
Stella yang menjahui Aska dan keluarga nya pun hanya bisa terdiam, menyimpan segala kesedihan dan air mata nya. Stella tidak suka menangis di depan orang.
"Kak, mereka itu siapa?" tanya Rani.
"Me-mereka adalah, lupakan saja Rani."
Dia adalah pria yang sangat aku cinta. Dan ke dua orang yang bersama nya adalah orang tua nya. Kakek nenek dari anak yang aku kandung.
Hati Stella terasa sangat sesak, tetapi ia berusaha untuk tetap tenang. Bahkan keram di perut
"Aku akan mendaftar dahulu." ucap Azriel yang segera pergi meninggal kan Stella dan Rani. Begitu banyak pertanyaan di dalam hati Azriel. Tak bisa di pungkiri, dia juga merasa sangat senang karena Stella mengakui nya adalah suami Stella. Bahkan, Azriel sudah salah duga. Ia mengira jika Stella memiliki perasaan yang sama pada nya. Azriel kembali bertemu dengan Aska. Tatapan Aska yang begitu tajam. Penuh dengan amarah dan kekecewaan.
"Kau!" Aska ingin memukul Azriel, Namun Papi nya mencegah dan segera membawa Aska pergi dari rumah sakit.
Mami Aska yang marah-marah kepada suami nya karena mencegah Aska melakukan hal yang seharus nya.
"Kenapa kita harus pergi? Ini bukan punya mereka kan? Kita berhak ke sini!"
"Aku ke sini ingin sembuh, bukan ingin semakin sakit! Jika kalian bertengkar sama mereka, aku bisa saja mati di sini!"
"Papi, kenapa papi bicara begitu?"
__ADS_1
"Benar yang aku kata kan! Jika kalian ingin melihat aku mati di sini, baik! Masuk lah, Aska! Pukuli lelaki itu sebanyak yang kamu mau! Pergi!" Aska terdiam, tak menjawab. Sebagaimana ia mencintai Stella, cinta nya untuk kedua orang tua nya lebih besar. Aska tak ingin melihat Papi nya semakin sakit, Aska memilih untuk menuruti ucapan Papi nya dan pergi dari rumah sakit.
Di dalam mobil, Aska masih terdiam tak bersuara sedikit pun. Hati nya merasa sangat sakit.
********
"Kandungan Ibu baik-baik saja, Ini hanya kontraksi biasa yang di rasakan oleh Ibu hamil. Apalagi, usia kehamilan Ibu sudah dekat dengan persalinan. Jika, nanti ibu merasa keram. Sebaiknya, segera kembali ke sini." ujar Dokter kandungan yang selama ini menangani Stella.
"Terimakasih banyak Dok, saya permisi dulu." Dokter itu pun mengangguk dan mempersilah kan Stella untuk pergi. Stella menemui Rani dan Azriel yang menunggu di ruang tunggu.
"Bagaimana?" tanya Azriel, Stella pun memberitahu kepada Azriel apa yang dokter kata kan.
"Aku akan menjaga kakak, jika perlu. Aku tak akan tidur." ucap Rani dengan sigap. Stella memandang Rani, dan tersenyum
"Ayo, kita pulang!" ajak Rani, Stella pun melangkah kan kaki nya dan mengajak Azriel. Namun, Azriel masih tenggelam dalam padangan nya sendiri.
"Azri?" panggil Stella, membuat lamungan Azriel memecah.
"I-iya, kenapa?" tanya Azriel gugup. Stella kembali mengajak Azriel pulang, Azriel pun mengikuti Stella dan Rani dari belakang. Langkah Stella tidak secepat umum nya karena kehamilan nya yang semakin besar. Membuat diri nya susah untuk beraktivitas. Azriel memesan Taxi online untuk mereka.
******
__ADS_1
Aska dengan penuh amarah membanting seluruh barang yang ada di kamar nya.
