Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Segera menikah


__ADS_3

"Aska percaya kan segala nya pada mami. Aska yakin, mami tidak akan membuat Aska kecewa seperti yang dia lakukan dulu,"


"Sudah, jangan ingat tentang dia! Lupakan dia, dan mulai lah kehidupan baru dengan Lee."


Aska mengangguk, Xiu melepaskan pelukan nya dengan sang anak. Keluar dari kamar Aska, menuju bawah untuk bertemu dengan Lee.


"Apa mami tidak puas mencuci otak anak kita?" langkah kaki Xiu terhenti karena ucapan suami nya, ia menoleh ke arah sang suami. Mendekati dengan tatapan yang tidak suka.


"Apa maksud papi berkata seperti itu?"


"Mi, tolong sudah! Jangan cuci otak Aska lagi, dia sedang rapuh saat ini. Jangan manfaat kan ketidak berdayaannya dengan ambisi mami. Tolong! Jangan lakukan itu lagi dan kasihani lah anak kita. Mami berkata, jika mami menyayangi nya bukan? Lalu mengapa mami melakukan ini semua? Untuk siapa?"


"Mami melakukan ini demi anak kita, Papi! Bukan untuk mami! Mami ingin Aska bahagia! Papi lihat lah, sudah berapa lama ia terus-terusan mengingat wanita itu. Aku nggak mau kehilangan anakku karena wanita itu!"


"Apa yang ia lakukan mi?"


Xiu tidak percaya dengan ucapan suami nya, walau suami nya melihat dengan langsung kejadian lima tahun yang lalu. Melihat bagaimana menderita nya Aska akan kehilangan Stella. Tapi, suami nya masih saja berkata apa telah gadis itu lakukan. Ingin sekali rasanya Xiu memaki sang suami. Namun, ia masih menghargai suami nya.


"Papi lupa apa yang sudah wanita itu lakukan pada anak kita? Papi ingat atau tidak, tapi mami nggak akan melupakan hal itu! Bagaimana ia datang ke rumah kita dan mengaku hamil, bahkan di saat kita sudah menerima nya dia malah pergi meninggalkan rumah ini tanpa pamit. Dan yang lebih parah nya, ia hamil anak orang lain dan ingin mengkambing hitam kan anak kita."


Setelah puas mengatakan segala nya dengan sang suami, Xiu berlalu pergi meninggalkan suami nya sendiri.


Ia turun ke bawah, mendekati Lee yang sedang bersantai. Xiu mengatakan pada calon menantu nya bahwa pernikahan mereka akan di adakan Minggu depan. Mendengar itu, Lee merasa sangat bahagia.


"Thankyou mami!" Lee langsung memeluk Xiu, hati nya senang sekali. Karena sebentar lagi, ia akan menjadi ratu di istana sebesar ini. Lee masuk di dalam kehidupan keluarga Aska karena memiliki tujuan. Namun, tanpa ia pungkiri diri nya juga mencintai Aska.


Xiu yang terlalu naif pun tak mengerti maksud tujuan Lee, bahkan ia menyayangi Lee dengan tulus seperti anak nya sendiri. Xiu merasa senang, akhirnya sebentar lagi Lee akan resmi menjadi bagian dari keluarga nya.


Lee dan Xiu saling melepaskan pelukan satu sama lain, Xiu mengajak Lee untuk makan bersama di rumah. Lee setuju, karena diri nya juga sangat lapar.

__ADS_1


*******


Tanara yang pulang sekolah lebih awal hari ini, meminta supir untuk menjemput Zeline sekalian.


"Tapi nona, nak Stella tadi meminta bapak untuk menjemput nya bersama nak Rani."


"Pak, Kitakan sekalian jalan. Biar kita saja, dan aku yakin kakak tidak akan keberatan. Jika bapak .engantar saya lebih dulu ke rumah lalu menjemput Zeline dengan kak Rani. Itu akan membutuhkan waktu yang lama, kasihan Zeline yang sudah menunggu di sekolah."


Supir itu pun membenarkan ucapan Tanara. Mobil segera melaju ke sekolah Zeline.


