Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Memberikan Penjelasan


__ADS_3

"Apa Zeline itu anak papa Aska? Jika benal, kenapa mama dan papa belpisah dan Zeline mengapa tidak tinggal belsama mama dan papa?"


Pertanyaan Zeline membuat kakak beradik itu saling pandang, namun menurut Tanara keponakannya harus tahu hal yang sebenarnya terjadi.


Tanara tidak mau kakaknya terus di salahkan padahal semua itu belum tentu salahnya Stella.


"Tante enggak tahu kepastiannya gimana. Tapi yang Tante tahu, kalau mama dan papa zeline itu memiliki hubungan. Lalu, mama zeline mengandung Zeline. Sebelum pernikahan itu terjadi, mama zeline pergi dari papa Zeline,"


"Jadi, Zeline itu anak di lual pelnikahan? Zeline itu anak halam?"


Rani yang mendengar langsung menegur Tanara dan juga Amara "Mengapa kalian mengatakan hal itu kepada anak sekecil Zeline? Kalian tidak berpikir panjang ya?" Rani kesal melihat kelakuan Amara dan juga Tanara.

__ADS_1


"Zeline udah harus tau kak, dan kakak juga lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kakak enggak kasihan melihat kak Stella? Jika kita terus bungkam, Zeline akan terus menyalahkan mamanya. Dan pihak kak Aska akan semakin meracuni pikiran Zeline untuk membenci kak Stella!"


Tanara tidak ingin ikut campur, namun ia juga ingin melindungi kakaknya.


Rani terdiam, Zeline meminta jawaban dari maminya, Rani..


Rani terpaksa menceritakan segalanya, menceritakan setiap sakit dan kepedihan yang Stella lalui.


Zeline terdiam, ia bingung dengan apa yang terjadi. Rani pun menceritakan setiap langkah demi langkah perjuangan Stella untuk membesarkan Zeline seorang diri.


Amara dan Tanara yang mendengarnya pun ikut menangis, kakak mereka tidak pernah mengatakan kesakitan yang selama ini kakaknya alami. Bahkan di saat dahulu, Amara memperlakukan dan menyalahkan kakaknya. Stella tidak pernah mencari kebenaran, dan mengatakan kesulitan dan rasa sakitnya selama ini.

__ADS_1


"Kakak begitu banyak mengalami hal yang sulit, namun ia menelan deritanya sendiri!"


"Benar, kak Stella selalu bersikap tegar di depan kita semua agar kita tidak sedih. Sebab itu, aku dulu sering marah kepada kalian jika kalian bersikap kurang ajar kepada kak Stella. Karena aku tahu betul bagaimana sakitnya menjadi kak Stella!"


Zeline pergi meninggalkan mereka bertiga, ia diam dengan pikirannya sendiri.


Stella yang menangis di belakang rumah pun menghapus air matanya saat melihat Zeline merenung.


"Nak, kamu kenapa di sini?" Zeline tidak menjawab, ia hanya memandang wajah mamanya sebentar lalu bertanya "Ma, apakah Oma dan papa itu Olang baik atau jahat?"


Stella terdiam, ia tidak mau anaknya memiliki kebencian terhadap Aska. Bagaimana pun, Aska adalah papa kandungnya "Mereka orang yang baik, mama yang buruk nak. Dan jika kamu ingin menyalahkan orang lain, salahkan saja mama!"

__ADS_1


Zeline pergi meninggalkan mamanya, mengapa di saat seperti ini. Mamanya masih saja membela papanya Aska? Jika memang Aska yang jahat, mengapa mamanya masih saja menutupi itu semua?


__ADS_2