Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Curiga


__ADS_3

Aska hanya tersenyum kepada sang mami, di dalam hati nya ia begitu menyesal karena sudah membohongi sang ibu. Namun, itu semua harus ia lakukan demi masa depan nya juga.


Aska pun berlalu pergi meninggalkan Xiu. Xiu menatap pergi sang anak dengan penuh curiga.


"Tumben sekali Aska bicara tanpa menatap ku." gumam nya yang menatap punggung Aska dari belakang yang semakin jauh. Pandangan Aska sudah tak terlihat lagi, Xiu pun menghubungi orang kepercayaan nya untuk mengikuti sang anak.


"Maafin mami, Sayang. Tapi, mami melakukan ini semua demi kebaikan mu. Mami nggak mau bayangan tentang wanita itu mengusik kehidupan mu lagi."


******


Aska naik ke dalam mobil nya, ia pun segera melajukan mobil dengan kecepatan yang tak biasa. Rasanya, ia sudah tidak sabar bertemu dengan Stella.


"Bagaimana pun, hari ini juga aku harus mengetahui segalanya."


Tanpa Aska ketahui, seseorang mengikuti diri nya dari belakang. Ia pun mencoba menghubungi sektaris pribadi nya, memberikan pesan jika sang ibu menghubungi pihak kantor, bilang saja mereka ada rapat penting sepagi ini. Setelah selesai memberitahu sektaris nya. Aska kembali melajukan mobil yang ia kendarai.

__ADS_1


Pikiran Aska begitu kacau dari kemarin, ucapan papi nya masih saja teringang di pikiran nya.


Bagaikan buah simalakama bagi nya, namun jika benar anak Stella adalah anak diri nya. Ia akan merasa begitu menyesal seumur hidup, karena sudah men sia-sia kan anak dan kekasih nya itu.


"Aku berharap, hari ini. Aku menemui jawaban nya." Aska teringat, jika Stella berada di kota ini. Ia pasti tinggal di rumah orang tua nya, sepagi ini Stella tidak mungkin ada di cafe.


Jam masih menunjukan pukul setengah tujuh, Aska pun membalikan mobil nya menuju rumah orang tua Stella.


Setelah sampai di sana, Aska tidak menemukan siapa-siapa, rumah itu begitu sangat sunyi.


"Tidak, mami melakukan kesalahan lagi!" ujar Aska yang begitu kesal melihat mami nya yang begitu tidak mempercayai diri nya. Aska pun memikirkan cara bagaimana bisa terlepas dari orang suruhan sang mami.


Aska mengambil ponsel nya, ia menghubungi seseorang yang dia anggap bisa membantu diri nya. Aska pun memilih pergi dari kediaman rumah orang tua Stella.


******

__ADS_1


Di sisi lain, Stella sedang bersiap untuk sang anak.


"Sayang, ayo. Nanti kamu bisa telat." ujar Stella yang begitu lembut kepada Zeline. Rasanya, Zeline begitu malas pergi ke sekolah.


"Mama, kepala Zeline pusing." bohong nya, bukan nya Zeline ingin membohongi mama nya. Namun, rasanya ia tidak betah berada di sekolah yang ia sendiri tidak nyaman. Selalu ada aturan dan larangan di sana.


Sekali lagi, Stella menjelaskan kepada anak nya, jika sekolah itu begitu bagus. Jika banyak aturan, maka murid akan merasa nyaman.


Zeline pun mengangguk mengerti, Rani juga membantu stella untuk menjelaskan segala nya kepada Zeline.


"Iya, Mami. Zeline mengelti." ucap nya.


Stella dan Rani pun begitu bangga, mereka merasa sangat bahagia. Karena Zeline walau masih sangat kecil tapi begitu sangat penurut kepada Stella mau pun kepada Rani.


"Ayo, kita berangkat. Nanti, Zeline bisa terlambat."

__ADS_1


__ADS_2