Terlihat Zeline yang sedang menunggu bersama beberapa guru, Tanara turun dari mobil untuk menemui Zeline. Sebelum nya, supir sudah memberikan card penjemputan murid.


"Tante Tamala." ujar Zeline yang ingin berlari mendekati Tanara, namun salah satu guru mencegah.


"Sayang, tunggu di sini saja ya nak? Nanti, Ibu guru bisa di marahi oleh kepala sekolah nya. Biarkan Tante nya Zeline ke sini dulu untuk menunjukkan card. Setelah selesai di periksa, ibu guru sendiri yang akan mengantarkan Zeline ke Tante Zeline."


"Iya, nak. Ibu guru mengerti, tapi kita tunggu di sini saja ya?"


Zeline merasa kesal, ia juga tidak menyukai sekolah yang terlalu banyak aturan. Tidak boleh ini, tidak boleh itu sungguh membosankan. Sekolah nya tidak seperti sekolah nya yang lama. Di mana, anak-anak bisa pulang dengan sendiri nya. Bahkan, ia berjalan ramai-rai dengan teman yang lainnya.


Tanara memberikan card tersebut kepada pihak satpam. Setelah memeriksa itu card yang sudah terverifikasi. Satpam itu meminta guru untuk membawa Zeline keluar.


Zeline memeluk Tanara, ia mengajak Tanara untuk segera pulang dari tempat yang sangat membosankan itu.


"Tante Tamala, ayo kita pulang."


"Tanara, Sayang. Bukan Tamara.Ayo!" Tanara pun menyalami guru tersebut, dan segera berpamitan kepada guru Zeline. Tanara juga meminta Zeline untuk menyalim guru nya. Dengan malas, zeline menyalami guru, lalu berlari masuk ke dalam mobil. Tanara mengejar keponakan nya.


Ia bertanya kepada Zeline mengapa melakukan hal yang tidak baik. Zeline menjelaskan jika diri nya tidak suka dengan sekolah itu. Aturan nya yang ada membuat Zeline merasa tidak betah.

__ADS_1


Tanara semakin bingung, karena Zeline merengek. Ia mengatakan jika diri nya merindukan sang mama. Tanara mengambil ponsel nya, ia pun segera menekan nomer dan menghubungi sang kakak.


Panggilan Terhubung.


*Iya dek, Ada apa? ~ Stella


Kak, Zeline menangis. Tadi Tanara yang menjemput nya, kebetulan Tanara juga pulang lebih awal. Jadi, sekalian jalan saja. Zeline mengatakan jika diri nya tidak suka bersekolah di situ. Ia juga merindukan mu kak. ~ Tanara*


Mendengar ucapan sang adik dari telepon membuat Stella bingung, ia juga mendengar tangisan anaknya.


Hallo kak? ~ Tanara


Stella yang kaget karena panggilan itu masih terhubung pun kembali berbicara kepada adik nya.


Iya dek, Maaf. Tadi kakak melakukan sesuatu, bagaimana tadi? ~ Stella.


Tanara pun menjelaskan apa yang terjadi, Stella terdiam sejenak. Tanara terus saja memanggil kakak nya, Stella berfikir jika aturan yang terlalu ketat di sekolah membuat Zeline tidak nyaman. Apalagi, dahulu mereka hanya tinggal di sebuah desa yang tak terlalu luas.


Tidak ada sekolah yang memiliki aturan seperti itu, bahkan murid-murid bebas pulang tanpa di jemput og tua. Mungkin, Zeline merindukan teman-teman nya yang ada di sana.


Kak? ~ Tanara


Iya dek, begini Saja. Tolong antar dia di temlag kerja kakak ya, alamat nya nanti kakak sharlock ~ Stella.


Baik kak, Tanara tutup dulu telepon nya~ Tanara


Panggilan terputus


Kepala Stella terasa sangat sakit, tadi ia bertemu dengan papa nya Zeline. Dan sekarang, Zeline menangis tanpa alasan. Rasanya kepala Stella mau pecah. Bagaimana jika nanti nya Zeline tidak ingin sekolah di situ. Stella tidak memiliki uang lagi untuk memindahkan anak nya ke sekolah lain.

__ADS_1


__ADS_2