Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Menolak


__ADS_3

Aku akan kuat, namun biarkan aku menikmati rasa sakit ini dulu. Agar kelak, aku bisa kuat menghadapi badai yang akan datang di kehidupan ku kedepannya.


Stella melihat kepergian Laras dan juga Zidan. Hati nya kembali sunyi.


"Mama." Zeline masuk ke dalam kamar Stella, di ikuti oleh Rani. Rani menjelaskan ke Stella jika dirinya sudah melarang Zeline untuk masuk dan menemui Stella namun Zeline tak mau mendengar.


"Kak, aku udah larang Zeline buat masuk dan membiarkan kakak istirahat namun Zeline tak mau mendengar."


Stella tersenyum kepada anak nya, dan membuka ke dua tangan nya dengan lebar untuk memeluk Zeline. Zeline segera berlari ke arah Stella dan memeluk Stella.


"Mama, Zeline mau ketemu sama mama. Tapi mami selalu mengatakan tidak boleh. Zeline Lindu mama hiks," Zeline menangis. Stella merasa tak tega dan menghapus air mata Zeline.


"Jangan menangis, Sayang. Maaf kan mama ya? Mama sudah membiarkan anak mama menahan rindu yang begitu lama."


"Zeline enggak mau sama mami. Mami jahat, mami enggak bialin Zeline ketemu mama."

__ADS_1


"Sayang, mami enggak jahat. Tapi, mami melakukan itu karena mami ingin mama istirahat yang benar. Agar mama segera sembuh dan kembali mengurus Zeline."


Stella kini akan bangkit, ia tak mau terus larut dalam kesedihan.


Aska, kau sudah membuat ku dan anakku menderita. Akan aku buktikan kepada mu jika aku dan anakku tidak lemah! Aku benci kau Aska, aku benci!


"Mama kenapa?" tanya Zeline yang melihat mata mama nya seperti memendam kemarahan.


"Tidak sayang ku, Mama tidak apa-apa. Zeline jangan marah lagi ya sama mami? Mami kan sayang sama Zeline."


Zeline menatap Rani sebentar, lalu melihat Stella dan mengangguk. Zeline mengatakan jika ia tidak suka jika ada yang memisahkan dia dari sang mama.


Zeline mengangguk, kedua nya kini sudah baikan. Stella tersenyum, Stella bangkit dan ingin keluar dari kamar.


Ia tak bisa terus-terusan berbaring di kamar dengan tak berdaya. Ia harus tetap melanjutkan hidup.

__ADS_1


Stella melihat kalender, ia tahu jika pernikahan Aska dan calon istri nya sebentar lagi. Stella tersenyum licik, seakan sesuatu tersirat di pikiran nya.


Kalian meminta ku untuk jahat bukan? Baik lah, akan aku lakukan keinginan kamu Nyonya, Xiu. Aku sudah lelah dengan hinaan mu selama ini


Stella pun mengajak adik dan anak nya ke luar dari kamar, ia akan memasak makanan kesukaan mereka yang ada di rumah.


Amara dan Tanara ke dapur, mencium aroma masakan yang begitu wangi.


"Kakak masak apa?" tanya Tanara yang begitu bersemangat melihat masakan yang Stella buat.


"Kakak akan memasak masakan kesukaan kalian, kalian duduk lah di meja makan."


"Aku tidak makan di rumah," ujar Amara.


Tanara pun bertanya mengapa Amara tak makan di rumah, Amara tak menjawab. Bukan ia tak mau makan di rumah, namun Darren ingin bertemu dengan nya malam ini..Jika Amara tidak menjumpai Darren pasti pria mafia itu akan membuat keributan di rumah nya.

__ADS_1


"Kak, mau kemana?" tanya Tanara kembali, Amara berbohong dan mengatakan ia akan pergi sebentar untuk membeli keperluan sekolah besok. Stella menawarkan diri untuk ia yang membeli nya namun Amara menolak dengan halus.


"Tidak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri."


__ADS_2