Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Menuduh


__ADS_3

"Sudah, sebaiknya kau pergi saja ke ruangan. Kasihan anak dan adik mu jika menunggu terlalu lama, biar kan Laras yang membawa makanan ini nanti untuk kalian." ujar Zidan kepada Stella, Stella pun mengiyakan ucapan Zidan.


Ia tak ingin mengecewakan teman nya, apalagi Zidan sudah begitu banyak berjasa untuk diri nya.


Stella membalikan badan, berjalan menuju ruangan. Terlihat Zeline yang sedang bermain di dalam pangkuan Rani.


Stella mendekati Rani dan anak nya, ia juga merasa begitu sangat beruntung di pertemukan oleh Rani. Jika tidak ada Rani, mungkin diri nya akan semakin kesulitan merawat sang anak.


"Sayang, setelah Zeline makan. Nanti Zeline dan Kak Rani langsung istirahat ya?"


"Istilahat di mana mami?"


"Di dalam kamar, Cantik." ujar Zidan tiba-tiba masuk membawakan makanan, Stella yang tak enak hati langsung mendekati dan mengambil makanan yang di pegang oleh Zidan.


"Apaan sih, Zidan? Harus nya jangan repot-repot begini, aku bisa mengambil nya. Kau ini."


"Tidak merepotkan, Stella. Aku juga ingin bertemu dengan si cantik, Siapa nama nya? Om lupa."


"Zeline, om baik." ujar Zeline yang bersikap begitu ramah dan sopan.


"Ha iya, Zeline. Ayo makan, setelah itu om akan menunjuk kan kamar nya." Zeline pun mengangguk, ia mengambil makanan yang di pegang oleh sang mama, Stella juga memberikan nya kepada Rani.


Zeline dan Rani pun makan dengan begitu lahap, Zeline sangat menyukai makanan yang ada. Selain menu nya yang begitu menggiurkan, rasa nya juga begitu lezat.


Setelah Zeline selesai makan bersama Rani, Zidan membuka pintu kamar yang ada di ruangan itu. Zeline begitu sangat takjub. Begitu juga dengan Rani.


"Seperti hotel bintang lima." ucap Rani yang tercengang, memandangi isi kamar itu. selain luas, fasilitas nya juga begitu lengkap. Di isi oleh Tv, AC, kulkas, bahkan ada alat karaoke.

__ADS_1


"Kita tidak akan melasa bosan mami, bisa belnyanyi juga." ujar Zeline, namun Stella membantah. Ia tidak mengizinkan anak dan adik nya untuk menghidupkan karaoke.


Stella takut, jika suara nya akan mengganggu pekerja yang lain.


"Tidak, Sayang. Kalian nggak boleh menghidupkan nya. Mama dan pekerja lain nya akan merasa terganggu dengan suara kalian!" ujar Stella dengan lembut.


Zidan pun membantah ucapan Stella, ia mengatakan jika kamar itu kedap suara. Jadi, walau kita bising atau mendengar kan lagu sebesar apapun, jangan kan orang di luar. Di ruangan kerja Stella pun tidak akan mendengar nya sama sekali.


Zeline bersorak senang, ia merasa sangat bahagia sekali. Selain bisa menemani sang mama bekerja, jika Zeline lelah ia bisa istirahat di dalam kamar.


Stella semakin tak enak hati, sudah terlalu banyak ia menyusahkan teman nya itu. Dulu, Aska selalu melarang Stella untuk dekat dengan Zidan. Stella juga menghindar dari Zidan karena kekasih nya yang meminta. Namun, lihat lah sekarang. Zidan lah yang bersedia menolong dan juga percaya pada nya.


Zidan pun berpamitan kepada Stella, dan Zeline untuk pergi, karena ia ada urusan di luar. Stella mengangguk, ia juga mengatakan untuk Zidan berhati-hati.


"Siap komandan!" ujar Zidan, lalu ia pun segera pergi dari ruangan tersebut.


