dia pun tidak tega harus melihat Rani mencintai orang bertepuk dengan sebelah tangan.
Azriel tidak mengangkat panggilan dari Stella, Stella bernafas dengan lega. Ia tidak mau melihat adik nya terus merasa patah hati.
"Enggak di angkat." wajah Rani murung dan sedih.
Dia sangat merindukan Azriel namun Azriel seakan menjauh dari Rani semenjak Rani mengungkapkan perasaan nya kepada Rani.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Azriel menghubungi kembali Stella.
Stella mengangkat telepon nya
Panggilan Terhubung
"Assalamualaikum Azriel, maaf ya mengganggu waktu kamu. Ini Rani ingin berbicara dengan mu."
Wa'alaikumsallam Stella, maaf jika tadi panggilan mu tidak aku angkat. Dan aku sangat sibuk sekali, titip kan salam ku kepada Rani. Katakan kepada nya jika Minggu depan aku akan ke kota mu tempat kalian tinggal. Pekerjaan ku pindah di sana, nanti aku hubungi kembali ya? ~ Azriel
"Baik lah Azriel, maaf sudah menganggu waktu kamu ya."
Stella mengatakan jika Azriel sangat sibuk dan ia akan ke sini Minggu depan.
Kabar itu tentu membuat Rani merasa senang. Ia bersorak happy, karena bagaimana pun Rani sangat merindukan Azriel.
Stella tersenyum tipis, bukan karena ia tidak menyukai adik nya bahagia namun Stella tidak mau jika Rani terus berharap kepada Azriel.
Jika Azriel membalas perasaan Rani pasti Stella akan begitu bahagia namun bagaimana jika sebaliknya? Stella tidak kuat jika melihat Rani sedih, bagaimana pun Stella sudah sangat menyayangi Rani seperti adik kandung nya sendiri.
__ADS_1
Mereka sudah bersama saat Rani masih kecil, ke dua nya pun memiliki ikatan batin
Rani memeluk kakak nya
"Kak, Rani enggak sabar dengan kehadiran kak Azriel."
"Iya dik, zeline juga senang karena om baik nya ke sini."
Rani mengangguk, mengeratkan pelukan nya kepada Stella..
Stella membalas nya, ia mengecup kening Rani dengan tulus.
Tidak ada yang lebih bahagia dari melihat senyuman-senyuman adik-adik nya itu.
Stella berharap agar kebahagiaan ke tiga adik nya itu selalu ada bersama mereka.
Cukup Stella yang mengalami kepahitan hidup seperti ini, jangan adik-adik atau anak perempuan nya yang merasakan.
Jika pun takdir buruk ada kepada mereka, Stella berdoa kepada Tuhan jika takdir itu lebih baik pindah ke diri nya.
__ADS_1
Ia tak akan sanggup jika harus melihat air mata penderitaan dari orang-orang yang ia sayang. Jika pun ada air mata, lebih baik air mata kebahagiaan.