
Persidangan selesai Aska dan Xiu kecewa dengan keputusan pengadilan namun mereka tidak bisa mengajukan banding karena itu permintaan dari Zeline sendiri yang terpenting saat ini Zeline tinggal bersama mereka. Dan tugas mereka hanya membuat Zeline nyaman hingga membuatnya betah berlama-lama tinggal di rumah mereka.
Lee senang mendengar keputusan hakim, karena ia tidak harus mengurus Zeline dan anaknya yang ada di perut akan menjadi pewaris yang sesungguhnya. Begitu juga dengan Stella, ia merasa lega karena hak asuh anak berada di tangannya.
Stella pun memeluk anaknya, ia sangat merindukan anaknya itu "Mama sangat merindukan kamu nak! Sungguh mama sangat merindukan kamu,"
Zeline Masih terdiam, ia tidak menjawab mamanya. Azriel meminta Stella untuk tidak memaksa Zeline dan memberikan waktu anaknya
"Sudah lah Stella. Biar kan Zeline tenang dahulu dan tinggal dengan papanya, yang terpenting Zeline masih mau bersama kamu. Ia meminta hak asuh di tangan kamu!"
Stella masih memeluk anaknya, Xiu pun menarik Cucunya dengan lembut "Zeline sayang, ayo kita pulang! Supir sudah menunggu sejak tadi kasian loh supirnya nak,"
__ADS_1
Zeline mengangguk, ia pun melepaskan pelukannya dari sang mama. Lalu memilih pulang dengan papa dan Omanya.
Stella menatap kepergian anaknya yang semakin menghilang dari pandangannya.
"Kak, ayo kita pulang!" Ajak Rani, Amara dan juga Tanara.
"Ayo lah kita pulang, sudah tidak ada yang kamu tunggu di sini Stella. Zeline juga sudah pulang dengan papanya, lebih baik kita berikan Zeline waktu. Aku tahu Zeline anak yang pintar. Buktinya, ia meminta kepada hakim agar hak asuh anak jatuh kepada mu, tandanya ia masih sangat sayang sama kamu dia enggak mau kalau kamu jauh darinya,"
Stella mengusap air matanya, apa yang Laras katakan itu memang benar. Jika anaknya tidak menyayanginya lagi, mungkin Zeline tidak akan mengatakan itu dengan berani kepada hakim
******
__ADS_1
Di dalam mobil, Xiu merasa marah karena gagal mendapatkan hak asuh cucunya namun ia menahan amarahnya agar Zeline tidak merasa ketakutan.
Lee tersenyum tipis kini ia bisa tidur dengan nyenyak "Sayang, kepala ku terasa sangat pusing," Lee begitu manja bergelanyut di lengan Aska.
Aska tak menjawab "Percuma kita menikah kalau,"
"Sudah lah Aska! Jangan membahas itu di depan cucu mami! Kita akan membahasnya nanti!" Belum sempat Aska menyelesaikan ucapannya Xiu sudah langsung memotong pembicaraan anaknya. Ia tidak mau Zeline mendengar percakapan mereka dan mengetahui jika sebenarnya mereka memang ingin menjauhkan Zeline dari ibunya.
Karena mereka tidak memiliki kekuasaan yang kuat. Hak asuh sudah jatuh di tangan Stella, dan jika Zeline ingin pergi kapan saja bersama Stella mereka tidak bisa mencegahnya.
"Sayang, aku ingin sekali memakan rujak!"
__ADS_1
Lee masih manja dengan Aska, Xiu bahkan tidak mempermasalahkan itu karena ia sangat menyayangi menantunya Lee. Bahkan jauh sebelum Lee menikah dengan Aska "Aska, kamu turuti permintaan istri kamu. Di depan ada yang menjual rujak nanti kalian pulang naik taksi saja atau supir yang akan menjemput kalian!"
"Zeline mau ikut!" Zeline mau ikut dengan papanya, terlihat wajah Lee yang tidak senang namun ia harus berpura-pura menyayangi anak kecil itu. Jika tidak, ia bisa menjadi janda dalam sedetik saja. "Boleh sayang. Kamu boleh ikut dengan papa dan mami kok!"