*******


Di sisi lain, Aska terus saja memikirkan pertemuan nya dengan Stella. Begitu banyak kerinduan yang Aska miliki pada wanita yang ia cinta, namun mengingat setiap pengkhianatan yang di lakukan oleh Stella. Ia pun menjadi marah.


Aska membanting setiap alat yang ada di dalam ruangan nya. Xiu yang melihat anak nya kembali hancur pun mencari sangat terluka.


Walau Xiu wanita yang sangat arogan, namun ia begitu sangat menyayangi anak nya itu. Xiu berharap, Aska selalu bahagia. Sebab itu, ia sangat membenci wanita yang sudah menghancurkan hati anak nya. Yaitu Stella!


Xiu mengumpat dengan kesal, Lee mencoba menenangkan Xiu. Xiu menoleh ke arah Lee dan tersenyum, Xiu begitu sangat menyayangi Lee seperti ia menyayangi Aska.


Tanpa Xiu ketahui, jika Lee tidak pernah menyayangi nya. Lee hanya menyayangi anak dan harta nya saja. Lee ingin menguasai segala nya yang di miliki oleh Xiu.

__ADS_1


Setelah pernikahan nya bersama Aska sudah terlaksana, ia akan mencari cara untuk menyingkirkan ibu dari pria yang ia cintai itu. Sebab, Lee tidak ingin di atur oleh mertua nya nanti.


Lee memasang senyuman palsu kepada calon mertua nya. Xiu yang begitu tulus menyayangi Lee pun memeluk calon menantu nya itu. Ia meminta kepada Lee untuk membahagiakan Aska.


Lee berjanji kepada Xiu akan selalu membahagiakan Aska. Xiu pun mempercayai ucapan dari Lee.


Xiu mengajak Lee untuk berbelanja di Mall. Lee yang sangat menyukai shoping pun dengan senang hati menerima ajakan dari Xiu.


"Tunggu sebentar oke? Mami akan bersiap terlebih dahulu, kamu sebaik nya di dalam mobil saja." pinta Xiu kepada Lee, Lee pun mengangguk dengan senyuman terpaksa.


"Mami, kamu begitu sangat polos. Kamu memang sangat baik, tapi maaf aku tidak bisa menyayangi mu. Aku hanya menyayangi anak dan juga uang mu, sebab di rumah ku tidak tahu apa arti nya cinta. Maaf kan aku mami." ujar Lee dengan senyuman licik nya.


"Lee!" ujar papi nya Aska. Lee dengan gugup menoleh ke belakang, ia takut jika papi nya mendengar apa yang ia katakan barusan, benar saja. Ternyata papi nya Aska sudah mendengar segala nya.


Papi nya Aska juga memperingatkan Lee, ia mengatakan jika pernikahan Lee dengan Aska tidak akan pernah terjadi, Lee yang mendengar itu menjadi sangat marah. Ia menggenggam tangan nya dengan penuh geram.


Lee mengetahui keberadaan Xiu yang mendekati mereka. Lee pun bersandiwara, ia berpura-pura menangis agar Xiu berpihak dan tidak percaya kepada suami nya.


"Maafkan, Lee. Jika papi tidak menyukai Lee, Lee akan bicara dengan mami dan Aska untuk membatalkan pernikahan kami, tapi tolong papi jangan menuduh Lee seperti itu. Lee menyayangi Aska dan mami nya dengan tulus, bukan hanya kerena harta."


"Ada apa ini?" ujar Xiu yang mendekati suami dan calon menantu nya. Lee memeluk Xiu, dan menangis dengan terisak. Xiu memenangkan Lee.


"Papi, ada apa? Kenapa papi berkata seperti itu kepada Lee."


"Mi, mami harus tahu bagaimana sifat nya! Dia bukan lah wanita yang baik."


"Cukup papi! Mami tidak mau mendengar ucapan papi, suka atau tidak! Lee dengan Aska akan menikah Minggu depan, Aska juga sudah setuju. Dan mami lebih tahu sifat Lee bagaimana. Jika papi tidak setuju, atau nggak mau terlibat dengan pernikahan mereka, lebih baik papi diam!" ?

__ADS_1


__ADS_2