
"Papa kenapa lama sekali pulang?" Zeline bertanya papanya yang lama pulang, Aska pun mengatakan jika Lee masuk rumah sakit "Sayang, mami Lee masuk rumah sakit dan papa, Oma dan juga opa menjaga mami. Sebab itu papa pulangnya lama, maaf ya nak?"
"Mami Lee sakit apa papa? Zeline mau ikut papa, Zeline juga mau menjaga mami," Aska tersenyum mendengar ucapan anaknya, segera ia mengecup kening Zeline dengan lembut "Sayang, makasih ya karena kamu udah perduli dengan mami kamu. Tapi nak, anak kecil enggak boleh ke rumah sakit, lebih baik Zeline di sini aja dengan kak Rani oke?"
Zeline menggelengkan kepalanya "Enggak papa! Zeline mau ikut papa! Zeline juga ingin tahu bagaimana keadaan mami Lee. Apakah adik Zeline baik-baik saja?"
Aska sadar, jika Stella merawat dan mendidik anaknya dengan baik "Adik kamu baik-baik aja sayang. Tapi, memang Zeline enggak boleh di rumah sakit. Kalau Zeline ke rumah sakit siapa yang akan menemani kak Rani?"
Zeline menoleh ke arah Rani, Rani pun mengatakan hal yang sama "Zeline apa yang papa kamu katakan memang benar. Karena ini kan bukannya rumah mami, atau mama. Kalau ini rumah mama, pasti mami enggak akan masalah jika di tinggal sendirian. Apalagi ini hari pertama mami di sini,"
__ADS_1
Zeline pun mengerti yang dikatakan oleh Rani, ia pun mengalah dan tidak mau ikut kerumah sakit. Hal itu membuat Aska lega, karena jika Zeline ikut kerumah sakit ia akan tahu jika mamanya sedang berada di rumah sakit "Makasih sayang, makasih kamu udah pengertian dan memahami segalanya,"
Zeline tersenyum menatap papanya, Rani pun mengatakan jika ini semua karena didikan Stella "Zeline menjadi anak yang tidak egois dan pengertian ini semua karena didikan kak Stella! Kita semua tahu bagaimana kak Stella jika mendidik anak, dan perilakunya yang baik!"
Seakan Rani menyindir lelaki yang ada dihadapannya, Aska mengerti maksud ucapan Rani apa "Iya, mungkin jika Zeline dalam pengasuhan aku. Dia tidak akan menjadi anak yang pengertian seperti ini,"
"Sayang, mami kan mengatakan yang benar. Mama kamu mendidik kamu, bukan hanya kamu tapi juga mendidik mami dengan baik. Mama kamu memiliki nilai-nilai yang tidak di miliki oleh orang lain,".
"Iya mami, Zeline setuju dengan mami."
__ADS_1
*****
"Kenapa kak Amara lama sekali?" Tanara terlihat cemas, namun Stella percaya dan yakin jika Darren bisa menjaga adiknya itu "Tanara kamu jangan khawatir! Mungkin Amara dan tuan Darren sedang berbincang di luar. Mereka enggak mungkin berbicara didepan kita, Amara pasti malu,"
"Tapi kak, ini kan udah larut malam. Enggak baik untuk lelaki dan perempuan tetap bersama,"
Stella memegang tangan adiknya, ia meyakinkan adiknya dan mencoba untuk percaya dengan Amara "Sebaiknya kita percaya dengan Amara. Kakak yakin dia tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh dan kakak yakin jika mereka masih ada disekitaran rumah sakit. Tidak akan mungkin mereka berani melakukan apapun dan melakukan hal yang aneh-aneh di luaran sana. Amara gadis yang pintar dan cerdas, dia tidak akan melakukan kesalahan seperti yang kakak lakukan di masa lalu,"
Terlihat guratan kesedihan di wajah Stella, Tanara mencoba menenangkan dan menghibur kakaknya
__ADS_1