Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Seperti Anak Kecil


__ADS_3

Lee tersenyum puas, begitu mudahnya membohongi mertua dan suaminya itu "Kalian memang orang kaya, tapi kalian bodoh haha!" Gumam Lee dalam hati, ia merasa senang sekali.


Tidak perlu membuang waktu untuk mencari-cari alasan karena apapun yang ia katakan semua akan percaya dengannya "Mami, kenapa senyum-senyum?" Zeline ternyata memperhatikan setiap gerak gerik dari ibu sambungnya itu


Sial! Anak ini bisa menjadi bom waktu untukku! ~batinnya


Lee belum menjawab hal itu semua membuat Zeline curiga "Sayang, mami tersenyum karena mami terharu. Oma sangat menyayangi mami mami sangat beruntung memiliki suami seperti papa Aska, mertua seperti opa dan Oma, dan juga anak yang cantik seperti kamu Zeline,"


"Oh!" Setelah mengatakan itu, Zeline langsung berlalu pergi meninggalkan semua yang ada di bawah


Lee sangat kesal karena Zeline begitu kurang ajar kepadanya "Dasar anak kurang ajar! Lihat saja, aku akan membuat mu tidak betah di sini, dan kau harus kembali ke rumah mama mu!" Batin Lee dengan tatapan penuh kebencian kepada anak tirinya itu


"Lee, sebaiknya kamu istirahat saja! Kamu lagi hamil, mami enggak mau kamu kelelahan! Dan jangan sembarangan lagi pergi-pergi jika kamu ingin pergi..beritahu mami atau suami mu,"

__ADS_1


Lee mengangguk, ia langsung masuk ke dalam kamar. Ternyata, menjadi menantu dari keluarga Lesham Shaeanatte tidak seenak yang ia bayangkan. Begitu banyak peraturan yang diberikan oleh mertuanya itu


Ketika masuk kamar, Lee terlihat sangat marah "Sial! Mengapa untuk keluar saja sangat sulit, dan harus di atur. Aku mengira menjadi menantu keluarga ini akan membuat ku merasa bebas dan kemana pun aku mau. Tapi nyatanya, baru pergi sebentar saja sudah begitu heboh! Kalau harus di rumah saja aku merasa sangat bosan sekali!"


Lee membuang barang-barang yang ada di kamarnya, hidupnya berasa bagaikan burung di dalam sangkar


********


"Mami, Aska harus pergi dulu!"


Xiu tidak mengerti mengapa anak dan menantunya tidak pernah betah di rumah, Xiu hanya ingin jika keluarganya selalu berkumpul di rumah


"Kalian enggak bisa memahami perasaan mami ya?"

__ADS_1


"Mami sudah lah! Mengapa mami mempermasalahkan masalah kecil? Di kamar ada Zeline dan mami bisa bermain dengannya. Ada papi juga!"


Xiu tidak menjawab ucapan anaknya, percuma berdebat dengan Aska. Ia tidak mengerti dengan perasan Xiu. Wanita paruh baya itu hanya ingin berkumpul dengan anak, menantu dan cucunya di masa-masa hari tua.


"Sudah! Jangan hiraukan mami kamu, nanti papi yang akan bicara dengan mami kamu,"


Aska menghela nafas dengan gusar, menggaruk kepala yang tidak gatal. Dirinya tidak mengerti mengapa maminya akhir-akhir ini bersikap seperti anak kecil saja


"Aska enggak mengerti Pi,.kenapa mami sekarang seperti anak kecil saja. Biasanya asal selalu berpergian namun mami biasa aja namun mengapa sekarang mami seperti itu?"


Papinya tidak mengerti, ia hanya bisa meminta anaknya untuk bersabar dengan kelakuan Xiu


"Kamu tahu bagaimana mami mu, jadi lebih baik di diamkan saja. nanti saat mami sudah tenang ia tidak akan seperti itu lagi,""

__ADS_1


"Makasih ya Pi, papi udah ngertii Aska..Aska harus pergi dulu agar pulangnya tidak kemalaman kasian Zeline kalau Aska pulang kemalaman,"


"Iya sudah kamu pergi lah sana! Jangan pulang kemalaman nanti Zeline akan mencari kamu,"


__ADS_2