
Pria itu mendekati Amara, memberikan segelas air kepada Amara.
Amara mengambil gelas yang di berikan oleh pria itu. Ia menatap pria itu lalu meneguk minuman dengan cepat.
"Apa kau datang ke sini untuk menangis?" pria itu merasa muak melihat tingkah Amara yang selalu saja menangis.
Jika diri nya tidak suka, kenapa Amara harus datang dan bekerja seperti itu.
Amara menggeleng, memberikan gelas itu kepada pria di hadapan nya.
Pria itu ingin marah, namun ia menuruti perintah dari Amara. Ia pun meletakkan gelas nya di atas meja.
"Terimakasih."
Tidak lupa Amara mengucapkan kata terimakasih, ia di ajarkan oleh ke dua orang tua untuk selalu mengucapkan terimakasih jika sudah di bantu oleh orang lain dan mengatakan maaf jika melakukan kesalahan.
Pria itu hanya mengangguk, ia pun duduk di samping Amara. Amara merasa gemetar, ia begitu takut jika pria ini memperlakukan nya dengan kasar apalagi wajah nya sangat datar.
"Di mana ke dua orang tua mu?"
"Kenapa?"
"Jawab saja jika aku bertanya!" bentak pria itu, Amara pun terkejut. Ia langsung menjawab pertanyaan pria itu dengan cepat.
__ADS_1
"Ke dua orang tua ku telah tiada."
"Lalu?"
Amara menoleh ke arah pria yang duduk di samping nya, ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang di berikan oleh pria aneh itu.
"Lalu, ini alasan mu melakukan ini? Menjual diri mu hanya demi uang?"
"Kau bukan siapa-siapa ku, jangan ikut campur dalam masalah ku!"
"Aku memang bukan siapa-siapa mu tapi aku sudah membayar mu, hari ini kau milikku!"
Amara terdiam, sungguh menyedihkan hidup seperti ini.
"Aku akan menjawab pertanyaan mu, tapi katakan dulu. Siapa nama mu?"
"Memang nya siapa kau yang berhak mengetahui identitas ku?"
"Memang nya siapa juga kau yang mengetahui kehidupan ku?"
"Aku adalah orang yang sudah membeli mu!"
Amara terdiam, apa yang di katakan pria itu memang lah benar.
__ADS_1
Dasar sombong sekali, padahal dia hanya membeli ku lima juta! ~Amara
Amara tidak mengetahui jika pria itu sudah membeli nya dengan ratusan juta, Amara yang kesal pun mengatakan jika diri nya tidak berhak mengatakan itu kepada nya.
"Kau hanya membeli ku dengan harga murah, namun kau bersikap membeli ku seperti ratusan juta saja!"
Pria itu mengerutkan satu dahi nya, ia kaget mendengar ucapan Amara.
Dia pun bertanya kepada Amara, berapa Amara mendapatkan uang dari ini.
"Murah kata mu? Apa kau memiliki uang sebesar itu.?"
"Ak-aku memang tidak memiliki uang segitu tapi kau bersikap seolah kau membeli ku dengan mahal."
"Memang nya berapa uang yang kau terima?"
"Lima juta, aku tahu itu memang bukan lah uang yang sedikit. Tapi, kau memperlakukan ku seakan kau membeli hidup ku saja."
Amara yang kesal pun menangis, pria itu menggelengkan kepala. Ia tahu, jika Amara sedang di perbodoh oleh orang lain yang memanfaat kan nya.
"Dasar bodoh! Apa kau berfikir aku yang memiliki rumah semewah ini akan membayar mu dengan semurah itu!"
Amara menatap pria itu, ia bingung dengan ucapan pria yang ada di samping nya.
__ADS_1