Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Bersikap Adil


__ADS_3

Lee yang kesal meninggalkan kamar tersebut, menghentakkan kakinya dengan kesal karena keputusan Xiu membuat dirinya merasa marah


Lee bahkan membanting barang-barang yang ada di ruang tamu. Xiu yang mendengar keributan itu langsung menyusul menemui menantunya "Zeline sayang, Oma harus pergi dulu ke bawah. Zeline harus istirahat ya sayang, jangan telat tidurnya oke?"


Zeline mengangguk "Iya Oma, telima kasih banyak. Zeline sayang sekali sama Oma!"


"Oma juga sayang banget sama Zeline," Xiu tidak menoleh ke arah Stella dan Rani karena itu akan membuatnya emosi, ia pun mengajak anaknya Aska untuk pergi "Ayo Aska! Biarkan Zeline dengan mama dan maminya!"

__ADS_1


Aska pun ikut dengan ibunya, mereka dengan cepat menuruni anak tangga. Terlihat barang-barang yang sudah berantakan di lantai "Lee apa yang kamu lakukan!" Aska berteriak kepada istrinya itu, mengapa Lee begitu kekanak-kanakan dan tidak mau mengerti dengan keadaan?


"Kenapa katamu? Wanita yang melahirkan anak mu juga tinggal bersama kita, lalu kamu berharap aku akan apa? Aku akan tertawa? Iya?" Aska menggelengkan kepalanya, ia pun mendekati Lee ingin memberikan pengertian namun Lee yang sudah terlanjur emosi tidak mau mendengarkan penjelasan suaminya.


Xiu mendekat dengan Lee, dengan geram ia menampar menantunya itu "Mami enggak menyangka dengan kamu Lee! Apa kamu pikir mami suka dengan wanita itu tinggal di sini? Tidak! Namun kamu tahu,.dan kita semua tahu, betapa tidak berdayanya saya sebagai nenek saat cucu kesayangan saya memutuskan untuk pergi! Andai hak asuh itu jatuh ke tangan kita! Mungkin saja tidak akan memanjakan Zeline seperti ini! Dia harus menuruti peraturan yang sudah mami buat, namun apa daya mami? Saat ini yang bisa mami.lakukan agar dia bertahan di sini adalah agar dia nyaman. Hanya itu! Kamu dengar tadi Zeline mengatakan apa bukan!"


Lee tidak menjawab, ia memegang pipinya yang terasa panas ketika di tampar oleh ibu mertuanya "Mami enggak mengerti dengan perasaan aku! Yang mami ingat hanya tentang Zeline, Zeline dan Zeline! Mami lupa, cucu mami bukan hanya dia! Namun anak ini!"

__ADS_1


"Diam kamu! Enggak usah ikut bicara! Aku tahu kamu senang bukan? Karena pelakor itu tinggal di sini! Membuat mu ada kesempatan dekat dengannya!" Jari telunjuk Lee dengan lantang menunjuk ke wajah Aska, membuat Aska merasa kaget dengan sikap istrinya


"Sudah! Sudah! Jangan bertengkar! Mami enggak mau kalau Zeline mendengar pertengkaran ini! Bisa-bisa dia marah dan memutuskan pulang bersama wanita itu!" Saat ini yang Xiu pikirkan hanyalah kenyamanan Zeline. Lee yang terlanjur kesal membanting ponselnya dengan kencang, membuat Xiu dan Aska kaget bukan main.


*****


"Cukup ya! Kamu jangan keterlaluan! Kenapa kamu bersikap seperti anak-anak seperti ini?" Aska menatap istirnya dengan kesal, menurutnya tingkah Lee sudah mencapai batas, namun masih terlihat kemarahan di mata Lee. Dan Xiu tahu, jika kemarahan menantunya bukan hanya karena takut Aska dekat dengan wanita lain, namun takut jika posisi anak Lee yang ada di dalam perut tersingkir!

__ADS_1


Xiu mendekat ke arah menantunya, ia pun memberikan pengertian kepada Lee "Sayang, kamu jangan khawatir! Bagaimana mami memperlakukan Zeline. Mami akan memperlakukan anak yang ada di perut kamu dengan adil! Mami akan bersikap adil nak, bahkan jika anak mu ini lelaki. Anak mu yang akan mewarisi tujuh puluh persen aset keluarga Lesham Shaeanatte!"


Mendengar ucapan Xiu membuat Lee mulai mereda amarahnya, Xiu tahu jika ucapannya berhasil meluluhkan sang menantu


__ADS_2