Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Stella Sakit?


__ADS_3

Lee tidak rela jika Zeline yang menjadi pewaris di keluarga Lesham Shaenette karena ia sudah banyak menghabiskan waktunya selama bertahun-tahun untuk menjadi keluarga besar Lesham Shaenette


Lee pun menghidupkan ponselnya, banyak pesan masuk dari kekasihnya itu. Lee harus segera membeli ponsel baru khusus untuk selingkuhannya itu. Agar Aska tidak tahu semua kebusukannya


Notif pesan WhatsApp dari ponselnya


"Sayang aku merindukan mu, datang lah ke apartemen dan kita akan menghabiskan waktu bersama"


Lee merasa kesal sekali mengapa lelaki itu tidak membiarkannya hidup tenang? Mengapa ia selalu saja mengganggu ia.


Tak ada pilihan lain untuk Lee menemui pria itu, atau semua kebusukannya akan terbongkar.


*****


"Cucu Oma sekarang istirahat ya?"


"Iya Oma!"


"Sayang, boleh kah Oma bertanya sesuatu kepada kamu?"


"Iya Oma, katakan saja. Ada apa?"


"Begini nak, mengapa di pengadilan kamu mengatakan ingin tinggal bersama papa namun hak asuh jatuh ke tangan mama kamu? Maksud Oma, mengapa tidak kepada papa saja jika Zeline ingin tinggal bersama papa?"


Zeline tidak menjawab "Zeline tidak tahu oma, Zeline hanya mengikuti kata hati Zeline saja. Lagipula, papa dan Oma akan tetap bisa bertemu dengan Zeline! Mama enggak akan melarangnya lagi!"

__ADS_1


Xiu ingin menjawab, namun di cegah oleh Aska "Oma sudah ya! Biarin Zeline-nya istirahat. Kasian anak papa yang satu ini pasti lelah?"


Zeline mengangguk, ia memang lelah. Aska pun mengajak maminya keluar untuk meninggalkan Zeline


"Untuk apa kamu melarang mami bicara?"


"Sudah lah mi! Semua sudah terjadi, dan tidak ada yang bisa kita perbuat. Mami tahu kan kalau hakim menolak untuk melakukan banding karena anaknya sendiri yang meminta. Jangan buat anak Aska merasa tidak nyaman mi!"


"Kamu tahu kalau mami sangat sayang sama anak kamu. Mami enggak bisa pisah sama dia! Dan ketika hak asuh jatuh di tangan wanita itu kita tidak bisa memiliki Zeline seutuhnya!"


"Sudah lah mi, yang terpenting kita membuat Zeline merasa nyaman dengan ini semua agar ia tidak merasakan kesepian. Kita jangan membuatnya merasa tidak nyaman mi!"


"Terserah kamu saja! Mami malas berdebat!"


Di dalam kamar Zeline termenung, sebenarnya ia ingin kedua orang tuanya bersatu. Namun semuanya tidak akan mungkin karena papanya sudah menikah lagi, Zeline tidak mau kehilangan salah satunya sebab itu ia memutuskan hal itu agar tidak ada yang memisahkan ia dari kedua orang tuanya.


Ia pun berjanji setelah puas melepaskan semua kerinduannya dengan sang papa. Ia akan kembali kerumahnya, tinggal bersama mama, mami dan juga kedua tantenya


********


Tanara memberikan segelas air kepada kakaknya "Sekarang, kakak sudah bisa tenang. Hak asuh jatuh di tangan kakak!"


"Apa artinya itu jika anak kakak tidak bersama kakak!" Ujarnya dengan tatapan yang kosong


"Stella, kamu janganlah seperti ini! Bagaimana jika Zeline tidak berbicara kamu pasti akan kehilangan hak kamu. Dan aku tahu, keluarga Aska tidak akan membiarkan kamu ketemu dengan Zeline. Namun saat kamu Memiliki hak asuh yang kuat, tidak ada alasan mereka untuk menjauhkan kamu dari anak mu!" Laras memberikan semangat kepada sahabatnya. Ia hanya ingin Stella tidak berlarut dalam kesedihan

__ADS_1


"Iya, aku bersyukur karena anak ku masih ingin bersama ku. Mungkin aku harus menunggu waktu saja! Aku harus membiarkan Zeline memiliki waktu dengan papanya!"


Tak sengaja, Laras memegang tangan Stella yang panas.


"Stella, kamu sakit? Badan kamu panas sekali!" Laras mengecek dahi Stella yang sangat panas.


Tanara, Amara dan juga Rani khawatir dengan keadaan Stella


"Kakak pasti' terlalu banyak pikiran. Lebih baik kakak istirahat, biar aku panggil dokter,"


"Tidak usah! Aku hanya butuh anak ku di samping ku saat ini! Aku merindukannya dan kalian tahu, hati ku hancur saat melihat anak ku bahkan tidak mau menoleh ke arah ku. Sudah beberapa hari aku tidur tanpanya,"


Mereka tidak tega melihat keadaan Stella, namun tidak bisa berbuat apapun. Darren datang dengan cool-nya dan Amara menatap jengah pria itu


Pria pembohong, untuk apa dia datang ke sini! Katanya ingin membantu kakak ku, namun ia tidak datang! ~batin Amara yang melotot ke arah Darren.


Darren mengambil ponselnya dan meminta orang suruhannya untuk membawa Zeline


Amara yang kesal mendekati Darren, menarik tangannya "Untuk apa kau ke sini? Jangan memberikan harapan palsu kepada kakak ku! Kemarin kau katakan akan membantu kamu. Namun nyatanya kau tidak ada!"


"Namun kenyataannya hak asuh anak jatuh ke tangan kakak mu bukan?" Darren tersenyum menatap Amara dengan penuh arti


Dari mana ia bisa tahu?


"Iya, itu karena keponakan aku yang memintanya. Dan jika dia tidak ada, kakak ku akan kehilangan hak asuhnya! Kau pembohong om! Aku enggak suka sama pembohong seperti mu! Dan sekarang, kau memberikan harapan palsu kepada kakak ku. Untuk apa? Zeline tidak akan datang!"

__ADS_1


Amara berbicara panjang lebar namun Darren masih santai menatap semua orang yang sangat tegang karena keadaan Stella.


__ADS_2