"Kenapa, Stella? Kenapa?" Aska memukul dinding membuat tangan nya berdarah. Mami Azriel masuk ke dalam kamar nya, melihat tangan anak nya yang berdarah. Mami Aska panik, ia teriak dengan kuat. Memanggil seluruh pelayan.
"Ambil kan obat untuk anakku! Cepat!" pinta nya.
"Apa kamu sudah tidak waras? Lihat darah ini! Apa yang kamu lakukan, Sayang ku? Oh, Tidak! Mami tidak bisa melihat kamu seperti ini, Sayang. Mami sungguh tidak kuat melihat darah dari tangan kamu! Sayang ku, kamu tidak apa? Ini pasti sangat sakit kan?"
"Sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit hati ku, Mi." Aska yang lemah memeluk ibu nya. Suara nya terasa berat. Aska menangis di pelukan sang ibunda.
"Kenapa dia seperti itu, Mi? Mengapa dia sangat tega dengan ku? Apa salah ku? Aku begitu sangat menyayangi dan mencinta nya. Tapi, kenapa peng-khianatan yang aku dapat kan, Mi? Kenapa?"
"Sudah, Sayang. Sudah! Kamu lelaki, tidak boleh lemah! Harus bukti kan kepada wanita jalang itu, Jika kamu bisa bangkit tanpa dia! Dan kamu harus bukti kan itu! Kuat lah! Jadi lah penguasa yang hebat untuk membalas rasa sakit mu!" Aska melepas kan peluk kan nya dari sang Ibu.
"Kuat? Penguasa? Ap-apa maksud Mami?"
"Jadi lah CEO muda yang hebat dan pintar. Jika kau hebat dalam mengurus perusahaan Papi. Semua orang akan mengenal mu, dan kamu bisa membalas semua rasa sakit mu. Jika kamu terkenal dan sukses. Semua wanita akan bertekuk lutut pada mu! Kau bisa memilih siapapun menjadi pasangan mu. Mami yakin sekali, jika banyak wanita di sekeliling mu, dia akan merasa sangat menyesal telah menyia-yiakan pria hebat seperti anakku!" Aska memikir kan ucapan Mami nya, Aska sangat tidak tertarik menjadi CEO. Tetapi, demi membalas kan rasa sakit hati nya, Aska akan menjadi CEO muda yang terkenal dan sukses. Dengan itu, Stella akan meminta kembali dengan nya. Bertekuk lutut, dan Aska akan membalas segala rasa sakit nya dengan beberapa wanita di sekeliling nya. Aska tersenyum. Mata nya terlihat hanya ada kebencian dan amarah pada kekasih nya itu.
Kau menginginkan aku jahat bukan, Stella? Baik lah! Akan aku bukti kan pada mu, bagaimana wujud iblis ku! Akan ku balas setiap rasa sakit dan air mata ku ini! Kau akan menyesali segala perbuatan mu pada ku! Akan ku pasti kan, kau betekuk lutut pada ku. Dan di saat kau mengemis cinta pada ku, hanya ada rasa sakit yang kau rasakan seperti saat ini aku rasakan, Stella! pengkhianatan mu ini tak akan bisa aku lupa kan hingga kapan pun, Sampai aku dan kau mati sekali pun! Kau sangat bahagia sekali bukan dengan kehidupan mu sekarang? Bersama pria yang kau cinta, dan anak hasil hubungan gelap mu dengan pria itu. Aku pasti kan, suami dan anak mu tak akan bahagia. Kalian harus merasa kan segala rasa sakit ku, penderitaanku! ~ Batin Aska yang penuh kemarahan.
Xiu yang melihat wajah anak nya seakan mengerti apa yang di pikir kan oleh anak nya.
__ADS_1
"Bagus! Anakku tak akan memikir kan wanita pengkhianat itu lagi, aku sudah mau menerima mu. Tetapi, pengkhianatan dan kebohongan yang kau beri pada kami, Stella! Kau harus merasa kan apa yang anak ku rasa kan, Anakku sudah cukup menderita karena ulah mu.~ Batin Xiu