
Tanara pun masuk ke dalam kamar, ia belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai yang bagus nanti nya saat ujian.
Sedangkan, Amara sedang memberanikan diri untuk persiapan nya nanti.
Diri nya begitu dilema, namun tak ada pilihan selain menerima tawaran dari Kimberly.
Amara pun bersiap untuk mandi, dengan langkah yang berat, ia tanpa sadar meneteskan air mata nya.
Setelah selesai mandi, Amara memakai salah satu gaun yang di belikan oleh Kimberly.
Itu terlalu ketat dan terbuka untuk nya, ia tidak nyaman dengan pakaian itu. Tapi, jika dia tidak memakai pakaian ini. Apa yang harus ia pakai.
Amara begitu sangat cantik dengan pakaian ketat bernuasa pink muda dengan sedikit polesan make-up dan rambut indah nya yang di biarkan terurai.
Amara yang selesai bersiap pun, langsung mengambil ponsel nya.
Ia menghubungi Kimberly dan mengatakan jika diri nya sudah bersiap.
Kau menunggu saja di luar. Aku tidak ingin menjawab banyak pertanyaan dari kakak mu itu ~Kimberly
Tidak! Kau tenang saja, dia sedang bekerja. Jam segini belum pulang ~ Amara.
Baik lah, aku akan sampai setengah jam lagi ~ Kimberly
__ADS_1
Oke
Panggilan Terputus
*********
Amara langsung turun ke bawah untuk menunggu di luar, awal nya ia ragu. Ia takut, jika Tanara melihat diri nya seperti ini pasti Tanara akan marah kepada nya.
Amara tidak ingin adik kesayangan nya menjadi kesal atau sedih karena melihat diri nya seperti ini.
"Amara." panggil Stella tiba-tiba, Amara terdiam.
Ia pun menoleh ke belakang, melihat Stella yang menangis melihat Amara seperti ini.
Melihat Amara dari atas sampai bawah, Stella mengatakan apa yang di lakukan oleh Amara.
"Amara, apa yang kau lakukan? Mengapa kau memakai pakaian seperti ini? Apa ini? Ganti baju mu sekarang!"
"Jangan ikut campur dengan urusan ku!"
"Aku kakak mu, aku berhak mengatur mu!" bentak Stella dengan kesal, ia tidak pernah semarah ini.
Amara memalingkan wajah nya dari Stella. Stella yang tak sabar, menarik baju Amara.
__ADS_1
"Lepasin! Jangan pernah menyentuh ku! Dan apa katamu? Kau kakak ku? kau sudah kehilangan hak itu semenjak mama dan papa telah tiada!" ujar nya.
Mendengar keributan yang terjadi. Tanara yang sedang belajar pun ke luar dari kamar.
Tanara terkejut melihat penampilan kakak nya, ia merasa terkejut melihat penampilan Amara yang jauh berbeda.
"Ka-kakak."
Amara menoleh ke arah Tanara, ia merasa sangat kesal karena kakak nya membuat keributan. Tanara harus ke luar dari kamar nya yang tidak seharus nya melihat penampilan nya itu.
"Ta-tanara?"
"Kakak, apa ini kak. Mengapa kakak memakai penampilan seperti ini?" kesal Tanara yang mendekati kakak nya itu.
Stella juga menangis, ia tidak menyangka jika diri nya harus melihat adik nya yang seperti ini.
Amara terdiam, ia bukan nya takut dengan Stella. Namun, Amara tidak bisa membuat hati adik nya terluka.
Amara beralasan kepada Tanara jika teman nya ada yang berulang tahun.
Stella mengatakan jika datang ke pesta teman tidak harus memakai pakaian yang seperti itu.
"Tidak seharus nya kau memakai baju itu Amara!"
__ADS_1
"Sudah aku katakan, jangan ikut campur! Kau sudah kehilangan hak itu untukku!"