Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Hasil Keputusan


__ADS_3

Persidangan di mulai, Stella dan yang lainnya duduk di kursi masing-masing yang sudah di sediakan.


Kedua belah pihak mempertahankan argumen mereka membuat posisi Stella makin terpojok


"Yang mulia, saya Aska Lesham Shaenette ayah biologis dari Zeline Lesham Shaenette yang selama ini di pisahkan oleh ibunya yang bernama Stella. Saya sudah mau bertanggung jawab atas kesalahan saya beberapa tahun lalu dan ingin menikah dengannya namun Stella pergi secara tiba-tiba bahkan membuat sebuah kebohongan. Di mana ia mengatakan jika Zeline bukan anak saya, melainkan anak dari pernikahannya dengan yang lain namun kenyataannya Stella tidak pernah menikah. Dan saat saya tahu, jika Zeline memang anak saya, saya ingin mengambil hak asuhnya,"


Stella berdiri dan menangis "Saya keberatan yang mulia,"


Keberatan di tolak! Tolong harap tenang dan biarkan pelapor memberikan pembelaan!


Stella kembali duduk


"Yang mulia, saat ini saya sudah menikah. Zeline akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang lengkap jika tinggal bersama saya. Dan masalah ekonomi, ekonomi saya jauh lebih layak dari Stella. Namun, jika anak saya bersama Stella. Stella hanya wanita yang tidak memiliki suami bahkan ia menafkahi ketiga adiknya yang lain, pekerjaannya juga sebagai pelayan di restauran! Demi masa depan yang layak, saya ingin hak asuh Zeline jatuh kepada saya yang mulia,"

__ADS_1


Aska tidak mengatakan apapun lagi setelah apa yang ia sampaikan sudah cukup. Dan kini, Aska kembali duduk di kursinya.


Banyak pembelaan yang diberikan oleh pihak Stella namun karena Stella yang mencoba lari di hari pernikahannya dan membuat pernyataan palsu membuat posisinya lemah


"Baik, setelah mendengarkan semua penjelasan. Baik itu secara bukti atau saksi, saya memutuskan hak asuh Zeline Lesham Shaenette akan jatuh kepada ayah kandungnya,"


Aska dan keluarganya tersenyum dan tertawa senang. Saat palu ke dua ingin di ketuk Zeline menghentikannya


"Tunggu bapak hakim!"


Ia maju kedepan dengan tubuh mungilnya "Bapak hakim yang telholmat, aku Zeline. Bapak enggak mau mendengal keinginan Zeline?"


Hakim pun memberikan Zeline untuk berbicara "Anak yang pintar, maafkan kesalahan bapak. Ayo, silahkan bicara nak, kamu ingin tinggal bersama siapa?"

__ADS_1


Zeline menghela nafas panjang. Ia menoleh ke belakang menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


Zeline mengingat perkataan dari ayahnya "Bapak hakim, Zeline ingin tinggal belsama papa!"


Aska dan Xiu semakin senang mendengar jawaban dari Zeline. Kini tidak ada lagi, kesempatan bagi Stella. Karena anaknya sendiri pun ingin tinggal bersama Aska, mungkin karena fasilitas yang diberikan oleh Aska sangat mewah. Sedangkan dirinya tidak bisa memberikan apapun.


"Baik lah, jika begitu keinginan kamu. Hak asuh kamu akan diberikan oleh papa mu, nak! Dan kamu bisa tinggal bersama dengan papa mu,"


Zeline menggeleng "Tidak, bapak hakim! Zeline ingin tinggal belsama papa, namun hak asuh kepada mama,"


Semua orang kaget dengan permintaan Zeline "Sayang, apa yang kamu katakan nak?" Aska bertanya kepada anaknya


"Iya papa, Zeline ingin tinggal belsama papa. Tapi, hak asuh bial itu di tangan mama! Kalena Zeline menyayangi kalian, Zeline ingin belsama kalian tanpa di pisahkan lagi. Jika Zeline Lindu dengan mama zeline akan tinggal dengan mama. Namun jika Zeline Lindu papa, Zeline akan tinggal dengan papa. Dan tidak ada yang boleh plotes. Mau itu mama, atau papa. Namun saat ini, Zeline masih ingin dengan papa Zeline. Mama tolong jangan melalang Zeline ya?"

__ADS_1


Ucapan Zeline membuat Stella terharu, ia pun mengangguk


Setelah mendengar keputusan Zeline, hakim memutuskan hak asuh akan jatuh kepada Stella. Namun dengan catatan, Stella tidak boleh melarang Zeline jika ingin bersama papanya selama yang Zeline ingin.


__ADS_2